bukamata.id – Kawasan Cipaganti di Kota Bandung sejak lama dikenal sebagai salah satu area paling prestisius dan ikonik.
Tak hanya menjadi kawasan hunian elit, Cipaganti juga berada di jalur strategis yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah Bandung Utara.
Namun, di balik kemegahannya hari ini, nama Cipaganti menyimpan cerita sejarah yang menarik dan belum banyak diketahui.
Sebagian besar masyarakat mungkin mengenal kawasan Cipaganti melalui keberadaan pusat perbelanjaan Cihampelas Walk (Ciwalk) yang berada di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong.
Ciwalk memang menjadi destinasi favorit untuk berbelanja aneka produk fesyen seperti denim, kaus, dan aksesori. Namun sejarah Cipaganti jauh lebih dalam daripada sekadar geliat mal modern.
Jika kita telusuri lebih jauh, asal-usul nama Cipaganti punya akar historis kuat. Dilansir dari berbagai sumber, Jalan Cipaganti, salah satu ruas utama di Bandung, merupakan saksi bisu perkembangan kota sejak era kolonial Belanda. Nama “Cipaganti” berasal dari dua kata dalam bahasa Sunda: “Ci” yang berarti air, dan “Paganti” yang berarti pengganti.
Secara harfiah, Cipaganti bermakna “air pengganti”, yang merujuk pada keberadaan sumber air penting yang dulunya menjadi alternatif vital bagi kawasan sekitar.
Menariknya, dalam catatan sejarah lisan masyarakat, Cipaganti sempat dirancang sebagai calon ibu kota baru Bandung pada masa kolonial.
Hal ini dibuktikan dengan deretan bangunan bergaya arsitektur Belanda yang masih berdiri kokoh hingga kini. Meski rencana itu tak terealisasi, warisan perencanaan kota tersebut masih jelas terlihat dalam tata ruang dan karakter kawasan ini.
Kini, Jalan Cipaganti tetap mempertahankan statusnya sebagai kawasan prestisius. Rumah-rumah mewah bergaya Eropa klasik berdiri berdampingan dengan hotel butik, kafe tematik, hingga kantor-kantor institusi swasta.
Udara sejuk dan letaknya yang dekat pegunungan menambah daya tarik kawasan ini sejak dulu, menjadikannya hunian favorit kaum elite, baik di masa kolonial maupun era modern.
Tak hanya nilai ekonomi, Cipaganti juga menyimpan nilai budaya dan historis yang tinggi. Bangunan tua yang masih terjaga keasliannya menjadi bukti bahwa Cipaganti bukan sekadar nama jalan, melainkan bagian dari identitas Kota Bandung yang kaya akan sejarah.
Meski gagal menjadi pusat pemerintahan Bandung di masa lalu, Cipaganti tetap tumbuh sebagai simbol kemewahan dan keberlanjutan sejarah. Nama Cipaganti terus melekat erat dalam narasi besar perkembangan Kota Kembang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










