bukamata.id – Ada kalanya sebuah cerita horor tidak membuat orang menjauh, justru membuat mereka berkumpul. Itulah yang terjadi pada KHW Part 400 berjudul Pulang. Sejak dirilis di kanal YouTube Nadia Omara pada Minggu (25/10/2026), video berdurasi hampir tiga jam itu telah ditonton sekitar 87 juta kali hingga Senin (2/11/2026) dan menjadi bahan obrolan di X, Threads, TikTok, hingga Facebook.
Lonjakannya terbilang cepat. Tiga hari setelah tayang, tepatnya Rabu (28/10/2026), video tersebut dilaporkan sudah melewati 34 juta penayangan. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Nadia sebagai salah satu pencerita horor paling berpengaruh di jagat digital Indonesia, dengan kanal YouTube yang kini diikuti sekitar 18,2 juta pelanggan.
Kisah Pulang: Horor yang Berakar pada Tragedi Keluarga
Berbeda dari banyak cerita seram yang mengandalkan penampakan, Pulang membangun ketegangannya dari sebuah rumah tangga yang tampak baik-baik saja. Ceritanya berpusat pada Mbak Santi, suaminya Mas Edo, dan putri mereka, Tata.
Kisah dibuka dengan kabar meninggalnya Santi. Awalnya, kematian itu diduga terjadi karena ia mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, perlahan muncul kejanggalan demi kejanggalan. Maya, sahabat Santi, mulai mencium ada yang tidak beres, termasuk dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan Mas Edo.
Cerita kemudian bergeser ke wilayah yang lebih gelap ketika dugaan praktik pesugihan mencuat. Ustaz Ahmad hadir untuk melakukan rukiah, sementara Tata, sang anak, ikut terseret dalam situasi yang membahayakan dirinya. Puncaknya datang ketika Mas Edo meninggal dunia dan meninggalkan sepucuk surat pengakuan yang membuka rahasia di balik rangkaian tragedi keluarga tersebut.
Perpaduan misteri, konflik keluarga, dan unsur religi inilah yang membuat Pulang terasa lebih dari sekadar cerita hantu. Penonton diajak menebak, marah, sekaligus bersedih dalam satu tarikan napas panjang.
Pesan dari Tata Usai Cerita Viral
Setelah episode ini ramai dibicarakan, Nadia membagikan pesan langsung yang ia terima dari sosok Tata. Dalam pesan itu, Tata menyampaikan terima kasih kepada Nadia, tim KHW, dan para penonton atas perhatian serta doa yang mengalir untuk keluarganya. Ia juga mendoakan kesehatan dan kelancaran urusan Nadia beserta timnya.
Momen ini menambah lapisan emosional bagi penonton, karena kisah yang mereka ikuti selama hampir tiga jam ternyata menyisakan jejak nyata bagi orang yang mengalaminya.
Tingkah Kocak Warganet Saat Menonton KHW 400
Durasi panjang dan cerita yang menegangkan membuat penonton punya cara masing-masing untuk “bertahan” sampai akhir. Media sosial pun dipenuhi reaksi yang tak kalah menghibur dari videonya.
Sebagian warganet memperlakukannya seperti maraton serial. Camilan dan minuman disiapkan, waktu menonton diatur rapi, persis seperti hendak menghabiskan satu musim drama di layanan streaming.
Ada pula yang memilih mencicil. Sebagian cerita ditonton pagi hari, sisanya malam sebelum tidur. Meski begitu, tak sedikit yang mengingatkan bahwa menonton sendirian saat malam bisa membuat bulu kuduk berdiri.
Yang paling mengundang tawa adalah kelompok penonton penakut tapi penasaran. Lewat Threads, akun meyfangmf membagikan kumpulan cara unik mereka menonton KHW. Ada yang menyelimuti ponsel, menutup layar dengan kertas, menonton lewat televisi yang gambarnya rusak, hingga mengedit wajah Nadia menjadi kocak agar suasana tidak terlalu mencekam.
