bukamata.id – Polisi menangkap tiga pemuda yang diduga hendak menyerang warga di Jalan Karasak Lama, Kota Bandung, Senin (2/11/2026) dini hari. Dari lokasi, petugas menyita sejumlah senjata tajam (sajam), di antaranya pedang dan celurit.
Penangkapan bermula saat Tim Prabu 1 Polrestabes Bandung berpatroli di kawasan tersebut. Di sekitar lokasi, petugas melihat sekelompok pemuda berkumpul di depan sebuah gang dan menaruh curiga.
Petugas kemudian menghampiri mereka untuk melakukan pemeriksaan. Namun, kelompok pemuda itu panik dan berusaha melarikan diri. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga orang, sementara sebagian lainnya kabur.
“Saat hendak dilakukan pemeriksaan oleh anggota di lapangan, sebagian dari mereka kabur melarikan diri. Namun, tiga orang berhasil diamankan,” kata Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).
Diduga Berkumpul untuk Serang Warga
Berdasarkan pemeriksaan awal, Asep menyebut para pemuda itu diduga berkumpul untuk melakukan penyerangan terhadap warga di sekitar lokasi. Petugas pun menyisir area sekitar untuk mencari barang bukti.
Hasilnya, polisi menemukan sejumlah senjata tajam dan barang lain yang diduga sengaja dibuang para pemuda saat mencoba melarikan diri.
“Di TKP kami menemukan barang bukti berupa satu buah pedang dan satu besi panjang. Selain itu, petugas juga menyisir area semak-semak yang tak jauh dari lokasi dan menemukan dua sajam tambahan, yakni satu jenis pedang dan satu celurit panjang yang diduga kuat dibuang pelaku,” ujar Asep.
Secara keseluruhan, polisi mengamankan dua pedang, satu celurit panjang, dan satu besi panjang dari lokasi kejadian.
Diserahkan ke Polsek Bojongloa Kidul
Ketiga pemuda beserta barang bukti selanjutnya diserahkan ke Polsek Bojongloa Kidul untuk proses hukum dan pengembangan lebih lanjut, termasuk menelusuri anggota kelompok yang melarikan diri.
“Tim Prabu sudah berkoordinasi dengan personel piket dari Polsek Bojongloa Kidul. Ketiga pelaku beserta seluruh barang bukti diserahkan ke Polsek untuk penanganan dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Asep.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











