Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif

Rabu, 13 Mei 2026 19:51 WIB

Kelas Bos! Lihat Apa yang Dilakukan Pria Ini Saat Sulap Dinding Kusam Jadi Emas!

Rabu, 13 Mei 2026 19:34 WIB

13 Kiai Pengasuh Pesantren di Jabar Diduga Tertipu Janji Dapur MBG, Kerugian Capai Ratusan Juta

Rabu, 13 Mei 2026 19:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif
  • Kelas Bos! Lihat Apa yang Dilakukan Pria Ini Saat Sulap Dinding Kusam Jadi Emas!
  • 13 Kiai Pengasuh Pesantren di Jabar Diduga Tertipu Janji Dapur MBG, Kerugian Capai Ratusan Juta
  • 7 Pemain Timnas di Persib vs PSM, Pertarungan Gengsi Tak Terhindarkan
  • Maung Bandung Beraksi! Intip 6 Pemain Incaran Persib: Dari Kapten Persebaya hingga Kiper Belanda
  • Drama El Clasico di Samarinda: Rizky Ridho Buka Suara Soal Ketegangan dengan Beckham Putra
  • Polda Jabar Ungkap 474 Kasus Narkoba dalam Dua Bulan, 593 Tersangka Diamankan
  • Terungkap! Pelaku Kerusuhan Diduga Konsumsi Psikotropika sebelum Anarkis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Gunting Anggaran Media 94%, Pakar: Harus Terbuka Terima Kritik Masyarakat

By Aga GustianaRabu, 16 April 2025 12:53 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Iqbal Muzaffar/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Keputusan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memangkas anggaran kerja sama media massa hingga 94% menimbulkan sorotan tajam dari berbagai pihak. Langkah ekstrem ini disebut sebagai bentuk pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran publikasi, namun dinilai mengandung risiko terhadap keberlangsungan ekosistem media, khususnya media cetak lokal.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menjelaskan bahwa kebijakan Dedi pada dasarnya adalah implementasi dari Inpres tersebut. Namun, besaran pemangkasan yang jauh melebihi perkiraan awal (30-40%) menimbulkan pertanyaan.

“Kepala daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat, memang harus mengikuti amanat Inpres tersebut. Namun, angka pemotongan hingga 94% jelas di luar ekspektasi awal,” ujar Kristian, Rabu (16/4/2025).

Baca Juga: Pangkas Anggaran Media Massa, Dedi Mulyadi Andalkan Kekuatan Emak-Emak TikTok

Baca Juga:  Didukung Bima Arya di Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi: Terima Kasih Sahabatku Tercinta

Meskipun mendukung efisiensi dan peralihan ke media digital, Kristian mengingatkan untuk tidak mengabaikan nasib ekosistem media, khususnya media cetak skala kecil dan menengah (UMKM). Ia menekankan perlunya rencana mitigasi agar para pelaku usaha dan karyawan media tidak terdampak secara signifikan.

“Perlu ada rencana perlindungan dan adaptasi bagi aktor-aktor dalam ekosistem media cetak agar transisi ini tidak memukul mereka terlalu keras,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kristian menekankan bahwa modernisasi komunikasi publik melalui media digital harus dibarengi dengan ruang partisipasi publik yang lebih terbuka.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada legitimasi kebijakan melalui media internal, tetapi juga membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.

“Penggunaan media sosial merupakan langkah positif, tetapi ruang bagi publik untuk memberikan masukan harus ada bahkan harus semakin terbuka terhadap partisipasi publik,” ujarnya.

Baca Juga:  Tim Pemenangan Dedi-Erwan Bertransformasi Jadi Forum Jawa Barat Istimewa, Ini Tugasya

Baca Juga: Dedi Mulyadi Genjot Pembangunan Ruang Kelas, Targetkan Semua Sekolah Negeri Siap Pakai di 2026

Kemudian, Kristian juga menyoroti pentingnya penguatan media digital pemerintah sebagai kanal sosialisasi kebijakan. Ia mendorong peningkatan kualitas konten digital, pemanfaatan media sosial yang efektif, serta peningkatan kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengelola komunikasi digital.

“Standar format media digital perlu ditata, ASN harus dilatih, dan harus ada riset rutin soal keterlibatan masyarakat dalam mengakses informasi digital dari pemerintah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa biaya pencitraan yang sebelumnya mencapai Rp49 miliar per tahun, kini dipangkas drastis menjadi hanya Rp3 miliar.

Diketahui, biaya pencitraan yang dimaksud Dedi merupakan anggaran kerja sama antara Pemprov Jabar dengan media massa.

Baca Juga:  Pesta Pernikahan Berakhir Petaka, Polisi Telusuri Peran EO di Pernikahan Putra KDM

“Kalau bicara pencitraan, saya katakan sekali lagi, biaya pencitraan Provinsi Jawa Barat turun. Dulu anggaran provinsi kerja sama dengan media itu Rp49 miliar per tahun, sekarang sama saya diturunkan jadi Rp3 miliar,” ucap Dedi dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Jadi ke-111 Kota Sukabumi, dikutip YouTube Lembur Pakuan Channel, Rabu (16/4/2025).

Dirinya berkelakar bahwa “tim buzzer” yang sebenarnya adalah para emak-emak yang aktif menggunakan platform tersebut.

“Terus kenapa selalu rame? Bukan tim buzzer tapi si Icih pada punya TikTok. Kan orang Sukabumi, orang dari mana-mana sekarang mah rakyat sudah bisa bercerita, begitu cerita suka sama saya langsung berkomentar, nenek nenek semua pada beli kuota,” katanya sambil tertawa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anggaran Dedi Mulyadi HL jawa barat pengamat publikasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif

13 Kiai Pengasuh Pesantren di Jabar Diduga Tertipu Janji Dapur MBG, Kerugian Capai Ratusan Juta

peredaran narkoba

Polda Jabar Ungkap 474 Kasus Narkoba dalam Dua Bulan, 593 Tersangka Diamankan

Terungkap! Pelaku Kerusuhan Diduga Konsumsi Psikotropika sebelum Anarkis

Bayar Pajak Kendaraan Lebih Cuan! bank bjb Tebar Cashback hingga Rp100 Ribu via Aplikasi DIGI

Ada Sekolahmu? Ini Daftar Lengkap 41 Calon Sekolah Maung di Jabar

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.