Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kunci Pertahanan Maung Bandung, Julio Cesar Resmi Bertahan di Persib

Kamis, 16 Juli 2026 19:28 WIB

Turis China vs Australia Ribut Demi Jaga Kebersihan Wisata Indonesia! Berakhir Basah Kuyup & Diusir?

Kamis, 16 Juli 2026 19:06 WIB

Igor Tolic Mulai Racik Taktik Persib, Serangan dan Pertahanan Jadi Sorotan Utama

Kamis, 16 Juli 2026 18:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kunci Pertahanan Maung Bandung, Julio Cesar Resmi Bertahan di Persib
  • Turis China vs Australia Ribut Demi Jaga Kebersihan Wisata Indonesia! Berakhir Basah Kuyup & Diusir?
  • Igor Tolic Mulai Racik Taktik Persib, Serangan dan Pertahanan Jadi Sorotan Utama
  • Bansos BPNT Tahap 3 2026 Segera Cair, Ini Jadwal dan Cara Pencairan Rp600 Ribu
  • Bukan Sekadar Viral, Bakso Urat Pak Oboy Bukti Kuliner Klasik Bandung Tetap Dicintai
  • Argentina vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026: Jadwal, Jam Tayang, dan Prediksi Juara
  • Jude Bellingham Buka Suara Soal Momen Adu Mulut dengan Lionel Messi
  • Bukan Soal Gizi, Farhan Bongkar Faktor Besar Pemicu Stunting di Kota Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 16 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Deteksi Dini Kanker, Bio Farma Siapkan Produksi Radiofarmaka

By Putra JuangSenin, 9 September 2024 19:02 WIB4 Mins Read
Direktur utama PT Bio Farma, Shadiq Akasya. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – PT Bio Farma (Persero) tengah menyiapkan produksi radiofarmaka yang merupakan hasil perkembangan teknologi kedokteran nuklir untuk mendeteksi kanker secara dini.

Direktur utama PT Bio Farma, Shadiq Akasya mengatakan, produksi radiofarmaka ini merupakan salah satu komitmen Bio Farma dalam mendukung kemandirian bangsa di bidang kesehatan.

Menurutnya, pengembangan produk Radiofarmaka yang merupakan produk kesehatan modern yang berbasis teknologi nuklir ini, memiliki peran sangat penting dalam diagnostik dan terapi berbagai penyakit.

“Radiofarmaka akan menjadi bagian penting bagi ekosistem kesehatan masa depan, dan kami akan mengembangkan produk-produk bagi masyarakat dengan teknologi yang lebih modern,” ucap Shadiq saat Kick Off Radiofarmaka di Fasilitas Cyclotron Bio Farma di Cikarang Selatan, Senin (9/9/2024).

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), menunjukan bahwa sebagian besar negara belum menyediakan layanan kanker yang memadai dalam jangkauan kesehatan universal. Bahkan, kanker menjadi penyebab kematian kedua di dunia dengan 9,6 juta kematian per tahun.

Oleh karena itu, Bio Farma akan menunjukkan pentingnya produksi radiofarmaka dalam mendeteksi dini menangani penyakit kanker guna menurunkan angka kematian.

Baca Juga:  Bio Farma Hibahkan 271.600 Vial Vaksin bOPV untuk Perangi Polio di Myanmar

“Hal ini menjadi solusi yang diharapkan oleh pasien, dengan penyakit yang sulit terdeteksi pada tahap awal,” ujarnya.

Shadiq mengatakan, fasilitas ini dibangun dengan menggunakan mesin berteknologi terkini dari general elektrik yang dapat menghasilkan 7.600 millicurie FGD, proses produk yang sangat mendukung untuk kebutuhan diagnostik.

“Dari analisis bahwa setiap orang hanya memerlukan 10 milicurrie, jadi dengan hanya satu kali produksi di Radiofarmaka Cyclotron Bio Farma ini bisa menghasilkan sekitar 70 persen yang dapat ditangani, dari hasil produksi kami. Seandainya memerlukan kita bisa berproduksi sampai 2 atau 3 kali proses,” terangnya.

