bukamata.id – Masih ingat kisah Mbah HS, kakek berusia 78 tahun yang viral setelah diserahkan anak kandung dan menantunya ke panti lansia? Kini, penampilan pria asal Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, tersebut terlihat lebih rapi dan segar setelah mendapatkan perawatan di Griya Lansia Husnul Khatimah, Kabupaten Malang.
Perubahan penampilan Mbah HS mengundang perhatian warganet. Rambut dan jenggotnya yang sebelumnya panjang kini telah dicukur rapi. Namun, bukan hanya penampilan fisiknya yang menjadi sorotan. Wajah Mbah HS yang terlihat teduh juga membuat sejumlah orang memberikan komentar haru.
Bahkan, ada warganet yang menyebut raut wajah dan alis sang kakek mengingatkan mereka pada KH Maimoen Zubair, ulama kharismatik yang akrab disapa Mbah Moen.
Di tengah kisah pilu yang sempat menyelimuti kehidupannya, Mbah HS kini menjalani hari-hari di bawah pendampingan para relawan Griya Lansia. Ia mendapatkan kebutuhan sehari-hari, perawatan kesehatan, serta bimbingan keagamaan untuk menjalani masa tuanya.
Kabar terbaru tentang Mbah HS dibagikan melalui akun Instagram @ariefcamra. Unggahan tersebut kembali mengundang perhatian publik, terutama dari warganet yang sejak awal mengikuti kisah sang kakek.
Penampilan Mbah HS Berubah, Wajahnya Dinilai Semakin Teduh
Setelah menjalani perawatan di Griya Lansia Husnul Khatimah, penampilan Mbah HS terlihat lebih terawat. Rambut dan jenggotnya dicukur rapi sehingga wajahnya tampak lebih segar.
Perubahan tersebut memunculkan beragam komentar. Sebagian warganet merasa lega melihat Mbah HS mendapatkan perawatan dan lingkungan yang mendampinginya dalam menjalani hari tua.
Ada pula yang menyoroti ekspresi wajahnya yang dinilai teduh. Seorang warganet bahkan mengaitkan penampilan Mbah HS dengan sosok Mbah Moen.
“Wajah dan alisnya mirip dengan Kyai Maimoen Zubair, insya Allah Mbah-nya kerasan, ibadah bisa tenang,” tulis akun @nam***.
Komentar serupa juga datang dari warganet lain yang memuji penampilan baru sang kakek.
“Wah mbah kung jadi ganteng lagi,” tulis akun @her***.
Di balik komentar ringan tersebut, tersimpan harapan agar Mbah HS bisa menjalani masa tua dengan lebih nyaman, sehat, dan tenang.
Warganet Berharap Mbah HS Bisa Tenang Beribadah
Perhatian publik terhadap kondisi Mbah HS tidak berhenti pada perubahan penampilannya. Banyak warganet berharap lingkungan baru di Griya Lansia dapat menjadi tempat yang membuat sang kakek merasa aman dan diterima.
Salah satunya disampaikan oleh akun @sha*** yang menilai wajah Mbah HS terlihat teduh dan berharap ia bisa lebih fokus beribadah.
“Mbahnya wajahnya teduh sekali, terlihat beliau orang baik, insyaaAllah di griya lansia lebih enak ya mbak, bisa fokus ibadah,” tulis akun tersebut.
Bagi sebagian warganet, perawatan yang diterima Mbah HS menjadi kabar yang melegakan setelah kisah penyerahannya ke panti sempat memancing kesedihan dan kemarahan publik.
Meski demikian, perhatian terhadap kondisi Mbah HS juga diwarnai beragam emosi. Ada warganet yang mengungkapkan kekesalan terhadap keputusan keluarga sang kakek, sementara yang lain berharap ia bisa menemukan ketenangan bersama orang-orang yang kini merawatnya.
“Yakin dalam hati kecilnya pasti Mbah Kung sedih banget atas perlakuan anak mantunya. Ga bisa dibohongi. Sehat-sehat Mbah Kung, bahagia di sana banyak teman dan yang sayang,” tulis akun @put***.
Sementara itu, akun @tri*** menyampaikan komentar emosional terkait unggahan terbaru tentang Mbah HS. Ia berharap informasi mengenai sang kakek tidak justru menjadi alasan keluarga untuk sekadar memantau kondisinya melalui media sosial.
“Pak @ariefcamra jangan sering di-up Mbah-nya, nanti anaknya kesenengan. Kalau kangen orang tuanya, bisa lihat IG, udah bisa lihat bapaknya. Kan perjanjian gak boleh jenguk dan tahu kabar bapaknya kan,” tulis akun tersebut.
