Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bosan ke Bandung? Intip 20 Hidden Gem di Indramayu yang Lagi Hits, Estetik Parah!

Selasa, 7 April 2026 20:24 WIB

Cuma di Sini! Nabung Bisa Berangkat Suroboyo 10K, Kuota Terbatas

Selasa, 7 April 2026 20:21 WIB

Bank bjb Berdayakan Penyandang Disabilitas Melalui Rumah Kreatif Luar Biasa

Selasa, 7 April 2026 20:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan ke Bandung? Intip 20 Hidden Gem di Indramayu yang Lagi Hits, Estetik Parah!
  • Cuma di Sini! Nabung Bisa Berangkat Suroboyo 10K, Kuota Terbatas
  • Bank bjb Berdayakan Penyandang Disabilitas Melalui Rumah Kreatif Luar Biasa
  • Menang 6-1, Bali United Tetap Tak Tenang! Persib Jadi Ancaman Nyata
  • Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Polemik Rumah & Nafkah: Rachel Vennya Pertimbangkan Jalur Pidana untuk Okin?
  • Persib Siap Final Lawan Bali United, JC Beri Peringatan Keras!
  • Wisuda Paling Santai Sedunia! Aksi Mahasiswa Gen Z Terima Ijazah Bikin Geleng Kepala
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 7 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Minta ASN Jangan Ngeluh Soal Perubahan Jam Kerja: Harus Bersyukur

By Aga GustianaSenin, 3 Maret 2025 16:42 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tidak mengeluh terkait perubahan jam operasional kerja pada bulan Ramadhan 2025.

Menurut Dedi, seharusnya para ASN tetap bersyukur jika dibandingkan denan para pekerja buruh yang notabene berpenghasilan terbatas dengan beban produksi tinggi.

“Saya tegaskan itu adalah bagian dari mindset berpikir kita yang harus segera dibenahi. Agar selesai Sahur, Salat Subuh tidak terus tidur lagi agar tidak terjadi kemacetan menuju kantor pada jam yang sama, sehingga Pemerintah ini menjadi solusi bagi berbagai problem di masyarakat,” ujar Dedi Mulyadi Senin (3/3/2025).

Dedi pun faham dengan kondisi ASN yang masih memerlukan adaptasi dengan kebijakan baru tersebut.

“Saya faham bahwa kebijakan itu ada juga yang tidak menerima dengan alasan kepagian, harus ngurus anak dulu, nganter anak dulu berbagai hal diucapkan,” terangnya.

“Ya maklum kebijakan yang baru di provinsi kalau di saya dulu jadi Bupati Purwakarta sudah bisa berjalan bertahun – tahun dan efektif,” tambahnya.

Baca Juga:  Momen Ridwan Kamil Belajar Tentang Jakarta ke Mantan Gubernur Fauzi Bowo

Dedi juga menekankan para ASN agar tidak berkeluh kesah dengan kebijakan baru ini karena tidak mengubah hak mereka dari segi pendapatan.

“Jadi ASN harus bersyukur banget. Kenapa? ASN itu produktif tidak produktif bekerja gajinya sama. Bahkan, di ASN itu kadang saya merasa prihatin kenapa yang rajin kerja gajinya segitu, yang males gajinya segitu,” ungkapnya.

“ASN itu nggak kerja pun gajinya bisa 13 kali bahkan 14 kali dengan istilah-istilah yang lain tunjang kinerjanya sangat luar biasa sangat tinggi menurut saya. Kemudian, jam kerjanya ya begitu, masuk pagi keluar sore dan setiap hari tidak ada perubahan, di ASN itu enggak ada PHK kecuali diberhentikan dengan alasan tertentu,” katanya.

Baca Juga:  APK Sekda Cimahi Bertebaran Jelang Pilkada 2024, KASN: Turunkan!

Dedi juga meminta para ASN untuk berkaca pada propfesi buruh pabrik yang notabene bekerja dengan pola kerja dengan jadwal shift. “Coba bayangkan dengan orang kerja di pabrik, ada yang shifnya masuknya jam 11 malam ada yang shifnya masuknya subuh digilir,” ungkapnya.

“Nah mereka itu ke pabriknya enggak pernah ngeluh tuh bagaimana anaknya bagaimana Saya ngantar anak sekolah dan mereka tuh dikerjakan mengejar target produksi produksinya harus sekian kalau tidak tercapai dimarahin bahkan di PHK,” tambahnya.

Baca Juga:  Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Kabupaten Bandung Sebut Kemungkinan ASN dan Kelapa Desa Terlibat Kampanye

Dedi Mulyadi juga mengungkapkan, PHK terjadi pada kalangan buruh karena persaingan pasar industri semakin sengit. “Hari ini banyak pabrik yang tutup karena mengalami problem marketing atau pasar sehingga barangnya tidak laku di pasaran akibat kebijakan dulu nih dulu impor yang salah yang mengakibatkan barang-barang di dalam negeri kalah bersaing oleh impor dari negara lain ini yang yang terjadi,” katanya.

“Untuk itu kepada para ASN di manapun berada mari bekerja dengan baik karena di ASN itu profesi yang menurut saya sangat beruntung, jangan terlalu banyak ngeluh – ngeluh, jangan terlalu banyak ngomong sana ngomong sini, apalagi ASN berkomentar di media sosial tentang sesuatu yang harus semestinya dia jalani,” terangnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ASN Dedi Mulyadi gubernur jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cuma di Sini! Nabung Bisa Berangkat Suroboyo 10K, Kuota Terbatas

Bank bjb Berdayakan Penyandang Disabilitas Melalui Rumah Kreatif Luar Biasa

Wisuda Paling Santai Sedunia! Aksi Mahasiswa Gen Z Terima Ijazah Bikin Geleng Kepala

Tak Digaji Sejak 2025! Dokter ASN ‘Dianaktirikan’, Dokter Kontrak Dibayar Full?

ilustrasi bansos

Lampu Kuning Ekonomi! Rupiah Terkapar Akibat ‘Perang’, APBN Mulai Terancam?

Alur Geger Aliran STJ di Tasikmalaya: Dari Larangan Salat Jumat Hingga Aksi Spontan Pembakaran oleh Warga

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Jangan Tertipu! Link Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ini Diduga Jebakan Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.