Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?

Sabtu, 31 Oktober 2026 17:30 WIB

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Sabtu, 31 Oktober 2026 16:59 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Sabtu, 31 Oktober 2026 16:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?
  • Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis
  • Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November
  • Harry Kane Kalahkan Kylian Mbappe di Ballon d’Or 2026, Cuma Beda 28 Poin!
  • Hujan Turun Terus? Ini 5 Wisata Indoor di Bandung yang Bikin Liburan Tetap Asyik
  • Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut
  • Badai Boikot Paling Parah? Fakta Mengejutkan Dibalik Hancurnya Rans Carnival 2026!
  • Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Deteksi Dini Kanker, Bio Farma Siapkan Produksi Radiofarmaka

By Putra JuangSenin, 9 September 2024 19:02 WIB4 Mins Read
Direktur utama PT Bio Farma, Shadiq Akasya. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – PT Bio Farma (Persero) tengah menyiapkan produksi radiofarmaka yang merupakan hasil perkembangan teknologi kedokteran nuklir untuk mendeteksi kanker secara dini.

Direktur utama PT Bio Farma, Shadiq Akasya mengatakan, produksi radiofarmaka ini merupakan salah satu komitmen Bio Farma dalam mendukung kemandirian bangsa di bidang kesehatan.

Menurutnya, pengembangan produk Radiofarmaka yang merupakan produk kesehatan modern yang berbasis teknologi nuklir ini, memiliki peran sangat penting dalam diagnostik dan terapi berbagai penyakit.

“Radiofarmaka akan menjadi bagian penting bagi ekosistem kesehatan masa depan, dan kami akan mengembangkan produk-produk bagi masyarakat dengan teknologi yang lebih modern,” ucap Shadiq saat Kick Off Radiofarmaka di Fasilitas Cyclotron Bio Farma di Cikarang Selatan, Senin (9/9/2024).

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), menunjukan bahwa sebagian besar negara belum menyediakan layanan kanker yang memadai dalam jangkauan kesehatan universal. Bahkan, kanker menjadi penyebab kematian kedua di dunia dengan 9,6 juta kematian per tahun.

Oleh karena itu, Bio Farma akan menunjukkan pentingnya produksi radiofarmaka dalam mendeteksi dini menangani penyakit kanker guna menurunkan angka kematian.

Baca Juga:  Cegah Virus Influenza, Pandawara Group Jalani Vaksinasi di Immunicare Bio Farma Bandung

“Hal ini menjadi solusi yang diharapkan oleh pasien, dengan penyakit yang sulit terdeteksi pada tahap awal,” ujarnya.

Shadiq mengatakan, fasilitas ini dibangun dengan menggunakan mesin berteknologi terkini dari general elektrik yang dapat menghasilkan 7.600 millicurie FGD, proses produk yang sangat mendukung untuk kebutuhan diagnostik.

“Dari analisis bahwa setiap orang hanya memerlukan 10 milicurrie, jadi dengan hanya satu kali produksi di Radiofarmaka Cyclotron Bio Farma ini bisa menghasilkan sekitar 70 persen yang dapat ditangani, dari hasil produksi kami. Seandainya memerlukan kita bisa berproduksi sampai 2 atau 3 kali proses,” terangnya.

Shadiq mengklaim, produk ini dapat memenuhi kebutuhan untuk daerah Jabodetabek dan kota besar di Indonesia dengan menggunakan sarana transportasi darat dan udara yang telah berkerja sama.

“Kebetulan kami memilih bandara yang ada di Halim jadi lebih mudah untuk tujuan Surabaya, Makasar, Medan, kemudian Denpasar dan Yogyakarta,” imbuhnya.

Terhadap pemenuhan produk, kata Shadiq, Bio Farma didukung oleh Bapeten dan BPOM untuk menjamin keamanan dan kualitas dari produk yang dihasilkan.

Baca Juga:  Bio Farma Gandeng Garuda Indonesia Perluas Akses Kedokteran Nuklir di Indonesia

“Sedangkan untuk operation kami didukung oleh cyclotech dari Australia yang telah lama mengoperasikan produk Cyclotron tersebut,” ujarnya.

Dalam memudahkan pelayanan, pemesanan produk dapat melalui digital online dan langsung terhubung real time kepada sistem Bio Farma.

“Sistem ini bisa digunakan oleh rumah sakit yang terhubung. Serta kami menggunakan track and trace untuk memantau aktivitas dan distribusi sehingga berjalan dengan baik,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Bio Farma juga melakukan penandatanganan dengan 10 rumah sakit dengan memanfaatkan produk FGD dari Bio Farma.

“Dengan masuknya Bio Farma ke dalam ekosistem ini berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pelayanan kesehatan modern yang lebih tinggi, efektif, dan terjangkau,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi kepada Bio Farma atas upaya mereka dalam memproduksi radiofarmaka.

Budi mengatakan, pihaknya akan menambah alat deteksi kanker atau Positron Emission Tomography (PET) scan di 16 rumah sakit milik pemerintah.

“Jadi sekarang pemerintah akan beli 18 PET scan, dan ini akan tersebar di 16 rumah sakit pemerintah di seluruh pulau,” ucap Budi.

Baca Juga:  Kasus DBD Meningkat, Bio Farma Sosialisasikan Produk Vaksin Demam Berdarah

“21 PET scan ini nanti akan dilengkapi oleh rumah sakit swasta yang akan menambah lagi 8, jadi total harapannya dalam 2 tahun akan ada 29 PET scan yang ada di pulau-pulau besar di Indonesia,” tambahnya.

Budi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah fokus dalam mencari sumber daya manusia (SDM) mengoperasikan PET scan tersebut.

“Tentu alat ini perlu fisikawan nuklir, spesialis kedokteran nuklir dan ini yang kita lagi beresin supaya begitu nanti 29 PET scan tersedia 16 Cyclotron tersedia itu akan menambah demand untuk more PET scan,” katanya.

Budi menyebut, Bio Farma ini dalam sehari bisa 7.600 millicurie dalam satu PET, dan ini ada 2 PET jadi bisa 15.000 millicurie.

“Kalau dibagi 10 satu pasien itukan bisa 1.500 pasien. Semuanya sudah bisa diberesin sekarang saya tinggal kejar SDM saja, congratulation Bio Farma memenuhi janjinya ke saya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bio Farma
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak

Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025

Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.