Shadiq mengklaim, produk ini dapat memenuhi kebutuhan untuk daerah Jabodetabek dan kota besar di Indonesia dengan menggunakan sarana transportasi darat dan udara yang telah berkerja sama.

“Kebetulan kami memilih bandara yang ada di Halim jadi lebih mudah untuk tujuan Surabaya, Makasar, Medan, kemudian Denpasar dan Yogyakarta,” imbuhnya.

Terhadap pemenuhan produk, kata Shadiq, Bio Farma didukung oleh Bapeten dan BPOM untuk menjamin keamanan dan kualitas dari produk yang dihasilkan.

Baca Juga:  Peringati HAN 2024, Bio Farma Gelar BioFest ‘Imunisasi Lengkap Lindungi Generasi Hebat’

“Sedangkan untuk operation kami didukung oleh cyclotech dari Australia yang telah lama mengoperasikan produk Cyclotron tersebut,” ujarnya.

Dalam memudahkan pelayanan, pemesanan produk dapat melalui digital online dan langsung terhubung real time kepada sistem Bio Farma.

“Sistem ini bisa digunakan oleh rumah sakit yang terhubung. Serta kami menggunakan track and trace untuk memantau aktivitas dan distribusi sehingga berjalan dengan baik,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Bio Farma juga melakukan penandatanganan dengan 10 rumah sakit dengan memanfaatkan produk FGD dari Bio Farma.

“Dengan masuknya Bio Farma ke dalam ekosistem ini berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pelayanan kesehatan modern yang lebih tinggi, efektif, dan terjangkau,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi kepada Bio Farma atas upaya mereka dalam memproduksi radiofarmaka.

Budi mengatakan, pihaknya akan menambah alat deteksi kanker atau Positron Emission Tomography (PET) scan di 16 rumah sakit milik pemerintah.

Baca Juga:  Tanpa Jadi Peserta BPJS, Masyarakat Bisa Nikmati Pemeriksaan Kesehatan Gratis

“Jadi sekarang pemerintah akan beli 18 PET scan, dan ini akan tersebar di 16 rumah sakit pemerintah di seluruh pulau,” ucap Budi.

“21 PET scan ini nanti akan dilengkapi oleh rumah sakit swasta yang akan menambah lagi 8, jadi total harapannya dalam 2 tahun akan ada 29 PET scan yang ada di pulau-pulau besar di Indonesia,” tambahnya.

Budi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah fokus dalam mencari sumber daya manusia (SDM) mengoperasikan PET scan tersebut.

“Tentu alat ini perlu fisikawan nuklir, spesialis kedokteran nuklir dan ini yang kita lagi beresin supaya begitu nanti 29 PET scan tersedia 16 Cyclotron tersedia itu akan menambah demand untuk more PET scan,” katanya.

Budi menyebut, Bio Farma ini dalam sehari bisa 7.600 millicurie dalam satu PET, dan ini ada 2 PET jadi bisa 15.000 millicurie.

“Kalau dibagi 10 satu pasien itukan bisa 1.500 pasien. Semuanya sudah bisa diberesin sekarang saya tinggal kejar SDM saja, congratulation Bio Farma memenuhi janjinya ke saya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bio Farma kanker Menkes radiofarmaka
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos BPNT Tahap 3 2026 Segera Cair, Ini Jadwal dan Cara Pencairan Rp600 Ribu

Bukan Soal Gizi, Farhan Bongkar Faktor Besar Pemicu Stunting di Kota Bandung

Kemensos Pastikan Bansos Juli 2026 Cair 20 Juli, Berikut Cara Cek PKH dan BPNT

Krisis Industri Kapur Cipatat KBB, Operasi Tanpa Izin hingga Ancaman Bencana Longsor

Pencabulan

Grup WhatsApp Jadi Markas Kejahatan, Gadis 15 Tahun Dirudapaksa 27 Pria

PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.