Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris, Pakar Ungkap Risiko Serius di Balik Link Palsu dan Ancaman Keamanan Digital

Selasa, 19 Mei 2026 05:00 WIB

Jadwal Lengkap Puasa Idul Adha 2026, Ini Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU!

Selasa, 19 Mei 2026 04:00 WIB

Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris vs Murid’ 6 Menit, Picu Pencarian Massif hingga Muncul Dugaan Rekayasa dan Link Berbahaya

Selasa, 19 Mei 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris, Pakar Ungkap Risiko Serius di Balik Link Palsu dan Ancaman Keamanan Digital
  • Jadwal Lengkap Puasa Idul Adha 2026, Ini Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU!
  • Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris vs Murid’ 6 Menit, Picu Pencarian Massif hingga Muncul Dugaan Rekayasa dan Link Berbahaya
  • Video Tukang Cilok Viral di Medsos, Link Diburu Netizen!
  • Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2 Lebih Hot? Hati-hati Jebakan!
  • Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
  • Rumor Transfer Liga 1: Persija dan Persib Saling Sikut Berburu Tanda Tangan Mariano Peralta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kritik Kurangnya Kepekaan Kepala Desa

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 26 Agustus 2025 18:02 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti rendahnya kepekaan sebagian kepala desa terhadap kondisi warganya. Menurutnya, berbagai problem sosial di desa muncul karena aparatur desa kurang peduli terhadap kebutuhan masyarakat.

Dedi menegaskan, kepala desa harus lebih terbuka dalam menerima keluhan warga. Hal ini disampaikan saat ditemui di Gedung Sate, Selasa (26/8/2025).

“Kepala desa itu harus mulai peka terhadap lingkungan, kemudian terbuka terhadap keluhan warga. Berbagai problem yang muncul saat ini kan akibat tidak pekanya terhadap urusan masyarakat,” kata Dedi.

Contoh Kasus di Sukabumi

Ia mencontohkan kasus meninggalnya Raya, seorang anak di Sukabumi. Setelah bertemu dengan ayah Raya, Dedi menemukan fakta bahwa sang ayah yang bekerja sebagai tukang pijat kepala desa justru menderita bronkitis, sementara istrinya terkena TBC. Namun, keduanya tidak mendapat pengobatan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tak Takut Lawan Pelaku Penambang Ilegal

“Sekarang masa mijitin Pak Kades setiap hari, kemudian bapaknya Raya itu kena bronkitis, ibunya kena TBC, kok nggak sampai diobatin. Kalau bicara tidak ada uang untuk berobat, kan saya sudah membuka diri. Udah lapor Gubernur ditanganin, kan nggak ada masalah,” ujarnya.

Dedi menilai persoalan ini terjadi karena aparatur desa tidak memiliki kepekaan sosial. Padahal, menurutnya, kesehatan warga seharusnya menjadi perhatian utama.

Baca Juga:  RPJMD Jabar Disahkan, Dedi Mulyadi Siap Rombak Desa dan Satukan BUMD

Hilangnya Ketokohan di Desa

Selain soal kepekaan, Dedi juga menyoroti hilangnya ketokohan di desa. Menurutnya, saat ini desa kehilangan figur-figur penting yang mampu menjadi teladan dalam pembangunan.

“Desa itu kehilangan tokoh loh sekarang. Tokoh yang ngerti lingkungan, pertanian, kehutanan, tata bangunan, tata ruang, sampai tokoh adat tuh hilang dari desa hari ini,” jelasnya.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan generasi terdahulu. Menurut Dedi, orang tua dulu mampu membangun sawah, jalan, hingga saluran irigasi secara gotong royong tanpa anggaran besar.

Baca Juga:  Dugaan Tebang Pilih Penertiban di Puncak Bogor, Restoran Asep Stroberi Jadi Sorotan

“Bayangin aja orang tua kita dulu bisa membuat sawah di desa-desa tanpa anggaran, bisa membangun jalan tanpa anggaran, bisa membuat selokan tanpa anggaran. Nah sekarang yang sudah ada anggarannya, kenapa kalah sama tokoh-tokoh dulu?” tegasnya.

Pentingnya Peran Teladan

Dedi menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran tokoh desa agar bisa menjadi inspirasi dalam pembangunan. Baginya, pembangunan desa tidak hanya soal anggaran, tetapi juga kepemimpinan dan keteladanan.

“Sehingga sekarang di desa harus dihidupkan kembali ketokohan, yang tokoh itu menjadi inspiratif pembangunan,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat Kepala Desa Kepekaan Sosial Pembangunan Desa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jadwal Lengkap Puasa Idul Adha 2026, Ini Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU!

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

Heboh Sosok Sambo di Bali! Bukan Polisi, Tapi Kerjaan Seharinya Jauh Lebih Bikin Merinding!

Tragis! Pria Hanyut di Sungai Cikapundung Ditemukan Tewas di Batujajar

Bikin Malu Tuan Rumah! Peselancar Putri Indonesia Ini Cetak Rekor yang Belum Pernah Ada!

Klarifikasi Atau Settingan? Misteri Pria Gondrong Demo Pati di Kantor Intel Kodim!

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Adu Mekanik di Bursa Transfer: Persib Tantang Klub Yunani Demi Amankan Tanda Tangan Bintang Brasil
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.