bukamata.id – Sebanyak delapan mahasiswa di Kota Bandung dikabarkan diamankan polisi setelah aksi unjuk rasa memperingati dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selasa (20/10/2026).
Ketua Bidang Penanganan Kasus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Bandung, Andi Daffa Patiroi, membenarkan adanya sejumlah mahasiswa yang diamankan. Namun, dia menyebut informasi yang diterima pihaknya masih terbatas.
“Informasi masih terbatas. Semalam ada 6 anak Unpad di Polrestabes, tapi sudah dibebaskan tadi pagi,” ujar Andi saat dihubungi, Rabu (21/10/2026).
Selain enam mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad), terdapat dua mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang disebut turut diamankan dan berada di Polda Jawa Barat.
“Hari ini ada 2 anak Unpar di Polda dan akan didampingi oleh LBH Pengayoman Unpar. Untuk selanjutnya kami belum dapat informasi lagi,” katanya.
Andi memastikan mahasiswa yang membutuhkan bantuan hukum akan mendapatkan pendampingan. Dengan demikian, berdasarkan informasi sementara dari LBH Kota Bandung, terdapat delapan mahasiswa yang diamankan polisi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polda Jabar maupun Polrestabes Bandung terkait jumlah mahasiswa yang diamankan dan penanganan kasus tersebut.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat berlangsung di sejumlah titik di Kota Bandung, di antaranya Jalan Asia Afrika, Simpang Lima, kawasan Braga, dan Gedung DPRD Jawa Barat.
Aksi penyampaian pendapat tersebut dilaporkan berjalan tertib. Namun, pada malam harinya terjadi penyerangan terhadap polisi oleh kelompok massa berpakaian hitam di sekitar Simpang Jalan Sulanjana.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, aksi mahasiswa pada awalnya berlangsung tertib. Situasi kemudian berubah setelah terjadi penyerangan terhadap aparat kepolisian.
“Unjuk rasanya juga sebetulnya sih baik-baik saja ya, sampai kejadian terjadi penyerangan terhadap truk polisi. Nah, itu menjadi lain nih sekarang,” kata Farhan.
Farhan menyebut penurunan eskalasi menjadi tanggung jawab bersama. Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung menyerahkan penanganan dan penyidikan kasus penyerangan kepada kepolisian.
“Sedangkan kami dari pemerintah kota memastikan bahwa semua akan kita bersihkan untuk kembali ke normal,” ucapnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











