Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kronologi 103 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta

Minggu, 26 April 2026 15:27 WIB

SHOCK! Joey Pelupessy hingga Bek Rp43 Miliar Dirumorkan Gabung Persib

Minggu, 26 April 2026 15:19 WIB

Menemukan Kehidupan di Gubuk Reyot! Kisah Nini dan Kai yang Bikin Nangis

Minggu, 26 April 2026 14:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kronologi 103 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta
  • SHOCK! Joey Pelupessy hingga Bek Rp43 Miliar Dirumorkan Gabung Persib
  • Menemukan Kehidupan di Gubuk Reyot! Kisah Nini dan Kai yang Bikin Nangis
  • SAH! El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Menikah Hari Ini
  • Bojan Hodak Blak-blakan! Ini Penyebab Persib Gagal Kalahkan Arema FC
  • Link Viral Diburu Warga! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Terbongkar Bukan Kejadian Nyata
  • Dedi Mulyadi Disorot Bobotoh! Klarifikasi Panas Soal Bonus Rp5 Miliar Persib
  • Arsenal vs Lyon, Siapa Melaju ke Final Liga Champions Wanita?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 26 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Daftar 10 Kota Paling Toleran di Indonesia: Ada Bekasi dan Sukabumi dalam Jajaran Teratas

By Aga GustianaJumat, 24 April 2026 18:53 WIB2 Mins Read
Ilustrasi, kota paling toleran di Indonesia. (Foto: bukamata.id/AI)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setara Institute kembali merilis laporan terbaru mengenai kondisi keberagaman di tanah air melalui Indeks Kota Toleran (IKT) 2025. Dalam pengumuman yang berlangsung di Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Rabu (22/4/2026), Kota Salatiga berhasil mengukuhkan posisinya sebagai wilayah paling toleran di Indonesia, melampaui puluhan kota lainnya.

Laporan ini disusun dengan mengevaluasi 94 kota melalui kacamata yang komprehensif, mulai dari kebijakan yang dibuat pemerintah hingga interaksi nyata di akar rumput.

Metodologi dan Variabel Penilaian

Setara Institute tidak hanya melihat permukaan, melainkan mendalami empat variabel krusial yang dijabarkan ke dalam delapan indikator penilaian:

  1. Kebijakan Pemerintah Kota: Fokus pada regulasi yang inklusif.
  2. Regulasi Sosial: Bagaimana aturan tak tertulis di masyarakat bekerja.
  3. Aksi Nyata Pemerintah: Langkah konkret birokrasi dalam merespons isu keberagaman.
  4. Demografi Keagamaan: Pengelolaan keberagaman komposisi penduduk.

Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Ismail Hasani, menekankan bahwa skor tinggi yang diraih sebuah kota merupakan buah kerja keras kolektif, bukan sekadar pencapaian individu pejabat tertentu.

“Jadi (indeks kota toleran) bukan semata-semata prestasi Walikota atau Kesbangpol atau FKUB tapi adalah prestasi bersama,” ungkap Ismail.

Ismail juga merinci tiga pilar utama yang menjadi motor penggerak toleransi di daerah, yakni kepemimpinan di level politik, birokrasi, hingga kepemimpinan di tingkat sosial.

Daftar 10 Besar Kota Paling Toleran 2025

Dari hasil studi tersebut, berikut adalah sepuluh kota dengan skor toleransi tertinggi:

PeringkatKotaSkor
1Salatiga6,492
2Singkawang6,391
3Semarang6,160
4Pematangsiantar6,084
5Bekasi6,037
6Sukabumi5,973
7Magelang5,805
8Kediri5,792
9Tegal5,733
10Ambon5,657

Hal yang cukup menarik adalah kehadiran Bekasi dan Sukabumi dalam jajaran 10 besar. Mengingat dinamika sosial di kedua wilayah tersebut cukup tinggi, capaian ini menunjukkan adanya transformasi positif dalam mengelola kemajemukan.

Konsistensi Salatiga dan Singkawang

Salatiga dan Singkawang terus menunjukkan dominasinya. Salatiga membuktikan bahwa perbedaan latar belakang etnis dan keyakinan justru menjadi perekat sosial yang kuat. Sementara itu, Singkawang tetap konsisten mempertahankan identitasnya sebagai kota inklusif di mana keberagaman etnis dirayakan sebagai aset kota.

Tanggapan Pemerintah

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyambut baik hasil riset ini. Mewakili Mendagri Tito Karnavian, Bisri memberikan catatan agar kota-kota peraih penghargaan tidak cepat berpuas diri.

“Ini bukan tujuan akhir melainkan motivasi untuk selalu menjaga dan meningkatkan capaian yang telah diraih,” pungkas Bisri.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa merawat toleransi adalah perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen berkelanjutan dari seluruh elemen bangsa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

IKT 2025 Indeks Kota Toleran Keberagaman Indonesia Kota Paling Toleran Salatiga Kota Toleran Setara Institute
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kronologi 103 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta

Menemukan Kehidupan di Gubuk Reyot! Kisah Nini dan Kai yang Bikin Nangis

Dedi Mulyadi Disorot Bobotoh! Klarifikasi Panas Soal Bonus Rp5 Miliar Persib

PASIEN MEMBLUDAK! Totok Sirih Viral: Pengobatan Ajaib atau Sekadar Sugesti?

Wajah Baru PWI Ciamis: Fokus Transformasi Digital dan Aksi Nyata untuk Lingkungan

Geger! Polisi Gerebek Daycare di Umbulharjo Jogja, Diduga Jadi Tempat Penyiksaan Anak

Terpopuler
  • Viral ‘Vell Blunder di TikTok’: Link Video 8 Menit Heboh Dicari
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Full No Sensor’ Viral, Ternyata Ancaman Serius Siber
  • Kena Ulti! Video Jogetnya Dihujat, Bocah SD Ini ‘Bungkam’ Netizen Pakai 400 Piala
  • Heboh Link Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi Ternyata Palsu, Ada Video Aslinya?
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ternyata Hoaks! Link Full Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.