Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram

Sabtu, 4 April 2026 10:08 WIB

Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun

Sabtu, 4 April 2026 08:27 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas 17K hingga 24K per 4 April 2026: Ada yang Stabil, Ada yang Turun!

Sabtu, 4 April 2026 08:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
  • Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun
  • Daftar Lengkap Harga Emas 17K hingga 24K per 4 April 2026: Ada yang Stabil, Ada yang Turun!
  • Banjir Item Sultan! Kode Redeem FF 4 April 2026: Klaim AK47 Unicorn Ice Age & Rampage Evo Bundle Gratis
  • Bocoran Kode Redeem FF 4 April 2026: Kesempatan Emas Ambil Legendary Rampage Bundle Varclasher!
  • Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Ada Apa?
  • Duel Sengit di GBLA! Persib vs Bali United, Harga Tiket dan Jadwal Resmi Dirilis
  • Bocoran Link Telegram Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part Dapur Beredar, Ini yang Bikin Heboh Warganet
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Balik Megahnya Kota Bandung, Ada Guru Ngaji yang Bertarung Melawan Lapar Demi Syiar

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 3 Februari 2026 19:31 WIB2 Mins Read
Ustadz Deni Firmansyah. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik gang sempit Gg. Abid, tepatnya di Masjid Jami Madrasah Riyadlul Jannah, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, lantunan ayat suci Al-Qur’an tetap terdengar setiap sore. Di sanalah Ustadz Deni Firmansyah mengabdikan diri sebagai guru ngaji bagi puluhan anak lingkungan sekitar, meski kehidupan pribadinya jauh dari kata mudah.

Setiap hari, Ustadz Deni menjalani dua peran sekaligus: mengajar ngaji dan berikhtiar memenuhi kebutuhan keluarga. Tanpa pekerjaan tetap, ia menggantungkan hidup dari kerja serabutan.

“Kalau keseharian, sambil saya mengajar ngaji, saya juga dituntut untuk berikhtiar memenuhi kebutuhan keluarga. Caranya ya dengan pekerjaan apa saja yang bisa saya lakukan,” ujar Ustadz Deni saat ditemui dikediamannya, Selasa (3/2/2026).

Pekerjaan itu datang tanpa kepastian. Kadang memperbaiki atap bocor, mengecat rumah, hingga memasang kanopi selama sepekan penuh. “Alhamdulillah, itulah penghasilan-penghasilan saya. Setelah itu, aktivitas saya kembali lagi mengajar ngaji,” katanya dengan nada sederhana.

Baca Juga:  Oknum Guru Ngaji di Cianjur Diduga Cabuli Belasan Santriwati Modus Pengobatan Alternatif

Anak-anak yang ia ajar seluruhnya berasal dari lingkungan sekitar masjid. Jumlahnya tak sedikit. “Murid-muridnya itu 100 persen anak-anak lingkungan sini. Sekarang kurang lebih sekitar 40 sampai 45 anak kalau hadir semua,” tuturnya.

Namun perjalanan dakwah Ustadz Deni tak selalu mulus. Sekitar tiga bulan lalu, ia terpaksa pindah tempat mengajar karena tak mampu lagi membayar kontrakan di lokasi sebelumnya.

Baca Juga:  Riuh di Balik Panggung Dakwah Ning Umi Laila, Ketika Guyonan Menjadi Sorotan

“Di satu sisi, saya harus memenuhi kebutuhan keluarga dengan kerja serabutan. Tapi waktu untuk membayar kontrakan tetap berjalan. Akhirnya saya sampai harus meminta bantuan,” ungkapnya.

Bantuan itu bukan untuk dirinya semata, melainkan agar proses belajar mengajar anak-anak tetap berjalan. Bahkan, ia pernah menulis di grup ibu-ibu murid untuk sekadar meminta bantuan memindahkan tempat ngaji.

“Saya sadar, kondisi keuangan orang tua murid pun kebanyakan sama seperti saya. Saya tidak menyalahkan mereka,” ucapnya lirih.

Baca Juga:  Cawalkot Dandan Riza Wardana Komitmen Dukung Pesantren dengan Perda dan Insentif Guru Ngaji

Dari situ, Ustadz Deni mengambil satu keputusan besar untuk tidak membebankan biaya kepada siapa pun.

“Yang penting anak-anak mereka tetap mengaji. Maka saya putuskan membuka program gratis,” katanya.

Program ngaji gratis itu telah berjalan sekitar lima bulan di tempat lama, dan hingga kini tetap dilanjutkan di lokasi baru.

Di tengah keterbatasan ekonomi dan ketidakpastian hidup, Ustadz Deni memilih bertahan menjaga cahaya pendidikan agama agar tetap menyala di lingkungan kecilnya.

Sebab baginya, mengajar ngaji bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah yang harus dijaga, meski harus dibayar dengan keringat dan kesabaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dakwah guru ngaji Inspirasi ngaji gratis pendidikan agama Ustadz Deni
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.