bukamata.id – Majalengka dihebohkan dengan rekaman amatir yang memperlihatkan seorang warga terbaring di emperan fasilitas kesehatan. Narasi dalam video itu menyebutkan bahwa pihak puskesmas menolak pasien dengan alasan ruang rawat penuh, meski terlihat beberapa tempat tidur kosong.
Perekam tampak geram dengan situasi tersebut dan merekamnya menggunakan bahasa Sunda.
“Tingali, ieu Puskesmas Bantarujeg dengan dalih ruangan penuh, tapi masih tiga tersedia, ditolak. Ieu tingali nu geuringna masih keneh di dieu, nempikeun kanu gering dikieukeun didieu digolerkeun di sisi tingali iyeu,” ucapnya dalam rekaman yang menuai sorotan warganet, diterjemahkan sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap pelayanan medis setempat.
Klarifikasi Resmi Dinas Kesehatan
Menanggapi kehebohan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Agus Suratman, bergerak cepat menurunkan tim untuk melakukan penelusuran langsung ke lokasi kejadian. Berdasarkan laporan investigasi, ia menegaskan bahwa situasi di fasilitas kesehatan tersebut memang sedang mengalami lonjakan pasien.
“Memang di sana keterisian kamarnya penuh. Di IGD ada tiga bed. Memang ada satu yang kosong, tetapi kalau nanti ada pasien kecelakaan tempat tidur ini harus dikosongkan agar bisa melaksanakan tindakan di sini,” terang Agus saat membeberkan fakta di balik video viral tersebut.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa dua ranjang lainnya di Instalasi Gawat Darurat tengah dipakai oleh pasien lain yang juga memerlukan penanganan intensif, bahkan sebagian harus mengantre lebih dulu. Kondisi serupa juga terjadi di bangsal anak serta ruang inap khusus perempuan yang mencatatkan tingkat keterisian penuh saat kejadian.
“Ruang anak juga sedang penuh. Ruang pasien perempuan penuh. Yang kemarin datang memang penuh. Mohon maaf, karena saat ini sedang penuh,” tambahnya.
Kendati demikian, pihak Dinkes tidak menutup mata dan menganggap kritik digital ini sebagai cambuk untuk memperbaiki mutu pelayanan publik ke depan.
“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan kepercayaan kepada setiap puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan. Terima kasih kepada masyarakat yang sudah meng-upload video kemarin. Semoga ini menjadi bahan pemikiran kita bersama, apa yang kita lakukan dan apa yang diterima terhadap perlakuan kepada masyarakat,” ungkap Agus mengapresiasi masukan publik.
Urgensi Penambahan Fasilitas Medis di Majalengka Selatan
Kasus ini sekaligus membuka mata pemerintah daerah terhadap minimnya infrastruktur kesehatan penunjang di kawasan selatan Majalengka, seperti Kecamatan Banjaran, Cikijing, Cingambul, hingga Talaga yang dinilai sudah mendesak untuk memiliki rumah sakit sendiri.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Majalengka telah menyiapkan proyek pembangunan gedung rawat inap di RSUD Talaga menggunakan alokasi dana eks investasi BIJB senilai kurang lebih Rp 70 miliar yang ditargetkan mulai dikerjakan tahun depan.
“Saya ingin mendorong juga lebih kepada rencana penambahan pembangunan rumah sakit rawat inapnya, karena masyarakat wilayah selatan sudah betul-betul membutuhkan,” tegas Agus.
Kendati dana fisik sudah diketok palu, tantangan baru muncul pada pengadaan alat-alat medis dan fasilitas penunjang seperti ranjang pasien serta monitor kesehatan yang ditaksir menelan biaya hingga Rp 100 miliar. Mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sinergi dengan pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar menjadi kunci utama.
“Rencananya tahun depan untuk fisiknya. Tetapi kita pasti kekurangan. Ketika rawat inap itu dibangun, tentunya kan isinya harus disediakan, nah isinya itu belum direncanakan karena keterbatasan anggaran. Apa saja sih isinya di dalamnya? Yang pertama bed, kemudian monitor, kemudian alat kesehatan lain. Nah, itu lebih besar anggarannya, kurang lebih sekitar Rp 100 miliar,” paparnya.
“Mudah-mudahan Kemenkes dan Provinsi bisa membantu untuk kebutuhan itu semua. Karena kewenangan Bupati di Kabupaten sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rumah sakit fisik-nya saja sebesar Rp 70 miliar,” tutupnya penuh harap.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











