Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kejutan di Tengah Persiapan Persib! Oh In-kyun Muncul, FC Seoul Langsung Dibongkar

Rabu, 16 September 2026 16:04 WIB

82 Bangunan Berdiri di Area Pemakaman Pandu, Pemkot Bandung Mulai Siapkan Penertiban

Rabu, 16 September 2026 15:54 WIB

Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!

Rabu, 16 September 2026 15:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kejutan di Tengah Persiapan Persib! Oh In-kyun Muncul, FC Seoul Langsung Dibongkar
  • 82 Bangunan Berdiri di Area Pemakaman Pandu, Pemkot Bandung Mulai Siapkan Penertiban
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Korban Ledakan Gas Mandalajati Meninggal, Walikota: Kami Sangat Berduka
  • Babi Hutan Nyasar ke Puskesmas di Cianjur, Bikin Warga dan Pasien Panik
  • Lahan Kebakaran Cihanja Bandung Disegel, Farhan Curigai Ada Transaksi Sampah dari Luar Kota
  • 10 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Tasikmalaya, Cocok untuk Liburan Singkat Bersama Keluarga
  • Sambut HUT ke-36, JNE Gandeng Seniman Muklay Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KemenHAM Jabar Nilai Program Pendidikan Karakter Dedi Mulyadi Sebagai Solusi Konkret

By SusanaSenin, 5 Mei 2025 16:30 WIB2 Mins Read
Pendidikan Karakter. Foto: Instagram @dedimulyadi71.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program pendidikan karakter bagi siswa bermasalah yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terus menjadi polemik di tengah masyarakat.

Meski telah berjalan di beberapa wilayah seperti Purwakarta dan Kota Bandung, kritik terhadap program ini terus bermunculan, terutama soal keterlibatan institusi militer dalam proses pendidikan bagi siswa sipil.

Salah satu pihak yang menyoroti adalah Komnas HAM, yang menilai bahwa pendidikan bagi warga sipil, termasuk siswa sekolah, semestinya bukan berada di bawah kewenangan institusi militer. Kritik ini semakin menguat karena program tersebut belum dilandasi kajian regulatif yang matang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil KemenHAM) Jabar, Hasbullah, mengatakan bahwa program ini muncul sebagai upaya pragmatis dalam mencari solusi atas kenakalan remaja yang tak kunjung terselesaikan secara nasional.

Baca Juga:  Profil Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara yang Jadi Sorotan Usai Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi

“Masalah kenakalan anak-anak ini sudah menahun. Dari program-program pusat pun, tidak ada langkah konkret yang bisa dijalankan secara efektif,” ujar Hasbullah, Senin (5/5/2025).

Hasbullah mengakui bahwa secara regulasi, kebijakan ini memang menimbulkan perdebatan. Pasalnya, belum ada kajian resmi yang melibatkan para ahli, baik dari sisi kebijakan publik, hukum, maupun HAM.

“Dalam tata kelola pemerintahan yang baik, seharusnya ada kajian kebijakan, analisis risiko, dan evaluasi dampak. Tapi saya juga memahami bahwa Dedi Mulyadi cenderung pragmatis, dan mungkin masyarakat pun sudah lelah dengan diskusi yang tidak berujung pada solusi nyata,” jelasnya.

Baca Juga:  Dari Keamanan Hingga Infrastruktur, Ini Jurus Jabar Gaet Investor di WJIS 2025

Terkait potensi pelanggaran HAM, Hasbullah menilai hal itu bergantung pada sudut pandang masing-masing.

“Ketakutan masyarakat bahwa siswa akan mendapat perlakuan kasar saat dibina di lingkungan militer sebenarnya belum terbukti. Berdasarkan konten-konten yang dipublikasikan, seperti di kanal YouTube Dedi Mulyadi, pendekatannya justru menekankan pada pembentukan karakter dan melibatkan peran serta orang tua,” katanya.

Ia menegaskan, program tersebut dijalankan atas dasar persetujuan dari orang tua siswa, bukan pemaksaan.

“Jika orang tua sudah tidak mampu membina anaknya dan menitipkan mereka dengan ikhlas untuk mendapat pembinaan, kenapa tidak? Yang penting evaluasi tetap dilakukan,” imbuhnya.

Baca Juga:  140 Hektare Kebun Teh Hilang, Menguak Penjarahan Pangalengan dan Ancaman Banjir Bandang yang Mengintai

Hasbullah menyoroti bahwa selama ini belum ada solusi yang benar-benar konkret untuk masalah kenakalan remaja.

“Setiap kali ada tawuran pelajar yang menelan korban, yang muncul hanya pernyataan belasungkawa dan harapan semoga jadi yang terakhir. Tapi langkah konkret tak pernah terlihat,” tuturnya.

Ia berharap ke depan, Pemprov Jabar dapat melibatkan Kanwil KemenHAM dalam merumuskan program-program berbasis karakter dan HAM.

“Kalau kita lihat konten-konten dari KDM, 90 persen menyentuh isu-isu HAM, seperti lingkungan hidup, anak, dan pelayanan publik. Kanwil KemenHAM tentu sangat mengapresiasi jika bisa dilibatkan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi pendidikan karakter
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

82 Bangunan Berdiri di Area Pemakaman Pandu, Pemkot Bandung Mulai Siapkan Penertiban

Korban Ledakan Gas Mandalajati Meninggal, Walikota: Kami Sangat Berduka

Babi Hutan Nyasar ke Puskesmas di Cianjur, Bikin Warga dan Pasien Panik

Lahan Kebakaran Cihanja Bandung Disegel, Farhan Curigai Ada Transaksi Sampah dari Luar Kota

Aksi Jual Beli Data Pribadi Terbongkar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jadi Korban

Dinkes Bandung Temukan Kotoran dan Kecoa di SPPG Mandalajati, Sanitasi Dinilai Belum Lengkap

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.