Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung

Selasa, 27 Oktober 2026 19:54 WIB

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Selasa, 27 Oktober 2026 19:44 WIB

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Selasa, 27 Oktober 2026 18:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cianjur Selatan Terus Merana: Pemadaman Listrik Jadi Momok, Masyarakat Tuntut Keadilan

By Aga GustianaSabtu, 8 Maret 2025 13:46 WIB2 Mins Read
Padam Listrik
Ilustrasi pemadaman listrik. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masyarakat Cianjur Selatan menjerit akibat pemadaman listrik yang terus-menerus tanpa alasan jelas. Koordinator Cianjur Selatan Society (CSS), Taupik Muhamad Ramdan S.H., mengungkapkan ketimpangan yang terjadi di wilayahnya dibandingkan dengan daerah lain di Kabupaten Cianjur.

Ketimpangan Listrik yang Mencolok

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur 2024, Cianjur memiliki 32 kecamatan dan 6 kelurahan. Namun, lima kecamatan di Cianjur Selatan, yaitu Leles, Sindangbarang, Agrabinta, Cidaun, dan Naringgul, mengalami pemadaman listrik yang sering dan tidak teratur. Kondisi ini sangat kontras dengan kecamatan di dekat pusat kota yang jarang mengalami gangguan listrik.

Dampak Pemadaman Listrik yang Merugikan

Baca Juga:  Kota Batubara Kok Gelap Gulita? Saat Peternak Kecil Dipaksa Tanggung Dosa Gagalnya PLN!

Pemadaman listrik ini menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, antara lain:

  • Kerusakan alat elektronik akibat tegangan listrik tidak stabil.
  • Gangguan aktivitas sehari-hari, seperti kesulitan mendapatkan air bersih, memasak, dan mengakses layanan penting.
  • Hambatan akses informasi dan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa.
  • Terhentinya usaha masyarakat yang bergantung pada listrik, yang berdampak pada perekonomian.
  • Gangguan kegiatan keagamaan di pesantren.
Baca Juga:  Diterjang Angin Kencang, Pohon Tumbang Padamkan Aliran Listrik di Kawasan Hutan Kamojang

Pelanggaran Hak Konsumen dan Amanat Undang-Undang

Kondisi ini dianggap melanggar hak konsumen dan amanat Undang-Undang Ketenagalistrikan serta Undang-Undang Cipta Kerja.

Menurut Taupik, PT. PLN wajib menyediakan listrik yang memenuhi standar mutu dan keandalan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.

“Masyarakat Cianjur Selatan juga berhak mendapatkan ganti rugi atas pemadaman yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian PT. PLN, sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” jelasnya.

Baca Juga:  Wujud Nyata TJSL, PLN Sukses Kembangkan Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi

Tuntutan Masyarakat Cianjur Selatan

CSS menuntut pemerintah dan PT. PLN untuk:

  • Mendesak PT. PLN untuk memperbaiki tata kelola perusahaan.
  • Memberikan pelayanan sesuai dengan amanat konstitusi dan undang-undang.
  • Mencopot jajaran direksi PT. PLN Kabupaten Cianjur yang dianggap merugikan masyarakat.
  • Memberikan ganti rugi kepada seluruh masyarakat Cianjur Selatan yang terdampak pemadaman listrik.

“Pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap masalah ini dan tidak membiarkan masyarakat Cianjur Selatan merasa dianak-tirikan,” teas Taufik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

PLN
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.