Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Selasa, 27 Oktober 2026 21:50 WIB

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Selasa, 27 Oktober 2026 20:43 WIB

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 20:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cipayung Plus Geruduk DPRD Jabar, Desak Kapolri Dicopot Usai Kasus Affan

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 1 September 2025 18:35 WIB2 Mins Read
Ratusan mahasiswa Cipayung Plus Bandung gelar aksi di DPRD Jabar. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ratusan mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (1/9/2025).

Massa yang berjumlah hampir 300 orang itu menuntut pemerintah pusat segera menyelesaikan persoalan bangsa yang dinilai semakin carut-marut.

Koordinator lapangan, Muhammad Rafli Salam, menegaskan aksi ini adalah bentuk kekecewaan mendalam terhadap kinerja pemerintah. Ia menilai Presiden justru lebih sibuk memperketat pengamanan ketimbang mengurai akar masalah di masyarakat.

“Kehadiran kami menunjukkan bahwa pemerintah saat ini belum becus menyelesaikan permasalahan. Presiden justru menambah tingkat pengamanan, ini tanda ketidakmampuan pemerintah mengurai masalah,” tegas Rafli.

Dalam orasinya, Rafli juga menyinggung kasus kematian Affan, mahasiswa yang diduga tewas akibat tindakan aparat dalam aksi sebelumnya. Hukuman ringan terhadap oknum polisi dinilai menjadi bukti bobroknya sistem hukum di Indonesia.

“Saudara Affan hanya membuat pelaku dihukum 20 hari. Itu menandakan sistem pemerintahan dan hukum kita masih korup,” ujarnya.

Aliansi Cipayung Plus membawa delapan tuntutan utama, mulai dari reformasi Polri, perampasan aset, pembenahan sistem pendidikan, hingga pencopotan Kapolri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran HAM.

“Empat hal itu yang kami garis bawahi, terutama pencopotan Kapolri. Itu fokus utama kami,” lanjut Rafli.

Meski mengkritik keras pemerintah, massa aksi menegaskan demonstrasi ini bersifat damai. Mereka hanya ingin membacakan pernyataan sikap hasil konsolidasi semalam, dengan batas waktu aksi hingga pukul 17.00 WIB.

“Kami hanya ingin membacakan press release dan menyampaikan aspirasi secara damai. Selebihnya massa akan membubarkan diri,” jelasnya.

Namun, Rafli memberi peringatan. Bila aspirasi mereka diabaikan, aksi berikutnya akan dilakukan dengan eskalasi massa lebih besar.

“Aksi ini baru permulaan. Kalau tidak direspons, kami akan hadir dengan jumlah yang lebih besar. Jika DPRD tidak mau menemui kami, itu tanda mereka tidak sanggup menerima aspirasi rakyat,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.