Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris vs Murid’ 6 Menit, Picu Pencarian Massif hingga Muncul Dugaan Rekayasa dan Link Berbahaya

Selasa, 19 Mei 2026 03:00 WIB

Video Tukang Cilok Viral di Medsos, Link Diburu Netizen!

Selasa, 19 Mei 2026 02:00 WIB

Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2 Lebih Hot? Hati-hati Jebakan!

Selasa, 19 Mei 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris vs Murid’ 6 Menit, Picu Pencarian Massif hingga Muncul Dugaan Rekayasa dan Link Berbahaya
  • Video Tukang Cilok Viral di Medsos, Link Diburu Netizen!
  • Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2 Lebih Hot? Hati-hati Jebakan!
  • Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
  • Rumor Transfer Liga 1: Persija dan Persib Saling Sikut Berburu Tanda Tangan Mariano Peralta
  • Detik-Detik Menegangkan di Parepare: Persib Menang, Adam Alis Ungkap Fakta Mengejutkan
  • Video ‘Guru Bahasa Inggris’ Viral Picu Kekhawatiran Keamanan Digital, Netizen Diminta Waspada Link Palsu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Sebut Transparansi Anggaran Bohong, Kenapa?

By SusanaSelasa, 18 Februari 2025 11:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah untuk memastikan bahwa dana publik digunakan secara efisien dan tepat sasaran.

Dedi mengungkapkan bahwa selama ini banyak anggaran yang seharusnya untuk sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan penanganan kemiskinan, justru sering disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak relevan, seperti seminar, studi banding, atau analisis yang tidak memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Seringkali kita terjebak dengan ungkapan anggaran pendidikan 40%, anggaran kesehatan 30%, anggaran penanganan masyarakat miskin 40%, kalimat-kalimat itu belum tentu benar,” kata Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa (18/2/2025).

Ia menyebutkan bahwa anggaran pendidikan, misalnya, sering kali tidak sepenuhnya digunakan untuk pengadaan buku yang layak untuk anak-anak sekolah, pembangunan ruang kelas baru, atau fasilitas pendidikan lainnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Gunting Anggaran Media 94%, Pakar: Harus Terbuka Terima Kritik Masyarakat

Sebaliknya, anggaran tersebut seringkali dialihkan untuk kegiatan seperti studi banding atau seminar yang tidak memberikan manfaat signifikan bagi dunia pendidikan.

Begitu pula dengan anggaran kesehatan dan kemiskinan. Menurut Dedi, meskipun anggaran untuk kesehatan dan penanggulangan kemiskinan cukup besar, seringkali dana tersebut tidak digunakan untuk membeli alat kesehatan, membangun infrastruktur kesehatan, atau menyediakan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Soroti Layanan Pajak Lemot, Usulkan Sistem Cicilan Harian

Alih-alih, anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan administratif yang tidak langsung berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, seperti seminar atau pengarahan.

“Anggaran kemiskinan juga bisa begitu, judulnya penanganan kemiskinan isinya seminar di hotel, isinya studi banding,” tambahnya.

Sebagai solusinya, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya pembangunan analisis anggaran yang terbuka dan transparan kepada masyarakat.

Menurutnya, setelah dana terkumpul, anggaran harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan nyata masyarakat, seperti pembangunan ruang kelas atau infrastruktur yang mendukung sektor pendidikan dan kesehatan.

“Misalnya saya di Provinsi Jawa Barat, butuh ruang kelas apa TIK. Ruang kelasnya 60 miliar, TIK-nya 730 miliar. Ya butuh ruang kelas dong, ruang kelasnya yang harusnya 730 miliar, bukan TIK-nya,” jelas Dedi, memberikan contoh konkret tentang alokasi anggaran yang tepat.

Baca Juga:  Proyek 'Satu Napas' Dedi Mulyadi: Menata Monju, Menghapus Kesemrawutan Kota Bandung

Sebagai Gubernur Jabar terpilih, Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya keterbukaan anggaran di semua lembaga pemerintah, dari pusat hingga daerah.

Ia menyarankan agar anggaran dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, bahkan hingga tingkat satuan tiga di portal masing-masing lembaga pemerintah.

“Kalau itu gak diberikan, wah bohong transparansi,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anggaran Dedi Mulyadi Transparansi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

Heboh Sosok Sambo di Bali! Bukan Polisi, Tapi Kerjaan Seharinya Jauh Lebih Bikin Merinding!

Tragis! Pria Hanyut di Sungai Cikapundung Ditemukan Tewas di Batujajar

Bikin Malu Tuan Rumah! Peselancar Putri Indonesia Ini Cetak Rekor yang Belum Pernah Ada!

Klarifikasi Atau Settingan? Misteri Pria Gondrong Demo Pati di Kantor Intel Kodim!

Regenerasi Emas Persib Dimulai dari Sini, Piala Wali Kota Bandung Jadi Kawah Candradimuka Pesepakbola Muda

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Adu Mekanik di Bursa Transfer: Persib Tantang Klub Yunani Demi Amankan Tanda Tangan Bintang Brasil
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.