Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

Selasa, 19 Mei 2026 22:47 WIB

Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen

Selasa, 19 Mei 2026 22:16 WIB
ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Selasa, 19 Mei 2026 21:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya
  • Laga Terakhir Super League 2026: Persib Ditinggal Marc Klok, Ini Kondisi Tim
  • Geger! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Viral, Warganet Temukan Kejanggalan
  • Link Video Viral “TKW Taiwan 3 Vs 1” Diincar Netizen, Waspada Jebakan Siber!
  • Menuju Tangga Juara, Manajemen Persib Akhirnya Buka-bukaan Soal Masa Depan Bojan Hodak
  • Ambisi Juara Ternoda, Persib Bandung Terpaksa ‘Bakar Uang’ Rp5 Miliar Akibat Sanksi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Deteksi Dini Kanker, Bio Farma Siapkan Produksi Radiofarmaka

By Putra JuangSenin, 9 September 2024 19:02 WIB4 Mins Read
Direktur utama PT Bio Farma, Shadiq Akasya. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – PT Bio Farma (Persero) tengah menyiapkan produksi radiofarmaka yang merupakan hasil perkembangan teknologi kedokteran nuklir untuk mendeteksi kanker secara dini.

Direktur utama PT Bio Farma, Shadiq Akasya mengatakan, produksi radiofarmaka ini merupakan salah satu komitmen Bio Farma dalam mendukung kemandirian bangsa di bidang kesehatan.

Menurutnya, pengembangan produk Radiofarmaka yang merupakan produk kesehatan modern yang berbasis teknologi nuklir ini, memiliki peran sangat penting dalam diagnostik dan terapi berbagai penyakit.

“Radiofarmaka akan menjadi bagian penting bagi ekosistem kesehatan masa depan, dan kami akan mengembangkan produk-produk bagi masyarakat dengan teknologi yang lebih modern,” ucap Shadiq saat Kick Off Radiofarmaka di Fasilitas Cyclotron Bio Farma di Cikarang Selatan, Senin (9/9/2024).

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), menunjukan bahwa sebagian besar negara belum menyediakan layanan kanker yang memadai dalam jangkauan kesehatan universal. Bahkan, kanker menjadi penyebab kematian kedua di dunia dengan 9,6 juta kematian per tahun.

Oleh karena itu, Bio Farma akan menunjukkan pentingnya produksi radiofarmaka dalam mendeteksi dini menangani penyakit kanker guna menurunkan angka kematian.

Baca Juga:  Konsisten Tingkatkan Kualitas Ekspor, Bio Farma Raih Primaniyarta Award 10 Kali

“Hal ini menjadi solusi yang diharapkan oleh pasien, dengan penyakit yang sulit terdeteksi pada tahap awal,” ujarnya.

Shadiq mengatakan, fasilitas ini dibangun dengan menggunakan mesin berteknologi terkini dari general elektrik yang dapat menghasilkan 7.600 millicurie FGD, proses produk yang sangat mendukung untuk kebutuhan diagnostik.

“Dari analisis bahwa setiap orang hanya memerlukan 10 milicurrie, jadi dengan hanya satu kali produksi di Radiofarmaka Cyclotron Bio Farma ini bisa menghasilkan sekitar 70 persen yang dapat ditangani, dari hasil produksi kami. Seandainya memerlukan kita bisa berproduksi sampai 2 atau 3 kali proses,” terangnya.

Shadiq mengklaim, produk ini dapat memenuhi kebutuhan untuk daerah Jabodetabek dan kota besar di Indonesia dengan menggunakan sarana transportasi darat dan udara yang telah berkerja sama.

“Kebetulan kami memilih bandara yang ada di Halim jadi lebih mudah untuk tujuan Surabaya, Makasar, Medan, kemudian Denpasar dan Yogyakarta,” imbuhnya.

Terhadap pemenuhan produk, kata Shadiq, Bio Farma didukung oleh Bapeten dan BPOM untuk menjamin keamanan dan kualitas dari produk yang dihasilkan.

Baca Juga:  Cegah Virus Influenza, Pandawara Group Jalani Vaksinasi di Immunicare Bio Farma Bandung

“Sedangkan untuk operation kami didukung oleh cyclotech dari Australia yang telah lama mengoperasikan produk Cyclotron tersebut,” ujarnya.

Dalam memudahkan pelayanan, pemesanan produk dapat melalui digital online dan langsung terhubung real time kepada sistem Bio Farma.

“Sistem ini bisa digunakan oleh rumah sakit yang terhubung. Serta kami menggunakan track and trace untuk memantau aktivitas dan distribusi sehingga berjalan dengan baik,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Bio Farma juga melakukan penandatanganan dengan 10 rumah sakit dengan memanfaatkan produk FGD dari Bio Farma.

“Dengan masuknya Bio Farma ke dalam ekosistem ini berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pelayanan kesehatan modern yang lebih tinggi, efektif, dan terjangkau,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi kepada Bio Farma atas upaya mereka dalam memproduksi radiofarmaka.

Budi mengatakan, pihaknya akan menambah alat deteksi kanker atau Positron Emission Tomography (PET) scan di 16 rumah sakit milik pemerintah.

Baca Juga:  Setelah Bio Farma, 9 Negara Delegasi OIC Comstech Fellowship Program Ikuti Pelatihan di Unpad

“Jadi sekarang pemerintah akan beli 18 PET scan, dan ini akan tersebar di 16 rumah sakit pemerintah di seluruh pulau,” ucap Budi.

“21 PET scan ini nanti akan dilengkapi oleh rumah sakit swasta yang akan menambah lagi 8, jadi total harapannya dalam 2 tahun akan ada 29 PET scan yang ada di pulau-pulau besar di Indonesia,” tambahnya.

Budi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah fokus dalam mencari sumber daya manusia (SDM) mengoperasikan PET scan tersebut.

“Tentu alat ini perlu fisikawan nuklir, spesialis kedokteran nuklir dan ini yang kita lagi beresin supaya begitu nanti 29 PET scan tersedia 16 Cyclotron tersedia itu akan menambah demand untuk more PET scan,” katanya.

Budi menyebut, Bio Farma ini dalam sehari bisa 7.600 millicurie dalam satu PET, dan ini ada 2 PET jadi bisa 15.000 millicurie.

“Kalau dibagi 10 satu pasien itukan bisa 1.500 pasien. Semuanya sudah bisa diberesin sekarang saya tinggal kejar SDM saja, congratulation Bio Farma memenuhi janjinya ke saya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bio Farma kanker Menkes radiofarmaka
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Kisah Kartika: Kuliah Kelar, Toga Terpasang, Tapi Kondisi Ayahnya Saat Ditelepon Bikin Semua Orang Terdiam

Penangkapan Jurnalis WNI Asal Bandung di Misi Kemanusiaan Gaza Tuai Kecaman

Bisnis Kios Kripto Hancur Lebur, Raksasa ATM Bitcoin Global Resmi Nyatakan Bangkrut!

Geger Video Lorong RSUD Palabuhanratu: Niatnya Bikin Vlog Malah Diikuti Bocah Misterius

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.