bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung agar segera menertibkan dan memberikan efek jera kepada pelaku pungutan liar (pungli) parkir, menyusul viralnya keluhan masyarakat terkait dugaan tarif parkir Rp15 ribu di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung.
Dedi menegaskan, praktik parkir liar dan pungli tidak boleh dibiarkan karena mencederai kenyamanan masyarakat serta citra pariwisata Kota Bandung.
Oknum Jukir Diminta Dibina hingga Diproses Hukum
Dedi Mulyadi menyarankan agar para oknum juru parkir (jukir) liar diberikan sanksi tegas, mulai dari pembinaan hingga proses pidana. Salah satu opsi yang disampaikan adalah pembinaan melalui barak militer.
“Kalau mau dibarakmiliterkan, kemudian mengikuti pelatihan, lalu diarahkan bekerja di sektor tertentu. Bisa direkrut menjadi tenaga parkir resmi,” ujar Dedi.
Menurutnya, pendekatan tersebut bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menata sistem parkir sekaligus memberdayakan masyarakat.
Pemprov Jabar Tegaskan Perang terhadap Pungli
Dedi juga mengirimkan pesan kepada seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat untuk menindak tegas segala bentuk pungutan liar yang hanya menguntungkan segelintir orang.
“Harus mulai fokus pada penataan. Tidak boleh lagi ada parkir liar, pungutan liar, maupun koordinator pedagang yang hanya memperkaya beberapa orang dan membuat Kota Bandung jadi kumuh,” tegasnya.
Pemprov Jabar, lanjut Dedi, tidak akan ragu memberikan tindakan tegas, terutama menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, ketika arus wisatawan meningkat.
“Siapapun pelakunya, mau masyarakat biasa atau kelompok manapun, akan kita proses sesuai ketentuan hukum. Kota Bandung adalah kota pariwisata yang harus nyaman bagi pengunjung,” kata Dedi.
Pemkot Bandung: Oknum Jukir Sudah Diproses Polisi
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain memastikan pihaknya telah menindaklanjuti video viral pungli parkir di kawasan Braga. Saat ini, oknum jukir tersebut telah menjalani proses hukum oleh kepolisian.
“Sudah kita proses di polisi, sudah masuk pidana. Tapi karena jukirnya liar, memang sulit didata satu per satu. Meski begitu, setiap kejadian pasti akan kita awasi dan pantau,” ujar Iskandar.
Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan intensif guna menekan praktik parkir liar dan pungli di kawasan wisata Kota Bandung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











