Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siapa Frankie MacDonald? Pria Kanada yang Klaim Tahu Kapan Gempa Besar Hantam Indonesia!

Minggu, 6 September 2026 17:11 WIB

Persib Sambut Suporter Tim Tamu di Stadion, Ada 6 Komitmen yang Wajib Dipatuhi

Minggu, 6 September 2026 16:04 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BLT September 2026 Cair hingga Rp600 Ribu, Cek Penerima Pakai NIK KTP

Minggu, 6 September 2026 15:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siapa Frankie MacDonald? Pria Kanada yang Klaim Tahu Kapan Gempa Besar Hantam Indonesia!
  • Persib Sambut Suporter Tim Tamu di Stadion, Ada 6 Komitmen yang Wajib Dipatuhi
  • BLT September 2026 Cair hingga Rp600 Ribu, Cek Penerima Pakai NIK KTP
  • Duel Sengit Persib vs PSM Makassar, Igor Tolic Siapkan Kejutan di GBLA
  • Bukit Tunggul Dilalap Api! Kebakaran 4 Hektare Diduga Bermula dari Pembukaan Lahan
  • Harga Emas Antam Hari Ini 6 September 2026 Stabil, Segini Harga 1 Gram dan Buyback
  • Mojang Bandung Salza Nabila Nurpratiwi: Menapaki Fase Transisi dan Mengabdi Lewat Dunia Kebidanan
  • BMKG Deteksi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Jabar, Warga Diminta Waspada
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 6 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cianjur Selatan Terus Merana: Pemadaman Listrik Jadi Momok, Masyarakat Tuntut Keadilan

By Aga GustianaSabtu, 8 Maret 2025 13:46 WIB2 Mins Read
Padam Listrik
Ilustrasi pemadaman listrik. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masyarakat Cianjur Selatan menjerit akibat pemadaman listrik yang terus-menerus tanpa alasan jelas. Koordinator Cianjur Selatan Society (CSS), Taupik Muhamad Ramdan S.H., mengungkapkan ketimpangan yang terjadi di wilayahnya dibandingkan dengan daerah lain di Kabupaten Cianjur.

Ketimpangan Listrik yang Mencolok

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur 2024, Cianjur memiliki 32 kecamatan dan 6 kelurahan. Namun, lima kecamatan di Cianjur Selatan, yaitu Leles, Sindangbarang, Agrabinta, Cidaun, dan Naringgul, mengalami pemadaman listrik yang sering dan tidak teratur. Kondisi ini sangat kontras dengan kecamatan di dekat pusat kota yang jarang mengalami gangguan listrik.

Dampak Pemadaman Listrik yang Merugikan

Baca Juga:  Revolusi Teknologi Visual: PLN Icon Plus X AMG Luncurkan Layanan Multimedia

Pemadaman listrik ini menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, antara lain:

  • Kerusakan alat elektronik akibat tegangan listrik tidak stabil.
  • Gangguan aktivitas sehari-hari, seperti kesulitan mendapatkan air bersih, memasak, dan mengakses layanan penting.
  • Hambatan akses informasi dan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa.
  • Terhentinya usaha masyarakat yang bergantung pada listrik, yang berdampak pada perekonomian.
  • Gangguan kegiatan keagamaan di pesantren.
Baca Juga:  Gelapnya Aceh, Terangnya Polemik: Bahlil dan Momen yang Disebut ‘Prank’ Presiden Prabowo

Pelanggaran Hak Konsumen dan Amanat Undang-Undang

Kondisi ini dianggap melanggar hak konsumen dan amanat Undang-Undang Ketenagalistrikan serta Undang-Undang Cipta Kerja.

Menurut Taupik, PT. PLN wajib menyediakan listrik yang memenuhi standar mutu dan keandalan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.

“Masyarakat Cianjur Selatan juga berhak mendapatkan ganti rugi atas pemadaman yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian PT. PLN, sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” jelasnya.

Baca Juga:  Rayakan Kemerdekaan dengan Aman, PLN Ingatkan Bahaya Dekorasi Dekat Jaringan Listrik

Tuntutan Masyarakat Cianjur Selatan

CSS menuntut pemerintah dan PT. PLN untuk:

  • Mendesak PT. PLN untuk memperbaiki tata kelola perusahaan.
  • Memberikan pelayanan sesuai dengan amanat konstitusi dan undang-undang.
  • Mencopot jajaran direksi PT. PLN Kabupaten Cianjur yang dianggap merugikan masyarakat.
  • Memberikan ganti rugi kepada seluruh masyarakat Cianjur Selatan yang terdampak pemadaman listrik.

“Pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap masalah ini dan tidak membiarkan masyarakat Cianjur Selatan merasa dianak-tirikan,” teas Taufik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

PLN
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siapa Frankie MacDonald? Pria Kanada yang Klaim Tahu Kapan Gempa Besar Hantam Indonesia!

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BLT September 2026 Cair hingga Rp600 Ribu, Cek Penerima Pakai NIK KTP

Bukit Tunggul Dilalap Api! Kebakaran 4 Hektare Diduga Bermula dari Pembukaan Lahan

BMKG Deteksi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Jabar, Warga Diminta Waspada

Bikin Gempar! Petarung UFC Bilal Hasan Tantang Benjamin Netanyahu di Ring?!

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos September 2026: Ini Jadwal dan Nominal PKH, BPNT, PIP hingga PBI-JK

Terpopuler
  • Video Kasir Indomaret 7 Menit Viral, Waspada Link ‘Full’ Palsu
  • Suara Mirip Bass Bergema dari Bandung Hingga Purwakarta, Dikaitkan Erupsi Anak Krakatau
  • FSP BPD SI Tolak Pengalihan Payroll ASN ke Himbara, Warning Risiko PHK dan Anjloknya Ekonomi Daerah
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral, Benarkah Videonya Ada?
  • Deklarasi Pengusaha Berkibar, Firaldi Akbar Siap Maju sebagai Calon Ketua KADIN Kota Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.