Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

10 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Tasikmalaya, Cocok untuk Liburan Singkat Bersama Keluarga

Rabu, 16 September 2026 15:10 WIB

Sambut HUT ke-36, JNE Gandeng Seniman Muklay Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan

Rabu, 16 September 2026 14:41 WIB

Tumbang Lawan Juventus, Jay Idzes Diprediksi Naik Meja Operasi dan Lewati ASEAN Cup 2026

Rabu, 16 September 2026 14:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 10 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Tasikmalaya, Cocok untuk Liburan Singkat Bersama Keluarga
  • Sambut HUT ke-36, JNE Gandeng Seniman Muklay Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan
  • Tumbang Lawan Juventus, Jay Idzes Diprediksi Naik Meja Operasi dan Lewati ASEAN Cup 2026
  • Aksi Jual Beli Data Pribadi Terbongkar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jadi Korban
  • Dinkes Bandung Temukan Kotoran dan Kecoa di SPPG Mandalajati, Sanitasi Dinilai Belum Lengkap
  • FAKTA MENGEJUTKAN! Di Balik Bantuan Mendadak Reza Arap Bangun 27 Sekolah di NTT
  • Persib Tanpa 2 Pilar di Seoul, FC Seoul Justru Akui Maung Bandung Bikin Khawatir
  • BRT Bandung Bikin Pusing! JPO di Cicadas Dikhawatirkan Terlalu Curam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Soroti Ketimpangan Dana Bantuan Sekolah, Janji Perbaiki Sistem Pendidikan di Jabar

By SusanaRabu, 29 Januari 2025 20:05 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: Instagram @dedimulyadi71.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, Dedi Mulyadi, menyampaikan kritik tajam terkait ketimpangan dalam distribusi bantuan untuk sekolah-sekolah di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan yayasan yang mengelola sekolah-sekolah favorit.

Dedi menilai banyak yayasan yang mendapatkan bantuan dari pemerintah meskipun sekolah mereka sudah memiliki fasilitas yang memadai dan biaya tinggi.

“Di Indonesia ini kita harus mulai selektif. Banyak yayasan yang sekolahnya sudah favorit, bayaran siswanya mahal, uang masuknya tinggi, dan mayoritas muridnya anak-anak orang kaya. Namun, mereka masih mendapatkan bantuan dari kementerian, kabupaten/kota, bahkan provinsi. Apakah ini adil?” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Rabu (29/1/2025).

Selain itu, Dedi juga menyoroti masalah penahanan ijazah di sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta, yang selama ini menjadi persoalan besar.

Baca Juga:  Viral! Rumah Janda 5 Anak Hampir Roboh, Kades Garut Marah saat Diviralkan, KDM Langsung Turun Tangan

Ia menyebutkan bahwa beberapa tahun lalu ada sekitar 13 ribu ijazah yang ditahan, dan hal ini menjadi salah satu tantangan yang harus diselesaikan dalam sistem pendidikan.

“Sekolah-sekolah mengajukan dana bantuan BOS baik negeri maupun swasta, dan kami persyaratkan waktu itu untuk memberikan dana jika mereka bisa mengembalikan ijazah siswa yang ditahan,” jelas Dedi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan, Cek Syarat dan Batas Waktunya

Dedi Mulyadi bertekad untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah yang menerima dana bantuan tidak lagi menahan ijazah siswa, karena menurutnya, dana BOS sudah cukup untuk mendukung operasional sekolah tanpa harus membebani orang tua siswa.

Di sisi lain, Dedi juga mengungkapkan bahwa tim transisi yang akan membantunya dalam pemerintahan nanti akan mengajak kepala sekolah berdiskusi secara terbuka mengenai pengelolaan dana bantuan sekolah.

Baca Juga:  Cegah Bencana Hidrometeorologi, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jabar

Menurutnya, banyak sekolah yang meminta sumbangan dari orang tua siswa dengan alasan kebutuhan tambahan, seperti pembangunan toilet atau mushola.

Ia menginginkan agar sekolah-sekolah tidak lagi bergantung pada sumbangan tersebut, dan pemerintah provinsi akan berupaya memenuhi kebutuhan dasar sekolah secara penuh.

“Sekarang kita rubah, bagaimana caranya kita tidak standar lagi, kita penuhi kebutuhan sekolah-sekolah pemerintah ini secara utuh agar tidak memungut lagi biaya tambahan, kecuali ada orang-orang kaya di sekolah itu yang ingin berinisiatif sendiri,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bantuan dana Dedi Mulyadi sekolah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Jual Beli Data Pribadi Terbongkar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jadi Korban

Dinkes Bandung Temukan Kotoran dan Kecoa di SPPG Mandalajati, Sanitasi Dinilai Belum Lengkap

BRT Bandung Bikin Pusing! JPO di Cicadas Dikhawatirkan Terlalu Curam

Kebakaran TPS Punclut Bandung Bikin Warga Waspada, Ada Ancaman Gas Metana

Pelecehan Seksual

Viral Aksi Ojol Diduga Lecehkan Bocah 8 Tahun di Bekasi, Pelaku Dibekuk di Tegal

Keracunan Makanan

Puluhan Siswa Sakit Usai Santap MBG, SPPG Padalarang Klaim Semua Sesuai SOP

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.