bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Jawa Barat pada awal November 2026. Hujan berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat.
Berdasarkan prakiraan cuaca periode 1 hingga 4 November 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terkonsentrasi di Kabupaten Cianjur, Garut, dan Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (2/11/2026).
Prakirawan BMKG Bandung, Iid Mujtahidin, menjelaskan, dinamika atmosfer saat ini mendukung peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan di sejumlah wilayah Jawa Barat.
“Suhu muka laut yang relatif hangat terus mendukung suplai uap air ke wilayah kita. Berdasarkan model prakiraan atmosfer, Rossby Ekuatorial (ER) serta aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif melintasi wilayah Jabar pada awal hingga pertengahan pekan,” ujar Iid dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
Selain itu, kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori sedang hingga kuat turut meningkatkan peluang pertumbuhan awan konvektif secara lokal.
Meski secara umum wilayah Jawa Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan, masyarakat tetap diminta mengantisipasi kemungkinan hujan sedang hingga lebat yang berlangsung dalam durasi singkat.
Berdasarkan rincian prakiraan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, pada Minggu (1/11/2026) tidak terdapat potensi hujan lebat skala signifikan secara umum.
Sementara pada Senin (2/11/2026), potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kabupaten Cianjur, Garut, dan Kabupaten Tasikmalaya.
Adapun pada Selasa (3/11/2026) hingga Rabu (4/11/2026), berdasarkan data pemutakhiran yang disampaikan, tidak terpantau potensi cuaca ekstrem signifikan.
Iid mengimbau masyarakat, terutama pengendara yang melintasi jalur rawan serta warga yang tinggal di kawasan lereng dan dataran tinggi, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara yang melintas di jalur rawan serta warga yang tinggal di kawasan lereng atau dataran tinggi, untuk senantiasa memantau informasi cuaca terkini dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan air, pohon tumbang, atau tanah longsor akibat angin kencang,” katanya.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dengan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











