bukamata.id – Tragedi pengeroyokan di kawasan Pasar Induk Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, menewaskan dua orang dan menyebabkan satu orang lainnya mengalami luka berat. Polisi kini masih mendalami penyebab penyerangan serta memeriksa seorang terduga pelaku yang telah diamankan.
Peristiwa berdarah yang terjadi pada Sabtu (24/10/2026) petang itu menewaskan FR (22) di lokasi kejadian. Sementara itu, korban berinisial T (38) meninggal dunia setelah sebelumnya dalam kondisi kritis akibat pengeroyokan.
Kapolsek Babakan Ciparay, AKP Kardi, membenarkan jumlah korban meninggal dunia mencapai dua orang.
“Semuanya dua yang meninggal dunia,” kata Kardi saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).
Selain kedua korban tewas, seorang pria berinisial AS (34) juga mengalami luka berat. Ia menderita luka pada siku kiri dan kehilangan salah satu jarinya akibat serangan senjata tajam.
Kardi mengatakan, korban yang mengalami luka tersebut telah pulang setelah mendapatkan perawatan.
“Kalau yang luka sudah pulang,” ucapnya.
Polisi Amankan Satu Terduga Pelaku
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi telah mengamankan satu orang yang diduga berkaitan dengan penyerangan tersebut. Namun, keterlibatan orang yang diamankan itu masih didalami oleh penyidik.
“Memang sudah diamankan, satu orang, tapi belum A1. Masih dalam pemeriksaan,” ujar Kardi.
Sebelumnya, Kardi menyampaikan bahwa kepolisian telah mengantongi identitas terduga pelaku dan melakukan pengejaran bersama tim gabungan dari Polsek Babakan Ciparay dan Polrestabes Bandung.
Berdasarkan informasi awal, penyerangan terjadi sekitar pukul 17.50 WIB di area Ruko Blok B-2, dekat Bank Mega, Pasar Induk Caringin.
Saat kejadian, para korban disebut sedang bekerja sebagai petugas parkir. Tiba-tiba, sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah sekitar 30 orang mendatangi lokasi dan menyerang menggunakan senjata tajam sebelum melarikan diri.
Adapun terkait pemicu kejadian, Kardi sebelumnya menyebut penyelidikan sementara mengarah pada dugaan kesalahpahaman antara juru parkir dan kuli panggul di area pasar.
“Awalnya ada kesalahpahaman antara tukang parkir dan kuli panggul. Tukang parkir dikira mencuri bawang. Sempat berdamai, tapi ada kesalahpahaman lagi,” kata Kardi, Minggu (25/10/2026).
Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut untuk memastikan penyebab penyerangan dan peran masing-masing pihak.
Aktivitas Pasar Sempat Terhenti
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (25/10/2026) siang, kawasan Blok B Pasar Induk Caringin tampak lengang setelah insiden tersebut. Aktivitas sejumlah pedagang sempat terhenti karena situasi yang mencekam dan trauma akibat kejadian itu.
Seorang pedagang kopi yang meminta identitasnya dirahasiakan menuturkan, peristiwa tersebut terjadi ketika dirinya baru membuka lapak.
Ia mengaku mendengar adu mulut dan suara benturan benda keras sebelum melihat korban tergeletak di lokasi kejadian.
“Orang-orang baru bubar setelah ada yang tergeletak, baru polisi datang. Saya langsung tutup warung,” tuturnya.
Keluarga Bantah FR Terlibat Perselisihan
Di rumah duka, ayah FR, Nandang Juhari (46), membantah anggapan bahwa anaknya merupakan juru parkir yang terlibat dalam perselisihan tersebut.
Menurut Nandang, FR bekerja membantu menyiapkan meja bagi pedagang pasar. Ia menyebut anaknya berada di lokasi kejadian untuk menolong temannya.
“Anak saya bukan tukang parkir atau tukang pikul. Dia anak baik, penurut, dan bertanggung jawab. Luka yang dialami di bagian jantung akibat senjata tajam,” ungkap Nandang.
Ibu korban, Sulastri (44), menambahkan bahwa FR meninggalkan seorang istri dan anak perempuan yang masih berusia 15 bulan.
Pihak keluarga berharap kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Mereka menyerahkan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Farhan Minta Keterangan Pengelola Pasar
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan keprihatinan atas tragedi yang menewaskan dua orang tersebut. Ia memastikan Pemerintah Kota Bandung berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung penanganan kasus.
“Kejadian ini sangat memprihatinkan dan tidak seharusnya terjadi. Kami percaya Polsek maupun Polrestabes Bandung akan bisa menangani dan segera menangkap para pelaku,” kata Farhan, Minggu (25/10/2026).
Farhan menegaskan, meskipun Pasar Induk Caringin dikelola pihak swasta, Pemkot Bandung tetap memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
Ia juga berencana meminta keterangan dari pengelola pasar, terutama pihak yang bertanggung jawab atas keamanan di dalam kawasan tersebut.
“Untuk kejadian yang terjadi di dalam wilayah pasar, kami akan meminta keterangan dari pihak pengelola, khususnya pengelola keamanan di dalam pasar tersebut,” ujarnya.
Farhan menambahkan, Pasar Induk Caringin memiliki peran penting sebagai pusat distribusi pangan bagi masyarakat. Karena itu, insiden kekerasan tersebut menjadi perhatian pemerintah kota.
Hingga Senin (26/10/2026), polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk memastikan keterlibatan orang yang telah diamankan dan mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam penyerangan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











