Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai

Minggu, 29 Maret 2026 11:00 WIB

Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan

Minggu, 29 Maret 2026 10:31 WIB

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Minggu, 29 Maret 2026 10:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat
  • Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak
  • Gila! Beckham Putra Menggila, Timnas Indonesia Pesta Gol di GBK!
  • Banjir Reward! Intip Deretan Kode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026, Ada Skin SG2 dan Bundle Langka
  • Bukan Kaleng-Kaleng! Kode Redeem FF 29 Maret 2026: Sikat SG2 OPM dan Skin M1887 Gratis
  • Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi: Kemajuan Jabar Berawal dari Bahasa, Kuliner, Fashion, dan Seni Tradisi

By Putra JuangJumat, 18 Juli 2025 21:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dalam acara Pembukaan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2025 yang merupakan bagian dari rangkaian Sunda Karsa Fest, bertempat di Trans Convention Centre Bandung, Jumat (18/7/2025). Foto: bukamata.id/ Rizal Fadillah.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan empat pilar utama yang menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa: kemampuan bahasa, kekayaan kuliner, fashion, dan seni.

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi dalam acara Pembukaan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2025 yang merupakan bagian dari rangkaian Sunda Karsa Fest, bertempat di Trans Convention Centre Bandung, Jumat (18/7/2025).

“Kita tahu bahwa kemajuan sebuah bangsa itu diukur oleh empat hal: pertama, kemampuan bahasanya yang diterima oleh semua orang; kedua, makanannya; ketiga, pakaian atau fashion-nya; dan keempat, seninya,” ucap Dedi dalam sambutannya.

Dedi mengatakan bahwa bangsa yang memprioritaskan keempat elemen ini diyakini akan tumbuh menjadi bangsa yang besar tanpa perlu mengeksploitasi sumber daya alamnya secara berlebihan.

Baca Juga:  Tegas! Langgar Larangan Study Tour, Sekolah di Jabar Terancam Sanksi

Sebagai contoh, ia menyebut Amerika, Korea, dan Tiongkok yang ekonominya banyak berputar di sektor-sektor tersebut. Menurutnya, Jawa Barat pun memiliki nilai estetika yang sangat tinggi, yang perlu diintegrasikan ke dalam tradisi masyarakat.

“Estetika itu harus masuk ke dalam tradisi. Yang dimaksud tradisi adalah masyarakatnya tertradisi dengan makanan tradisi, pakaian tradisi, bahasa tradisi, dan seni tradisi,” jelasnya.

Baca Juga:  Aksi Tak Terpuji Oknum Bobotoh Rusak Stadion GBLA, Dedi Mulyadi: Pidana atau Kirim ke Barak Militer!

Dedi meyakini bahwa ketika keyakinan diri yang berasal dari tradisi ini dilengkapi dengan teknologi, maka bangsa tersebut akan mampu menguasai dunia. Ia berharap hal ini dapat menjadi inisiator bagi tumbuh kembangnya lingkungan di Jawa Barat.

Lebih lanjut, Kang Dedi Mulyadi (KDM), sapaan akrabnya, menjelaskan alasannya yang begitu konsen terhadap kebersihan, penataan bangunan liar, dan arsitektur warung-warung.

“Karena saya melihat kalau Jawa Barat ingin maju, kita sudah punya industri manufaktur yang kuat. Setelah industrinya baik, tinggal menata: menata kalamnya, menata makanannya, menata pakaiannya, dan menata perilaku hidup masyarakatnya,” paparnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bersama Ribuan Warga Jabar Salat Idul Fitri di Lapangan Gasibu Bandung

Dengan penataan menyeluruh ini, kata KDM, dirinya percaya Jawa Barat akan menjadi provinsi yang luar biasa, dengan siklus ekonomi yang berputar di dalam wilayahnya sendiri.

Dedi juga berharap agar ke depan, para bupati dapat turut mendesain warung-warung dan gerobak-gerobak di daerahnya masing-masing setelah wilayahnya tertata apik. Ia bahkan sedang dalam proses mendesain rumah-rumah panggung.

“Kalau semua sudah didesain, saya pikir orang Jawa Barat tidak perlu pergi jauh untuk berwisata. Tinggal di kampungnya sendiri pun sudah seperti berkeliling wisata,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi fashion tradisional Jabar Pekan Kerajinan Jawa Barat Sunda Karsa Fest 2025
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.