Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Riuh di Balik Panggung Dakwah Ning Umi Laila, Ketika Guyonan Menjadi Sorotan

By Aga GustianaSenin, 17 November 2025 17:06 WIB5 Mins Read
Pendakwah muda, Ning Umi Laila tengah jadi sorotan usai guyonannya di atas panggung.
Ning Umi Laila. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang perbincangan publik tampaknya belum surut setelah jagat maya dihentak oleh polemik yang melibatkan Gus Elham Yahya. Kini, linimasa kembali dipenuhi keramaian baru—kali ini menyangkut sosok pendakwah perempuan yang tengah naik daun di kalangan anak muda, Ning Umi Laila. Nama perempuan muda itu mencuat setelah potongan video ceramahnya beredar luas, memperlihatkan momen interaktif yang justru mengundang kritik dan kecaman.

Dalam video yang diunggah ulang oleh beberapa akun media sosial, salah satunya akun Instagram @lapak.publik pada Minggu (16/11/2025), Ning Umi Laila tampak memimpin sebuah majelis dakwah dari atas panggung. Sorotan kamera menangkap gaya ceramahnya yang biasanya dikenal luwes dan akrab dengan jamaah, terutama kalangan muda. Namun kali ini, satu momen kecil justru berubah menjadi polemik besar.

Sesi interaktif yang seharusnya menjadi ruang santai rupanya bergeser menjadi pemicu kontroversi. Pada saat itu, beberapa anak—yang diduga santri—dipanggil naik ke panggung untuk menjawab pertanyaan. Ketika seorang santri laki-laki berdiri di hadapannya dengan sarung yang terlipat tidak rapi, Umi Laila bereaksi spontan.

“Ini apa? Kok terlipat-lipat begini?” ucapnya sambil menunjuk ke arah lipatan sarung tersebut. Tak berhenti di situ, ia terlihat menjulurkan tangan untuk menyentuh bagian lipatan sarung sang anak. Aksinya itu diikuti oleh celetukan, “Oalaah, sarung,” yang disambut gelak tawa dari sebagian jamaah. Si anak sendiri hanya menanggapi dengan senyum malu-malu.

Walau di mata sebagian orang interaksi tersebut tampak sebagai candaan ringan, respons publik di dunia maya jauh lebih tajam. Banyak warganet menilai bahwa seorang figur publik, terlebih seorang pendakwah, seharusnya menjaga batas interaksi, apalagi ketika berhadapan dengan anak di bawah umur. Kritik yang muncul mengarah pada persoalan etika, sensitivitas, serta batas-batas humor dalam konteks dakwah.

Baca Juga:  Usai Penjual Es Teh, Viral Video Gus Miftah Olok-olok Profesi Dokter

“Dimana mimbar jadi persaingan layaknya panggung hiburan. Maka jangan heran kalau materinya makin fulgar spt panggung dangdut dan campursari. Krn makin fulgar berarti makin tenar dan laris,” tulis salah satu pengguna media sosial, menyiratkan kekecewaan terhadap tren dakwah yang dianggap semakin menjauh dari nilai-nilai kesopanan.

Namun, perbincangan tidak berhenti pada nada kritik saja. Di sisi lain, sejumlah warganet membela sang pendakwah muda, menilai bahwa potongan video tersebut sengaja dipelintir sehingga tampak lebih negatif. Mereka berpendapat bahwa setiap pendakwah tetaplah manusia biasa yang tidak luput dari kekeliruan.

“Giring opini banget beritanya. Namanya juga pendakwah, mereka juga manusia, tinggalin yang buruk ambil baiknya,” timpal akun lain, menunjukkan pandangan yang lebih toleran.

Hingga saat ini, pihak Ning Umi Laila belum memberikan klarifikasi resmi terkait viralnya potongan video tersebut. Ketidakjelasan itu justru menambah panjang perdebatan di ruang publik. Sebagian publik menanti penjelasan, sementara sebagian lainnya merasa kasus ini sebenarnya tidak perlu diperbesar.

Meski demikian, fenomena ini membuka percakapan yang lebih luas mengenai bagaimana pendakwah generasi baru di tengah popularitas yang meningkat harus menjaga etika interaksi, terutama dalam ruang-ruang publik yang direkam dan disebarkan ke media sosial. Sekali terpeleset, potongan adegan beberapa detik dapat melebar menjadi polemik nasional.