Berbagai komentar itu menunjukkan bahwa kisah Mbah HS masih membekas di hati publik. Namun, di tengah beragam reaksi, harapan yang paling banyak muncul adalah agar sang kakek bisa menjalani masa tua dengan sehat dan mendapatkan perhatian yang layak.
Mbah HS Pernah Mengaku Tak Tahu Kesalahannya kepada Anak
Sebelum kabar terbaru tentang penampilannya beredar, kisah Mbah HS lebih dahulu menyita perhatian publik karena keputusan anak kandung dan menantunya menyerahkan dirinya ke Griya Lansia Husnul Khatimah di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
Di usianya yang telah menginjak 78 tahun, Mbah HS masih mampu berjalan sendiri. Ingatannya pun disebut masih baik. Namun, ia mengaku tidak memahami alasan anaknya memilih menyerahkan dirinya ke panti lansia.
“Saya sendiri gak pernah tau saya tuh salahnya dimana, meskipun saya merasa tidak pernah salah, tapi saya terus berulang kali meminta maaf,” tutur Mbah HS setelah diserahkan ke panti.
Pengakuan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh dalam kisahnya. Di tengah keputusan keluarga yang harus diterimanya, Mbah HS mengaku telah berulang kali meminta maaf meski tidak mengetahui kesalahan yang dimaksud.
Kisah itu viral di media sosial sejak Selasa (13/10/2026) dan memicu gelombang simpati dari warganet.
Keluarga Menyerahkan Perawatan Sepenuhnya kepada Yayasan
Ketua Yayasan Griya Lansia, Arief Camra, sebelumnya membenarkan bahwa Mbah HS diserahkan oleh anak kandung dan menantunya. Menurut Arief, keluarga membuat pernyataan tertulis yang menyatakan penyerahan perawatan sang kakek sepenuhnya kepada yayasan.
Dalam pernyataan tersebut, keluarga juga menyampaikan tidak perlu diberi kabar apabila Mbah HS meninggal dunia di kemudian hari. Dengan demikian, pihak yayasan harus bersiap menangani kebutuhan sang kakek selama tinggal di panti, termasuk urusan pemakaman apabila kelak diperlukan.
Arief mengaku menyayangkan keputusan tersebut. Sebab, Griya Lansia pada dasarnya diprioritaskan untuk lansia telantar, kaum dhuafa, atau mereka yang benar-benar tidak memiliki keluarga.
“Kami sangat menyayangkan sikap anak dan menantunya. Griya Lansia ini sebenarnya kami prioritaskan untuk lansia telantar, kaum dhuafa, atau mereka yang benar-benar sebatang kara dan tidak punya keluarga. Namun, karena kondisinya mendesak dan sang ayah telantar, akhirnya kami sepakat untuk merawatnya,” ujar Arief.
Pihak yayasan juga sempat menawarkan sejumlah alternatif sebelum menerima Mbah HS. Upaya mediasi dilakukan agar keluarga tetap memiliki hubungan dan komunikasi dengan sang kakek.
Namun, menurut keterangan yang disampaikan pihak yayasan, sejumlah tawaran tersebut tidak diterima. Keluarga tetap menginginkan penyerahan perawatan secara penuh.
Hingga kisah tersebut menjadi perhatian publik, alasan di balik keputusan keluarga itu belum diketahui secara jelas.
Mbah HS Menerima Keputusan dengan Lapang Dada
Momen penyerahan Mbah HS turut terekam dan tersebar di media sosial. Peristiwa tersebut mengundang banyak reaksi karena sang kakek harus memulai kehidupan baru jauh dari keluarganya.
Di tengah situasi itu, Mbah HS menunjukkan sikap pasrah. Ia mengaku tidak mengetahui alasan dirinya harus tinggal di panti, meski merasa telah berulang kali meminta maaf.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan meninggal dunia tanpa kehadiran keluarga, ia menjawab dengan tenang.
“Alhamdulillah, lillahitaala,” ungkapnya.
Kini, setelah menjalani perawatan di Griya Lansia Husnul Khatimah, perhatian publik kembali tertuju pada kondisi Mbah HS. Penampilannya yang lebih rapi dan wajahnya yang dinilai teduh menghadirkan harapan baru bagi orang-orang yang mengikuti kisahnya.
Doa dan dukungan terus mengalir agar Mbah HS diberikan kesehatan, ketenangan, serta kesempatan menjalani hari-hari tuanya dengan lebih baik. Di tengah kisah keluarga yang masih menyisakan tanda tanya, banyak warganet berharap sang kakek dapat menemukan lingkungan yang membuatnya merasa dihargai dan tidak sendirian.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











