Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Senin, 2 November 2026 09:00 WIB

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Senin, 2 November 2026 08:46 WIB

Stop Kebiasaan Makan Telur Setengah Matang, Hati-hati Kena Bakteri Salmonella dan Diare

Senin, 2 November 2026 08:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah
  • Stop Kebiasaan Makan Telur Setengah Matang, Hati-hati Kena Bakteri Salmonella dan Diare
  • Persib Ancam Singgasana Persija: Perburuan Juara Super League Memanas!
  • Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya
  • Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus
  • Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

By Aga GustianaSenin, 2 November 2026 08:46 WIB2 Mins Read
Cuaca Ekstrem. (Foto: Ilustras)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Curah hujan berintensitas sedang hingga tinggi mulai mengguyur kawasan Bandung Raya dalam beberapa hari terakhir. Sayangnya, kedatangan musim hujan ini langsung memicu rentetan bencana hidrometeorologi, mulai dari peristiwa angin puting beliung dan tanah longsor di Padalarang, hingga terjangan banjir yang mengepung wilayah Kota Cimahi.

Merespons kondisi tersebut, BPBD Kota Cimahi menerbitkan peringatan dini terkait potensi ancaman bencana di seluruh penjuru kota. Kawasan perbukitan yang sempat dilanda kemarau panjang menjadi area yang paling rentan mengalami pergerakan tanah saat diguyur hujan deras.

“Perlu diwaspadai daerah-daerah yang mengalami kekeringan panjang bisa memicu longsor. Bencana hidrometeorologi berpotensi terjadi di semua kelurahan di Kota Cimahi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, Minggu (1/11/2026).

Baca Juga:  Terganjal Aturan Kawasan Kumuh, DPRD Jabar Desak Perluasan Jangkauan Bantuan Rutilahu

Waspada Tanah Retak dan Rongga Air

Masyarakat yang bermukim di area sekitar lereng tebing maupun lahan berkontur miring diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Struktur tanah yang sempat mengering dan berongga selama musim kemarau menjadi sangat labil ketika mendadak terisi pasokan air hujan berlebih.

“Jika ada tanah retak atau titik longsoran baru agar segera melapor ke BPBD atau aparat pemerintahan setempat,” kata Fithriandy.

Menghadapi ketidakpastian cuaca serta kerentanan geologis yang meningkat, BPBD Kota Cimahi meminta warga secara aktif melakukan upaya mitigasi mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Baca Juga:  Siaga Hadapi Bencana, Pemkot Bandung Persiapkan Pembentukan BPBD

“Diharapkan warga periksa kondisi rumah khususnya struktur bangunan rumah pada bagian atap atau dinding yang berpotensi rapuh dan rawan rusak diterjang angin kencang atau hujan lebat. Bersihkan lingkungan agar bisa meminimalisir potensi banjir,” kata Fithriandy.

Jabar Siapkan Status Siaga Bencana Hingga April 2027

Di tingkat provinsi, BPBD Jawa Barat merekomendasikan penetapan status siaga bencana hidrometeorologi basah terhitung mulai 1 November 2026 hingga 30 April 2027. Keputusan ini dirumuskan berdasarkan rapat koordinasi lintas lembaga bersama BMKG, PVMBG, serta jajaran BPBD kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Baca Juga:  Cegah Kanker Serviks, Ribuan Siswi SD di Cimahi Bakal Disuntik Vaksin HPV

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menjelaskan bahwa rekomendasi resmi tersebut akan segera diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk disahkan secara hukum.

“Maka dihasilkan kesepakatan yang pertama ditetapkan bahwa kita kemungkinan akan menetapkan, tapi nanti tunggu keputusan Pak Gubernur ya, Kepgub-nya. Kita merekomendasikan kepada Pak Gubernur untuk menetapkan siaga hidrometeorologi basah per tanggal 1 November 2026 sampai dengan 30 April 2027,” ujar Teten.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bencana Hidrometeorologi BPBD Cimahi Cuaca Ekstrem
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.