bukamata.id – Wajah kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) dipastikan akan segera berubah.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk melakukan penataan menyeluruh agar ikon sejarah tersebut memiliki estetika yang selaras dengan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu.
Tahap Awal: Pembersihan dan Penyelarasan Desain
KDM menyampaikan bahwa langkah pertama yang diambil pemerintah provinsi adalah melakukan aksi kebersihan total di area tersebut.
Menurutnya, kawasan Monju tidak bisa berdiri sendiri secara visual, melainkan harus menjadi satu kesatuan desain dengan kawasan sekitarnya.
“Langkah pertama kita lakukan penataan dan pembersihan dulu. Berikutnya, dibuat desainnya agar Monju dengan Gedung Sate menjadi satu kesatuan napas,” ucap KDM ditemui di Balai Pakuan, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026).
Penataan ini merupakan kelanjutan dari program revitalisasi kawasan publik yang sebelumnya telah berhasil menyentuh area Dipati Ukur. KDM berharap masyarakat bisa beradaptasi dengan perubahan ini demi kenyamanan bersama.
“Iya, jadi Gasibu-Monju nanti tertata dan kita kan sudah ke kawasan di Dipati Ukur tuh, sudah rapi, sudah bersih,” ujarnya.
Nasib PKL Pasar Minggu Masih Diidentifikasi
Salah satu poin krusial dalam penataan ini adalah keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kerap memadati kawasan Monju setiap hari Minggu.
Menanggapi kekhawatiran para pedagang dan warga, KDM menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan mendalam.
“Soal PKL, hari ini saya identifikasi dulu. Nanti setelah itu baru ada langkah tentang PKL yang ada di sana ketika hari Minggu. Saya tidak mau bicara banyak dulu (soal teknisnya) supaya tidak salah paham,” katanya.
Menuju Bandung yang Lebih Rapi
KDM menyadari bahwa perubahan status quo dari kawasan yang sebelumnya semrawut menjadi tertata pasti akan menuai pro dan kontra. Namun, ia optimis bahwa standar kebersihan yang lebih tinggi akan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Bandung.
“Tentunya ada yang merasa nyaman dengan kebersihan, ada juga yang mungkin merasa nyaman dengan kesemrawutan. Ya mudah-mudahan semua orang bisa memahami tujuan penataan ini,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








