Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 21:02 WIB

Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:56 WIB
Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
  • Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust
  • The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dari Oncom hingga Cokelat Keju, Surabi Waroeng Setiabudhi Punya Pesona yang Bikin Nagih

By SusanaRabu, 26 Agustus 2026 04:00 WIB4 Mins Read
Surabi Waroeng Setiabudhi Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah menjamurnya kuliner kekinian di Kota Bandung, Surabi Waroeng Setiabudhi tetap mampu mempertahankan pesonanya. Sejak hadir pada 2009, tempat ini konsisten menawarkan surabi dengan cita rasa khas yang membuatnya terus dicari pencinta kuliner.

Lebih dari sekadar jajanan tradisional, surabi di Waroeng Setiabudhi menjadi bagian dari perjalanan kuliner Bandung. Teksturnya yang lembut, aroma khas saat disajikan hangat, serta pilihan topping yang beragam membuat makanan sederhana ini mampu bertahan di tengah perubahan tren.

Surabi Waroeng Setiabudhi, Tradisional tapi Tak Ketinggalan Zaman

Surabi selama ini dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional yang lekat dengan Bandung dan Jawa Barat. Namun, perkembangan selera masyarakat membuat makanan tradisional harus beradaptasi agar tetap menarik bagi generasi baru.

Hal tersebut pula yang terlihat di Surabi Waroeng Setiabudhi.

Tradisi membuat surabi tetap dipertahankan, tetapi pilihan rasa dikembangkan menjadi lebih beragam. Pengunjung tidak hanya menemukan surabi dengan cita rasa gurih khas tradisional, tetapi juga berbagai pilihan manis dan perpaduan topping yang lebih modern.

Hasilnya, surabi tidak lagi sekadar camilan sederhana. Makanan ini bisa menjadi teman menikmati kopi atau teh, camilan bersama keluarga, hingga pilihan kuliner saat ingin mencicipi makanan khas Bandung.

Baca Juga:  Sapi Matilda Jadi Inspirasi Bisnis, Hartono Soekwanto Siapkan Brand Es Krim

Pilihan Menu Surabi yang Bikin Penasaran

Salah satu daya tarik utama Surabi Waroeng Setiabudhi adalah pilihan menunya. Pengunjung dapat memilih berbagai varian sesuai selera, baik untuk pencinta rasa gurih maupun manis.

Beberapa menu yang tersedia antara lain:

  • Surabi Telur Ayam
  • Surabi Telur Ayam Mayonnaise
  • Surabi Oncom
  • Surabi Cokelat
  • Surabi Keju
  • Surabi Pisang Keju
  • Surabi Abon
  • Surabi Sosis
  • Surabi Smoke Beef
  • Surabi Cokelat Keju
  • Surabi Strawberry

Pilihan tersebut membuat pengalaman menikmati surabi menjadi lebih variatif. Satu kunjungan pun terasa belum cukup untuk mencoba seluruh varian yang tersedia.

Bagi pencinta rasa tradisional, Surabi Oncom bisa menjadi pilihan. Sementara itu, mereka yang lebih menyukai cita rasa manis dapat mencoba perpaduan seperti cokelat, keju, pisang, hingga strawberry.

Tekstur Lembut dan Aroma Surabi Jadi Daya Tarik

Ada alasan mengapa surabi masih memiliki tempat di hati penikmat kuliner hingga sekarang.

Salah satunya adalah sensasi ketika surabi disajikan dalam kondisi hangat. Aroma khas dari adonan yang dimasak berpadu dengan topping pilihan, menciptakan pengalaman yang menggugah selera bahkan sebelum suapan pertama.

Baca Juga:  5 Donat Kekinian di Bandung, Harga Murah Topping Berlimpah

Tekstur lembut menjadi karakter yang tidak bisa dilepaskan dari surabi. Ketika dipadukan dengan topping gurih maupun manis, tercipta kombinasi rasa dan tekstur yang membuat camilan tradisional ini tetap menarik.

Di Surabi Waroeng Setiabudhi, pengalaman tersebut juga berpadu dengan suasana Bandung yang membuat aktivitas kuliner terasa lebih lengkap.

Ada Rasa Nostalgia di Setiap Gigitan

Daya tarik Surabi Waroeng Setiabudhi bukan hanya terletak pada menu.

Bagi sebagian pengunjung, menikmati surabi juga menghadirkan rasa nostalgia. Makanan tradisional yang disajikan hangat mengingatkan pada suasana kuliner Bandung yang sederhana, tetapi memiliki karakter kuat.

Inilah yang membuat surabi berbeda dengan sebagian kuliner modern. Di balik bentuknya yang sederhana, ada cerita mengenai tradisi dan kebiasaan masyarakat dalam menikmati makanan lokal.

Ketika berbagai kuliner baru bermunculan dengan tampilan yang semakin modern, keberadaan surabi menjadi pengingat bahwa makanan tradisional tetap dapat memiliki tempat di tengah perubahan zaman.

Bertahan Sejak 2009 di Tengah Tren Kuliner yang Terus Berubah

Surabi Waroeng Setiabudhi telah hadir sejak 2009. Artinya, lebih dari satu dekade tempat ini telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner masyarakat Bandung.

Baca Juga:  Sarapan di Bandung? Ini 5 Bubur Ayam Legendaris Paling Dicari

Selama periode tersebut, tren makanan terus berubah. Kuliner modern datang silih berganti, sementara selera konsumen juga semakin beragam.

Namun, surabi tetap memiliki daya tarik tersendiri.

Kuncinya terletak pada kemampuan mempertahankan karakter makanan tradisional sekaligus menghadirkan pilihan rasa yang sesuai dengan selera masa kini.

Perpaduan antara tradisi dan inovasi inilah yang membuat surabi tetap relevan dan mampu menjangkau penikmat dari berbagai generasi.

Surabi, Kuliner Sederhana yang Tak Lekang oleh Waktu

Bandung boleh terus berubah. Tempat nongkrong baru bisa bermunculan setiap saat dan tren kuliner bisa berganti dalam hitungan bulan.

Namun, makanan tradisional seperti surabi memiliki kekuatan yang berbeda.

Ia tidak harus mengikuti semua tren untuk tetap dicintai. Cukup mempertahankan cita rasa, menjaga kualitas, dan memberikan pengalaman yang membuat pelanggan ingin kembali.

Surabi Waroeng Setiabudhi menjadi salah satu contoh bagaimana kuliner tradisional dapat bertahan sekaligus berkembang.

Bagi pencinta kuliner khas Bandung, tempat ini bisa menjadi pilihan untuk menikmati surabi dengan beragam rasa. Sebab pada akhirnya, secuil makanan tradisional yang disajikan hangat selalu memiliki cara sendiri untuk membawa siapa pun kembali pada rasa yang familiar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kuliner Bandung kuliner khas Bandung surabi Bandung Surabi Waroeng Setiabudhi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur

The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos

Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan

Transformasi Penyaluran Bansos: Cukup Pakai KTP, Proses Verifikasi Rampung dalam Hitungan Menit

5 Tempat Makan Keluarga di Bandung yang Cocok buat Akhir Pekan, Nomor 2 Punya Suasana Asri!

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.