Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jomblo Auto Mengheningkan Cipta! Momen Manis Bule Cantik Australia Datang ke Lombok Demi Si Hitam Manis

Jumat, 14 Agustus 2026 08:04 WIB
Game Free Fire

Bisa Dapat Skin & Diamond Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Jumat 14 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan

Jumat, 14 Agustus 2026 06:00 WIB
Bansos

Bansos PKH Agustus 2026 Cair hingga Rp2,7 Juta, Cek Kategori Penerimanya

Jumat, 14 Agustus 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jomblo Auto Mengheningkan Cipta! Momen Manis Bule Cantik Australia Datang ke Lombok Demi Si Hitam Manis
  • Bisa Dapat Skin & Diamond Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Jumat 14 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan
  • Bansos PKH Agustus 2026 Cair hingga Rp2,7 Juta, Cek Kategori Penerimanya
  • Satu Masih Diperiksa, Tiga Pemain Persib Mulai Tunjukkan Progres Positif di Bali
  • BPNT Agustus 2026 Masih Cair! Cek Status Bansos Rp600.000 Lewat HP
  • Langsung Cair ke Rekening! Klaim Link DANA Kaget Gratis Hari Ini 14 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan
  • Kode Redeem FF 14 Agustus 2026: Dapatkan Bundle Keren, Emote Rare, dan Voucher Diamond Sekarang!
  • Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 14 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dari Kolam Kosong ke Panggung Dunia: Perjalanan Hartono Soekwanto, Maestro Koi Indonesia

By Aga GustianaJumat, 18 Juli 2025 10:53 WIB3 Mins Read
Hartono Soekwanto
Hartono Soekwanto saat memberi makan Ikan Koi di halaman rumahnya. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sore hari di kawasan Cidadap, Kota Bandung, suasana tenang terasa di pekarangan rumah Hartono Soekwanto. Seorang pria paruh baya tampak akrab dengan aktivitas yang sudah menjadi bagian dari hidupnya: memberi makan ikan koi di kolam batu berbentuk huruf “L” yang ditumbuhi lumut alami.

Pria berkemeja putih dan bercelana pendek itu bukan sekadar penghobi biasa. Hartono Soekwanto adalah sosok legendaris di kalangan pecinta koi di Indonesia, bahkan dikenal hingga mancanegara. Namanya melejit setelah berhasil meraih gelar Grand Champion Nishikigoi Off the World pada tahun 2013 di Jepang, melalui ikan koi jenis Kohaku bernama Mu-Lan Legend.

Namun siapa sangka, kecintaan Hartono terhadap koi bermula dari hal yang sangat sederhana. “2008 itu saya beli rumah. Rumah itu ada kolam kosong, terus saya oprek-oprek. Saya beli ikan yang Rp150.000-an di pasar,” kenangnya saat ditemui di kediamannya.

Alih-alih mendapat dukungan, ia justru menerima cibiran dari teman-temannya. Kolam bagus dengan ikan yang dianggap tidak berkualitas menjadi bahan olok-olok. “Terus datang temen tapi malah ngehina. Ini kolam bagus pakai cor segala macam, tapi isinya Koi lokal,” ujarnya.

Namun hinaan itu justru memacu semangatnya. Ia memutuskan belajar langsung ke Jepang, negeri asal koi, dan dalam waktu hanya dua tahun delapan bulan, ia berhasil menorehkan sejarah sebagai juara dunia. “Saya orang tercepat di dunia, dari belajar nama Koi dan juara dunia,” kata Hartono sambil tersenyum tipis.

Seni Merawat Koi: Tantangan dan Filosofi

Menurut Hartono, memelihara koi bukan sekadar soal teknik, tapi juga soal perasaan. “Memang enggak gampang lah pelihara Koi ini, kan tiap hari berubah,” jelasnya. Ia menyebut suhu air yang ideal berkisar 24–28 derajat Celsius pada siang hari, dan 22–24 derajat pada malam hari—kisaran yang cukup ideal di kota Bandung.

Bagi pemula, Hartono memberikan satu nasihat penting: jangan terlalu kaku mengikuti cara Jepang. “Lakukan cara Indonesia, Indonesia way. Jangan ngikutin Jepang, yang penting hasilnya sama,” tegasnya. Ia percaya bahwa dengan pendekatan lokal yang adaptif, potensi petani koi Indonesia bisa melampaui ekspektasi.

Dari Juara Dunia ke Pembina Petani Koi

Meski sudah menikmati puncak kejayaan, Hartono tidak berhenti di situ. Ia memilih untuk menjadi mentor bagi ratusan petani koi di berbagai daerah. Alih-alih menjual, ia secara sukarela membagikan indukan koi unggulan kepada petani-petani binaannya, demi membentuk garis keturunan (bloodline) yang kuat.

“Saya enggak pernah menjual, ngasih indukan saja ke ratusan petani binaan. Supaya teman-teman ini punya bibit, bloodline yang bagus. Ada kepuasan tersendiri memang, tapi dasarnya supaya Indonesia dihargai di dunia,” ungkapnya.

Upayanya mulai membuahkan hasil. Dalam beberapa tahun terakhir, petani koi Indonesia mulai mendominasi kompetisi nasional, bahkan mengungguli peserta dari Jepang. “Lima tahun terakhir ini yang dari Jepang tidak pernah bisa menang di Indonesia. Perlombaan di Jakarta tahun ini, petani dari Kediri bisa menang,” katanya bangga.

Tak hanya menang di kompetisi, para petani kini juga sudah mampu membiakkan koi berukuran hingga satu meter—lompatan signifikan dari masa lalu, ketika hanya mampu mencapai 55 cm tanpa memperhatikan kualitas.

“Sekarang waktunya untuk membantu petani untuk mengejar ukuran yang lebih panjang lagi. Makanya kita lakukan dengan mem-breeding yang semeteran,” tuturnya.

Filosofi di Balik Koi

Bagi Hartono, keindahan koi tidak diukur dari kesempurnaan fisik semata. Bahkan ikan juara dunia pun tidak benar-benar sempurna. “Ikan Koi atau makhluk hidup itu enggak ada yang sempurna. Koi juara dunia tidak sempurna. Cuman juara dunia itu adalah Ikan Koi yang terbaik waktu itu,” jelasnya. “Yang penting menikmati, kita happy, ikannya happy, ya sudah,” pungkas Hartono sembari merapikan rambutnya.

Dengan semangat yang tak pernah padam, Hartono Soekwanto terus membuktikan bahwa dari kolam kecil di Bandung, nama Indonesia bisa bergema di panggung dunia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hartono Soekwanto Hobi Ikan Hias Ikan Koi Juara Dunia Koi Kisah Inspiratif Koi Bandung petani
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jomblo Auto Mengheningkan Cipta! Momen Manis Bule Cantik Australia Datang ke Lombok Demi Si Hitam Manis

Game Free Fire

Bisa Dapat Skin & Diamond Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Jumat 14 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Langsung Cair ke Rekening! Klaim Link DANA Kaget Gratis Hari Ini 14 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan

Kode Redeem FF 14 Agustus 2026: Dapatkan Bundle Keren, Emote Rare, dan Voucher Diamond Sekarang!

Lupa Isi Pulsa atau Kuota? Ini Cara Praktis Beli Lewat DIGI bank bjb

Tak Lagi Bergantung Browser, ChatGPT Resmi Bisa Dipakai Langsung di Desktop Linux

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.