Prinsipnya sederhana: layar boleh ditutup, asal ceritanya tetap terdengar. Kamu sendiri masuk tim berani nonton layar penuh, atau ikut mencari cara supaya tidak terbayang-bayang?
Mengenal Format Kisah Horor Wawak
Kisah Horor Wawak atau KHW adalah seri cerita yang dibangun dari kiriman para narasumber melalui email resmi kanal Nadia Omara. Para pengirim berbagi pengalaman secara sukarela dan bersedia ceritanya ditayangkan apabila terpilih.
Tim KHW menyebut tidak mengubah isi cerita, hanya merapikannya agar lebih mudah dipahami. Mereka juga terbuka bahwa keaslian setiap kisah tidak bisa dijamin sepenuhnya, mengingat cerita yang bersinggungan dengan dunia gaib selalu memancing pro dan kontra. Tujuannya, penonton dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain.
Format bersambung inilah yang membuat KHW bertahan hingga ratusan bagian dan memiliki basis penonton setia yang selalu menunggu episode berikutnya.
Rekomendasi KHW Nadia Omara yang Seram Banget
Bagi kamu yang baru jatuh cinta pada KHW setelah menonton Pulang, masih banyak episode lain yang tak kalah mencekam. Berikut tujuh rekomendasi yang layak masuk daftar tontonan:
- Warung Bu Leli – KHW Part 100
- Akhirnya – KHW Part 47
- Spion Dalam – KHW Part 393
- Lukisan Perpus – KHW Sulawesi Selatan Part 171
- Angkot Biru – KHW Part 390
- Mbak Rini – KHW Part 379
- Perjalanan Perias – KHW Part 391
Perjalanan Karier Nadia Omara di YouTube
Nadia Omara bernama lengkap Nadia Fairuz Omara. Ia lahir di Banda Aceh pada 27 Oktober 1992 dan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Masa SMA-nya dihabiskan di SMA Negeri 9 Pekanbaru, sebelum melanjutkan studi Hukum di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, hingga lulus pada 2014.
Sebelum menjadi kreator konten, Nadia sempat meniti karier profesional. Ia pernah bekerja sebagai sales di perusahaan kesehatan dan juga berkarier di sektor perbankan.
Perjalanannya di YouTube dimulai pada 19 Juni 2019 lewat video yang membahas sebuah pengakuan mengerikan yang ia temukan di media sosial. Awalnya serba terbatas. Nadia merekam dengan kamera ponsel, memakai tumpukan barang sebagai pengganti tripod, dan mengedit sendiri di laptop.
Keterbatasan itu tidak menghalanginya. Konsistensi membawakan cerita horor, misteri, dan kisah nyata kiriman penonton membuat kanalnya tumbuh pesat. Dari produksi seadanya, kanal tersebut kini menjadi rumah bagi sekitar 18,2 juta pelanggan.
Kehidupan Pribadi Nadia Omara
Di balik layar, Nadia menjalani kehidupan rumah tangga bersama Galih Baren Suryo Putro, teman semasa kuliahnya di UII. Keduanya menikah pada Maret 2022 dan dikaruniai seorang putra bernama Umar Zavian Nayl yang lahir pada Februari 2024.
Meski kesehariannya diisi dengan bercerita kepada jutaan orang, Nadia cenderung menjaga ruang pribadinya. Sesekali, ia membagikan momen bersama keluarga kecilnya kepada pengikut di media sosial.
Horor yang Terus Punya Tempat
Kesuksesan Pulang menunjukkan bahwa cerita horor yang kuat tidak harus mengandalkan sosok menyeramkan. Konflik manusia, rahasia keluarga, dan ketegangan yang dibangun perlahan justru membuat penonton bertahan hingga tiga jam.
Bagi Nadia Omara, episode ke-400 ini bukan sekadar angka. Ia menjadi penanda perjalanan panjang dari kamera ponsel dan tripod darurat menuju salah satu kanal horor terbesar di Indonesia, sekaligus bukti bahwa cerita yang dibawakan dengan sepenuh hati selalu menemukan pendengarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











