Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris, Pakar Ungkap Risiko Serius di Balik Link Palsu dan Ancaman Keamanan Digital

Selasa, 19 Mei 2026 05:00 WIB

Jadwal Lengkap Puasa Idul Adha 2026, Ini Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU!

Selasa, 19 Mei 2026 04:00 WIB

Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris vs Murid’ 6 Menit, Picu Pencarian Massif hingga Muncul Dugaan Rekayasa dan Link Berbahaya

Selasa, 19 Mei 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris, Pakar Ungkap Risiko Serius di Balik Link Palsu dan Ancaman Keamanan Digital
  • Jadwal Lengkap Puasa Idul Adha 2026, Ini Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU!
  • Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris vs Murid’ 6 Menit, Picu Pencarian Massif hingga Muncul Dugaan Rekayasa dan Link Berbahaya
  • Video Tukang Cilok Viral di Medsos, Link Diburu Netizen!
  • Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2 Lebih Hot? Hati-hati Jebakan!
  • Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
  • Rumor Transfer Liga 1: Persija dan Persib Saling Sikut Berburu Tanda Tangan Mariano Peralta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Defisit dan Dugaan KKN, Demonstran Gempur Kantor Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 20 Januari 2026 19:50 WIB2 Mins Read
Sejumlah massa dari aliansi pemuda, mahasiswa, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggelar aksi demonstrasi di Gedung Sate, Selasa (20/1/2026). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah massa dari aliansi pemuda, mahasiswa, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggelar aksi demonstrasi di Gedung Sate, Selasa (20/1/2026). Mereka menuntut Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan audit teknis dan investigatif terhadap sejumlah proyek infrastruktur yang dibiayai APBD.

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Dengan satu unit mobil komando, massa menyampaikan orasi dan tuntutan di depan kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Dalam pernyataan sikapnya, massa mendesak Pemprov Jawa Barat untuk mengevaluasi tata kelola anggaran dan proses pengadaan barang dan jasa, khususnya di sektor infrastruktur.

“Kami mendesak Pemprov membuka data dan dokumen proyek kepada publik agar transparan,” demikian salah satu tuntutan yang disampaikan melalui pengeras suara.

Baca Juga:  Cagub Dedi Mulyadi Paparkan 4 Pilar Pembangunan di Debat Perdana Pilgub Jabar

Selain transparansi, mereka juga menuntut adanya audit teknis dan audit investigatif independen, terutama terhadap sejumlah proyek infrastruktur yang diduga bermasalah pada APBD 2025.

Salah satu contoh yang disorot adalah Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU). Dugaan persoalan proyek tersebut, menurut massa, diperkuat oleh sejumlah video viral masyarakat yang menampilkan kualitas pekerjaan di lapangan.

“Termasuk mendorong agar ditelusuri penyebab defisit anggaran sekitar Rp600 miliar,” ujar salah satu orator.

Tak hanya itu, aliansi juga menuntut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mencopot serta memberikan sanksi tegas kepada pejabat yang terbukti gagal dalam mengelola anggaran.

Baca Juga:  Disebut Biang Kerok Kericuhan Bandung, Siapa Anarko Sindikalisme dan Apa Tujuannya?

“Kami juga menuntut agar dihentikan praktik mutasi dan promosi jabatan yang tidak berbasis kinerja dan integritas,” tegas mereka.

Massa menilai, kondisi tunda bayar APBD 2025 menjadi salah satu indikator buruknya tata kelola keuangan daerah. Menurut mereka, defisit anggaran mencerminkan pengelolaan keuangan yang belum dijalankan secara efektif, efisien, dan bertanggung jawab.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menjelaskan kondisi tunda bayar yang berdampak pada tertundanya pembayaran sejumlah proyek pembangunan. Ia menyebut, persoalan itu berkaitan dengan penerimaan daerah yang tidak sepenuhnya sesuai target, termasuk tersendatnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kritik Kurangnya Kepekaan Kepala Desa

“Sesuai dengan dugaan saya adalah bahwa tingkat pendapatan sebenarnya sudah dipasang sangat tinggi. Karena dipasang sangat tinggi, walaupun tercapai 94 persen tetap tidak mencukupi belanja pembangunan,” kata Dedi dalam video yang diunggah melalui akun media sosialnya, Sabtu (3/1/2026).

Dedi juga menyampaikan optimisme bahwa persoalan tunda bayar tersebut dapat dituntaskan pada Januari 2026. Ia memperkirakan akan ada pemasukan ke kas daerah sekitar Rp2 triliun pada bulan tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

audit proyek APBD Dedi Mulyadi demo Jawa Barat Gedung Sate transparansi anggaran tunda bayar APBD
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jadwal Lengkap Puasa Idul Adha 2026, Ini Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU!

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

Heboh Sosok Sambo di Bali! Bukan Polisi, Tapi Kerjaan Seharinya Jauh Lebih Bikin Merinding!

Tragis! Pria Hanyut di Sungai Cikapundung Ditemukan Tewas di Batujajar

Bikin Malu Tuan Rumah! Peselancar Putri Indonesia Ini Cetak Rekor yang Belum Pernah Ada!

Klarifikasi Atau Settingan? Misteri Pria Gondrong Demo Pati di Kantor Intel Kodim!

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Adu Mekanik di Bursa Transfer: Persib Tantang Klub Yunani Demi Amankan Tanda Tangan Bintang Brasil
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.