bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, Dedi Mulyadi, menyoroti masalah yang telah lama mengganggu dunia usaha, yaitu peran organisasi masyarakat (ormas) yang dianggap sering menciptakan kendala bagi pelaku industri.
Dalam pernyataannya, Dedi mengungkapkan bahwa banyak ormas yang mengklaim diri mereka berhak mengurus berbagai masalah yang seharusnya tidak menjadi tanggung jawab mereka.
“Banyaknya orang yang mengklaim diri sebagai ormas, satu ngurusin pembebasan tanah, dua ngurusin pembangunan pabrik, tiga ngurusin orang yang masuk kerja, empat ngurusin limbah pabrik, lima ngurusin barang yang masuk pabrik harus setor dulu parkir segala macam,” ungkap Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa (18/2/2025).
Menurut Dedi, hal ini telah menyebabkan dunia usaha menjadi tidak efisien dan terganggu sejak proses awal pendirian hingga produksi.
“Ini kan dari awal pendirian sampai produksi mereka terganggu,” ujarnya.
Para pengusaha, lanjutnya, membutuhkan kenyamanan agar dapat berkembang dan meningkatkan daya saing.
“Orang kan pengen kenyamanan, kelas menengah hidup kan kenyamanan, lagi makan aja gak boleh diganggu, lagi tidur aja gak boleh berisik,” kata Dedi.
Sementara itu, pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo menyatakan bahwa Indonesia, khususnya Jabar, sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi negara dengan daya saing tinggi, bahkan setara dengan Vietnam.
Hanya saja, menurutnya, potensi tersebut sering kali terkendala oleh peran ormas dan oknum yang mengganggu kelancaran bisnis.
“Jadi sebenarnya kita semua competitive advantage-nya Vietnam kita punya, tinggal satu begitu kita hilangin ormas dengan pengakuan ormas dan oknum-oknum tadi, jadi tentram, itu hatinya jadi tentram aja,” tutur Mardigu.
Sebagai informasi, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar terpilih, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan akan dilantik pada 20 Februari 2025 mendatang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











