Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Drama Nikah Siri Viral Malang! Di Balik Isu Suami Palsu dan Janji Lamborghini yang Menguap

Jumat, 10 April 2026 19:12 WIB

Misi Juara Makin Dekat! Putros Ungkap Kunci Persib Jelang Duel Panas Kontra Bali United

Jumat, 10 April 2026 18:00 WIB

Sedang Berlangsung! Timnas Futsal Indonesia vs Vietnam di Semifinal AFF 2026, Duel Sengit Rebut Tiket Final

Jumat, 10 April 2026 17:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Drama Nikah Siri Viral Malang! Di Balik Isu Suami Palsu dan Janji Lamborghini yang Menguap
  • Misi Juara Makin Dekat! Putros Ungkap Kunci Persib Jelang Duel Panas Kontra Bali United
  • Sedang Berlangsung! Timnas Futsal Indonesia vs Vietnam di Semifinal AFF 2026, Duel Sengit Rebut Tiket Final
  • Kasus Belatung di Menu MBG Cianjur: Dalih ‘Kasus Tunggal’ di Tengah Temuan IPAL yang Bermasalah
  • Diduga Cemburu Buta, Pria di Bandung Berniat Serang Teman Istri tapi Berakhir Jatuh ke Sungai Citarum
  • Nekat Peras Ahmad Sahroni Rp300 Juta, Komplotan KPK ‘Jadi-jadian’ Berakhir di Penjara
  • Misi Hattrick Juara: Ramon Tanque Sebut Duel Persib vs Bali United Sebagai ‘Final’ Pertama dari 8 Laga Sisa
  • Sekda Jabar Soroti Insiden Bayi di RSHS: Harus Jadi Pelajaran, SOP Layanan Wajib Diperketat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 10 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cita-cita Jadi Kiai Kandas Tragis, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Pergi dengan Luka Misterius

By Aga GustianaSabtu, 21 Februari 2026 12:15 WIB3 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah cita-cita tulus untuk menjadi penjaga agama kini tinggal kenangan. NS, bocah berusia 12 tahun asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, harus meregang nyawa tepat di hari pertama Ramadan. Di balik kepergiannya yang tragis, tersimpan kisah tentang seorang anak pendiam yang hanya ingin berbakti lewat jalan dakwah.

Santri Teladan dengan Cita-Cita Jadi Kiai

Di lingkungan Pondok Pesantren tempatnya menimba ilmu, NS dikenal sebagai sosok yang teduh. Sebagai santri kelas 1 SMP, ia tidak pernah terlibat masalah. Bagi teman-temannya, ia adalah kawan yang tenang; bagi pengasuhnya, ia adalah harapan masa depan.

Anwar Satibi (38), ayah kandung korban, hanya bisa tertunduk lesu saat mengenang keinginan luhur putranya. Keinginan menjadi seorang kiai murni lahir dari hati kecil NS sendiri tanpa paksaan.

“Memang dia cita-citanya ingin jadi kiai. Itu yang membuat saya sakit,” ungkap Anwar dengan nada suara bergetar.

Baca Juga:  Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten

Momen perpisahan terakhir mereka pun masih terekam jelas. Sebelum Anwar berangkat kerja ke Kota Sukabumi, ia sempat membekali anaknya uang alakadarnya. Reaksi NS saat itu begitu menyentuh hati.

“Saya kasih uang Rp 50 ribu, dia simpan di ubun-ubunnya. ‘Alhamdulillah kanggo bekel di pesantren’,” kenang Anwar menirukan ucapan syukur sang anak.

Menghindari Konflik Demi Ketenangan

Keberadaan NS di pesantren sebenarnya bukan tanpa alasan. Isep Dadang Sukmana (62), pembina pondok pesantren sekaligus orang yang mengurus masuknya NS ke lembaga tersebut, membeberkan bahwa pesantren adalah tempat “perlindungan” bagi sang bocah.

Menurut Isep, kondisi keluarga NS sempat memanas karena adanya perselisihan internal. Ia pun menyarankan agar NS menetap di pesantren agar tidak terkena dampak psikologis dari keributan di rumah.

“Ya itu baik-baik saja, baik-baik saja. Kan itu di pesantren. Bahkan saya yang memasukkan ke pesantrennya juga,” tutur Isep, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga:  Hanya karena Hilang Uang Rp75 Ribu, Oknum Guru di Jember Telanjangi 22 Murid

Isep menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi netralitas dan keamanan mental sang anak. “Daripada ribut terus, lebih baik di pesantren, biar aman dan kita netral,” tambahnya.

Misteri Luka Lebam Jelang Ramadan

Tragedi ini bermula saat para santri seharusnya kembali ke pondok setelah libur menjelang puasa. Namun, bangku NS tetap kosong. Kabar duka justru datang lewat sebuah rekaman video yang dikirimkan sang ayah kepada Isep. Video tersebut memperlihatkan kondisi fisik NS yang memprihatinkan dengan luka lebam di sekujur tubuh.

Isep segera bergegas menuju rumah sakit. Di sana, ia sempat melihat secercah kesadaran dari NS sebelum ajal menjemput. Menurut Isep, NS cenderung lebih terbuka berbicara kepadanya dibanding kepada keluarganya sendiri.

“Kalau ditanya sama bapaknya mungkin takut ya, tidak jawab. Tapi kalau sama saya dan istri saya, dia terbuka karena sudah dekat,” jelas Isep.

Baca Juga:  Nekat Peras Ahmad Sahroni Rp300 Juta, Komplotan KPK 'Jadi-jadian' Berakhir di Penjara

Bocah itu sempat mengenali sosok Isep di detik-detik terakhirnya. “Masih ingat? Ingat. Siapa? Pak Isep,” kenangnya. Sayangnya, nyawa NS tak tertolong setelah menjalani perawatan singkat. Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.00 WIB, bertepatan dengan mulainya bulan suci Ramadan.

Dugaan Penganiayaan dan Proses Hukum

Pihak keluarga kini menuntut keadilan. Luka-luka yang ada di tubuh NS dianggap janggal karena seminggu sebelumnya, bocah tersebut terpantau sehat bugar saat mengikuti kegiatan jalan-jalan pesantren.

“Harapan saya kalau ini terbukti, ya proses hukum,” tegas Anwar.

Saat ini, Satreskrim Polres Sukabumi tengah melakukan pendalaman intensif. Tim medis telah melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian yang diduga akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Pagi ini mau otopsi untuk dugaan terhadap narasi (KDRT) tersebut. Kami masih menunggu hasil otopsi,” pungkas Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal Berita Sukabumi Dugaan KDRT Jampangkulon Polres Sukabumi Santri Meninggal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Belatung di Menu MBG Cianjur: Dalih ‘Kasus Tunggal’ di Tengah Temuan IPAL yang Bermasalah

Diduga Cemburu Buta, Pria di Bandung Berniat Serang Teman Istri tapi Berakhir Jatuh ke Sungai Citarum

Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni

Nekat Peras Ahmad Sahroni Rp300 Juta, Komplotan KPK ‘Jadi-jadian’ Berakhir di Penjara

Sekda Jabar Soroti Insiden Bayi di RSHS: Harus Jadi Pelajaran, SOP Layanan Wajib Diperketat

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi

Bayi Nyaris Tertukar, Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas untuk Perawat RSHS

Haji Rasa Konser! Pemerintah Siapkan Sistem ‘War Tiket’ Agar Jamaah Tak Perlu Antre Puluhan Tahun

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Terkuak! Pemeran Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Bukan dari Indonesia, Hati-hati Jebakan Batman!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.