bukamata.id – Jadwal padat yang dihadapi Persib Bandung di kompetisi domestik dan Asia menjadi perhatian Viking Persib Club (VPC). Kelompok suporter Maung Bandung itu mengingatkan risiko kelelahan pemain yang berpotensi berujung cedera jika tidak diimbangi dengan pemulihan fisik yang optimal.
Selain berkompetisi di Super League 2025/2026, Persib juga tengah berjuang di AFC Champions League Two (ACL 2). Padatnya agenda tersebut membuat tim harus pintar mengatur tenaga dan melakukan rotasi pemain agar performa tetap terjaga.
Sekretaris Umum VPC, Arlan Sidha, menilai pelatih perlu menyiapkan pemain pelapis untuk menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya.
“Kalau kita lihat dari sekarang ini, padatnya jadwal Persib perlu melakukan banyak strategi. Terutama pelatih untuk menyiapkan tenaga-tenaga baru untuk pertandingan berikutnya,” kata Arlan, Senin (2/11/2026).
Setelah jeda FIFA Matchday Oktober 2026, Persib kembali dihadapkan dengan jadwal pertandingan yang rapat. Waktu pemulihan antarlaga terbilang singkat, yakni sekitar tiga hingga empat hari.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Persib dibandingkan sejumlah tim lain di Super League. Pasalnya, Maung Bandung tidak hanya berkompetisi di liga domestik dan ACL 2, tetapi juga harus menghadapi agenda ASEAN Club Championship serta Piala Liga yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027.
“Jadi menurut saya, ini cukup luar biasa. Dan dari pihak liga juga tidak memberikan kelonggaran untuk Persib. Jadi, benar-benar harus mengikuti jadwal reguler setiap kompetisi di liga itu,” ujarnya.
Di sisi lain, Arlan melihat padatnya jadwal berpotensi memberikan keuntungan secara komersial bagi manajemen Persib. Pertandingan kandang yang berlangsung lebih sering dapat mendorong penjualan tiket dan pernak-pernik resmi klub atau merchandise.
Namun, keuntungan tersebut harus diimbangi dengan perhatian terhadap kondisi fisik pemain. Arlan meminta manajemen memastikan para pemain mendapatkan fasilitas pemulihan yang memadai, terutama setelah menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi.
“Manajemen juga harus melihat bahwa ada kondisi-kondisi yang benar-benar harus diperhatikan, terutama pemain-pemain yang mungkin fasilitas di tempatnya atau di rumahnya kurang menguntungkan atau kurang baik untuk melakukan recovery. Maka, menurut saya, manajemen harus sigap untuk mencarikan tempat recovery yang nyaman buat para pemain, sehingga ketika bermain lagi, pemain jauh lebih fit dan lebih fresh lagi,” tegasnya.
Rotasi Pemain Jadi Kunci
Arlan juga menyoroti sulitnya mempertahankan susunan pemain utama secara konsisten di tengah padatnya agenda kompetisi. Menurutnya, rotasi menjadi kebutuhan agar kondisi fisik pemain tetap terjaga tanpa mengorbankan performa tim.
Perbedaan pendekatan taktik Persib di Super League dan ACL 2 menjadi salah satu gambaran penyesuaian yang dilakukan pelatih Igor Tolic. Di kompetisi domestik, Persib kerap menggunakan formasi empat bek sejajar. Sementara di ACL 2, pendekatan dengan lima pemain di lini pertahanan dan dua pemain di lini serang lebih sering diterapkan.
“Artinya, setiap pertandingan disesuaikan dengan kebutuhan dan apa yang kemudian dirasa oleh Igor Tolic teranalisis. Sehingga, menurut saya, ini juga sedikit unik karena jarang Igor menempatkan strategi winning team yang konsisten. Selalu aja berubah dan selalu berbeda-beda,” ungkap Arlan.
Ia menilai perubahan strategi tersebut menunjukkan kemampuan pelatih dalam menyesuaikan kebutuhan tim. Meski demikian, kondisi fisik pemain tetap perlu menjadi perhatian agar kelelahan tidak mengganggu performa di lapangan.
“Menurut saya, ini adalah kecerdikan Igor juga. Tapi, walaupun begitu, pemain juga harus diperhatikan karena fisiknya mulai terkuras,” tambahnya.
Arlan berharap Persib dapat mempertahankan tren positif di kompetisi Asia maupun liga domestik tanpa kehilangan banyak pemain akibat cedera. Ia juga meminta tim pelatih terus mengantisipasi kemungkinan perubahan komposisi pemain akibat masalah kebugaran.
“Ya, harapan saya juga begitu. Mudah-mudahan Igor bisa terus konsisten membaca segala kemungkinan yang terjadi, terutama terkait pemain-pemain yang cedera. Tren positif kita di Asia udah sedang bagus, di liga domestik juga kita sedang merangkak bagus. Mudah-mudahan ini bisa diperhatikan. Salah satunya, menurut saya, adalah terkait dengan recovery. Ini penting dilakukan kepada para pemain agar mereka bisa fresh dan bisa kuat lagi,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











