Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Senin, 2 November 2026 12:02 WIB

Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2

Senin, 2 November 2026 11:53 WIB

Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery

Senin, 2 November 2026 11:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
  • Mau Beli atau Jual Emas Hari Ini? Cek Dulu Harga Antam dan Buyback Terbaru
  • Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara
  • Dari Resepsionis Bank Jadi Ratu Horor No. 1! Rahasia Nadia Omara ‘Menyihir’ 87 Juta Penonton
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

By Aga GustianaSenin, 2 November 2026 11:01 WIB3 Mins Read
Ilustrasi puskesmas. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Majalengka dihebohkan dengan rekaman amatir yang memperlihatkan seorang warga terbaring di emperan fasilitas kesehatan. Narasi dalam video itu menyebutkan bahwa pihak puskesmas menolak pasien dengan alasan ruang rawat penuh, meski terlihat beberapa tempat tidur kosong.

Perekam tampak geram dengan situasi tersebut dan merekamnya menggunakan bahasa Sunda.

“Tingali, ieu Puskesmas Bantarujeg dengan dalih ruangan penuh, tapi masih tiga tersedia, ditolak. Ieu tingali nu geuringna masih keneh di dieu, nempikeun kanu gering dikieukeun didieu digolerkeun di sisi tingali iyeu,” ucapnya dalam rekaman yang menuai sorotan warganet, diterjemahkan sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap pelayanan medis setempat.

Klarifikasi Resmi Dinas Kesehatan

Menanggapi kehebohan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Agus Suratman, bergerak cepat menurunkan tim untuk melakukan penelusuran langsung ke lokasi kejadian. Berdasarkan laporan investigasi, ia menegaskan bahwa situasi di fasilitas kesehatan tersebut memang sedang mengalami lonjakan pasien.

“Memang di sana keterisian kamarnya penuh. Di IGD ada tiga bed. Memang ada satu yang kosong, tetapi kalau nanti ada pasien kecelakaan tempat tidur ini harus dikosongkan agar bisa melaksanakan tindakan di sini,” terang Agus saat membeberkan fakta di balik video viral tersebut.

Baca Juga:  Viral! Suporter Persib Diduga Jadi Korban Perundungan, Rambut dan Alis Dicukur: Jangan Bikin Masalah Sama Solo

Lebih lanjut, ia merinci bahwa dua ranjang lainnya di Instalasi Gawat Darurat tengah dipakai oleh pasien lain yang juga memerlukan penanganan intensif, bahkan sebagian harus mengantre lebih dulu. Kondisi serupa juga terjadi di bangsal anak serta ruang inap khusus perempuan yang mencatatkan tingkat keterisian penuh saat kejadian.

“Ruang anak juga sedang penuh. Ruang pasien perempuan penuh. Yang kemarin datang memang penuh. Mohon maaf, karena saat ini sedang penuh,” tambahnya.

Kendati demikian, pihak Dinkes tidak menutup mata dan menganggap kritik digital ini sebagai cambuk untuk memperbaiki mutu pelayanan publik ke depan.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan kepercayaan kepada setiap puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan. Terima kasih kepada masyarakat yang sudah meng-upload video kemarin. Semoga ini menjadi bahan pemikiran kita bersama, apa yang kita lakukan dan apa yang diterima terhadap perlakuan kepada masyarakat,” ungkap Agus mengapresiasi masukan publik.

Baca Juga:  Diduga Curi HP Tetangga, Dua Bocah di Majalengka Dihukum Leher Dirantai

Urgensi Penambahan Fasilitas Medis di Majalengka Selatan

Kasus ini sekaligus membuka mata pemerintah daerah terhadap minimnya infrastruktur kesehatan penunjang di kawasan selatan Majalengka, seperti Kecamatan Banjaran, Cikijing, Cingambul, hingga Talaga yang dinilai sudah mendesak untuk memiliki rumah sakit sendiri.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Majalengka telah menyiapkan proyek pembangunan gedung rawat inap di RSUD Talaga menggunakan alokasi dana eks investasi BIJB senilai kurang lebih Rp 70 miliar yang ditargetkan mulai dikerjakan tahun depan.

“Saya ingin mendorong juga lebih kepada rencana penambahan pembangunan rumah sakit rawat inapnya, karena masyarakat wilayah selatan sudah betul-betul membutuhkan,” tegas Agus.

Baca Juga:  Viral Oknum Dosen UIN Malang Pura-pura Stroke saat Diperiksa Polisi Dugaan Pelecehan

Kendati dana fisik sudah diketok palu, tantangan baru muncul pada pengadaan alat-alat medis dan fasilitas penunjang seperti ranjang pasien serta monitor kesehatan yang ditaksir menelan biaya hingga Rp 100 miliar. Mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sinergi dengan pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar menjadi kunci utama.

“Rencananya tahun depan untuk fisiknya. Tetapi kita pasti kekurangan. Ketika rawat inap itu dibangun, tentunya kan isinya harus disediakan, nah isinya itu belum direncanakan karena keterbatasan anggaran. Apa saja sih isinya di dalamnya? Yang pertama bed, kemudian monitor, kemudian alat kesehatan lain. Nah, itu lebih besar anggarannya, kurang lebih sekitar Rp 100 miliar,” paparnya.

“Mudah-mudahan Kemenkes dan Provinsi bisa membantu untuk kebutuhan itu semua. Karena kewenangan Bupati di Kabupaten sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rumah sakit fisik-nya saja sebesar Rp 70 miliar,” tutupnya penuh harap.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Majalengka puskesmas viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.