Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Minggu Cuan! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 5 Juli 2026 Lewat Fitur DANA Kaget, Langsung Cair

Minggu, 5 Juli 2026 06:00 WIB
Game Free Fire

Panen Hadiah Minggu Pagi! Intip Bocoran Kode Redeem FF Hari Ini 5 Juli 2026, Ada Token SG2 Terbaru?

Minggu, 5 Juli 2026 02:00 WIB

Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Ada Derby Iberia Portugal vs Spanyol

Minggu, 5 Juli 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Minggu Cuan! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 5 Juli 2026 Lewat Fitur DANA Kaget, Langsung Cair
  • Panen Hadiah Minggu Pagi! Intip Bocoran Kode Redeem FF Hari Ini 5 Juli 2026, Ada Token SG2 Terbaru?
  • Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Ada Derby Iberia Portugal vs Spanyol
  • Kejutan Belum Usai, Bos Persib Beri Kisi-kisi Proyek Rahasia Setelah 10 Juli
  • Demi Target Asia! Persib Rombak Staf Kepelatihan, Datangkan Arsitek Fisik dan Taktik Kelas Eropa
  • Followersnya Kalahkan Populasi Negara Sendiri! Kisah Ajaib Vozinha Bikin Messi Frustrasi di Piala Dunia
  • Kode Keras di Video Perkenalan Ragnar Oratmangoen, Persib Segera Amankan Mariano Peralta?
  • Gebrakan Kelima Pangeran Biru: Ragnar Oratmangoen Resmi Merapat ke Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 5 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Sebut Transparansi Anggaran Bohong, Kenapa?

By SusanaSelasa, 18 Februari 2025 11:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah untuk memastikan bahwa dana publik digunakan secara efisien dan tepat sasaran.

Dedi mengungkapkan bahwa selama ini banyak anggaran yang seharusnya untuk sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan penanganan kemiskinan, justru sering disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak relevan, seperti seminar, studi banding, atau analisis yang tidak memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Seringkali kita terjebak dengan ungkapan anggaran pendidikan 40%, anggaran kesehatan 30%, anggaran penanganan masyarakat miskin 40%, kalimat-kalimat itu belum tentu benar,” kata Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa (18/2/2025).

Ia menyebutkan bahwa anggaran pendidikan, misalnya, sering kali tidak sepenuhnya digunakan untuk pengadaan buku yang layak untuk anak-anak sekolah, pembangunan ruang kelas baru, atau fasilitas pendidikan lainnya.

Baca Juga:  Sungai Citarum Kritis, Dedi Mulyadi Siapkan Langkah Tegas Atasi Pencemaran

Sebaliknya, anggaran tersebut seringkali dialihkan untuk kegiatan seperti studi banding atau seminar yang tidak memberikan manfaat signifikan bagi dunia pendidikan.

Begitu pula dengan anggaran kesehatan dan kemiskinan. Menurut Dedi, meskipun anggaran untuk kesehatan dan penanggulangan kemiskinan cukup besar, seringkali dana tersebut tidak digunakan untuk membeli alat kesehatan, membangun infrastruktur kesehatan, atau menyediakan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga:  Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026

Alih-alih, anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan administratif yang tidak langsung berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, seperti seminar atau pengarahan.

“Anggaran kemiskinan juga bisa begitu, judulnya penanganan kemiskinan isinya seminar di hotel, isinya studi banding,” tambahnya.

Sebagai solusinya, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya pembangunan analisis anggaran yang terbuka dan transparan kepada masyarakat.

Menurutnya, setelah dana terkumpul, anggaran harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan nyata masyarakat, seperti pembangunan ruang kelas atau infrastruktur yang mendukung sektor pendidikan dan kesehatan.

“Misalnya saya di Provinsi Jawa Barat, butuh ruang kelas apa TIK. Ruang kelasnya 60 miliar, TIK-nya 730 miliar. Ya butuh ruang kelas dong, ruang kelasnya yang harusnya 730 miliar, bukan TIK-nya,” jelas Dedi, memberikan contoh konkret tentang alokasi anggaran yang tepat.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pastikan Pemprov Jabar Bantu Anggaran PSU Tasikmalaya

Sebagai Gubernur Jabar terpilih, Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya keterbukaan anggaran di semua lembaga pemerintah, dari pusat hingga daerah.

Ia menyarankan agar anggaran dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, bahkan hingga tingkat satuan tiga di portal masing-masing lembaga pemerintah.

“Kalau itu gak diberikan, wah bohong transparansi,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anggaran Dedi Mulyadi Transparansi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.