Baca Juga:  Geng Motor Berulah di Bandung, Juru Parkir Tewas Dikeroyok di Minimarket

Ning Umi Laila: Pendakwah Muda yang Sedang Naik Daun

Di balik kontroversi tersebut, sosok Ning Umi Laila sendiri memang menarik perhatian selama beberapa tahun terakhir. Lahir di Surabaya pada 8 Agustus 2000 dengan nama lengkap Umi Lailatul Rahmad Hadi, ia tumbuh dalam lingkungan yang kuat dengan tradisi pendidikan agama. Ia merupakan putri sulung dari pasangan Edy Rahmatullah—yang lebih dikenal sebagai Kyai Granat—dan Sulastri. Ayahnya dikenal sebagai salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya yang cukup disegani.

Masa kecil Ning Umi Laila tak jauh dari aktivitas mengaji, menghadiri majelis, dan mengenal dunia pesantren. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia melanjutkan sekolah di Mambaul Hisan Sidayu untuk jenjang SMP, kemudian melanjutkan ke SMA Mambaus Sholihin Suci Manyar, Gresik, lembaga pendidikan berbasis pesantren yang juga cukup ternama.

Bakat ceramahnya mulai terlihat ketika ia duduk di kelas 3 SMA. Menariknya, sang ayah tidak pernah secara langsung mendorongnya menjadi pendakwah. Keinginannya tampil dan menyampaikan dakwah tumbuh dengan sendirinya—sebuah pilihan yang kemudian mempertemukannya dengan banyak audiens muda yang merasa dekat dengan gaya ceramahnya yang santai dan komunikatif.

Selepas SMA, Ning Umi Laila melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Negeri Sunan Ampel (UINSA), Surabaya, mengambil jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Latar pendidikan ini memperkuat kemampuannya menyampaikan dakwah dengan pendekatan yang relatable bagi generasi digital. Video ceramahnya pun sering viral, bukan hanya karena isi ceramah, tetapi juga karena caranya berkomunikasi yang ekspresif dan akrab dengan para jamaah.

Baca Juga:  Viral Aksi Jukir Cantik Ini Curi Perhatian, Reaksinya Saat Direkam Bikin Gemas

Dalam beberapa tahun terakhir, ia dikenal sebagai salah satu pendakwah perempuan muda yang paling populer di Jawa Timur. Majelis-majelis yang ia isi kerap dipadati anak muda, terutama santri dan santriwati yang menjadikannya panutan baru. Medsos menjadi ruang di mana popularitasnya makin tumbuh—tetapi seperti yang terlihat dalam kasus terbaru, media sosial juga dapat menjadi ruang paling cepat untuk memperbesar kontroversi.

Ketika Dakwah, Humor, dan Etika Saling Bersinggungan

Perdebatan mengenai video Ning Umi Laila sebenarnya menggambarkan perubahan dinamika dakwah di era digital. Para pendakwah generasi baru dituntut menghadirkan gaya yang lebih segar agar dekat dengan anak muda. Humor sering menjadi jembatan. Namun, batas-batas tetap diperlukan—sesuatu yang kini kembali dipertanyakan publik.

Dalam konteks ini, apa yang dialami Ning Umi Laila menjadi contoh bagaimana seorang pendakwah sekaligus figur publik harus semakin berhati-hati di era viral. Setiap interaksi terekam, setiap candaan bisa dibahas ribuan orang, dan setiap kesalahan diperbesar oleh algoritma.

Apakah tindakan dalam video itu benar-benar salah? Ataukah publik terlalu cepat menilai berdasarkan potongan konteks? Jawabannya mungkin baru akan jelas setelah ada klarifikasi resmi. Namun terlepas dari itu, momen ini menjadi pengingat bahwa panggung dakwah tidak hanya soal ceramah, tetapi juga soal integritas, sensitivitas, dan kehati-hatian.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kontroversi media sosial santri viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mau Beli atau Jual Emas Hari Ini? Cek Dulu Harga Antam dan Buyback Terbaru

Dari Resepsionis Bank Jadi Ratu Horor No. 1! Rahasia Nadia Omara ‘Menyihir’ 87 Juta Penonton

Stop Kebiasaan Makan Telur Setengah Matang, Hati-hati Kena Bakteri Salmonella dan Diare

Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.