Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jelang Persib vs Persik, Beckham Putra Kirim Pesan Khusus untuk Bobotoh

Minggu, 18 Oktober 2026 15:06 WIB

Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada

Minggu, 18 Oktober 2026 14:09 WIB
ASN bisa WFA

Kronologi ASN Pemkot Bandung Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Hamili Pelajar Magang

Minggu, 18 Oktober 2026 13:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jelang Persib vs Persik, Beckham Putra Kirim Pesan Khusus untuk Bobotoh
  • Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada
  • Kronologi ASN Pemkot Bandung Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Hamili Pelajar Magang
  • Balas Dendam Tuntas! Fajar/Fikri Melaju ke Final Denmark Open 2026
  • Saling Puji Jelang Duel Panas, Siapa Menang di Laga Persib vs Persik Kediri?
  • Detik-detik Gas Kaleng Meledak di Gerobak Bakso, Pedagang Alami Luka Bakar
  • Demo Biaya Hidup di Perancis Rusuh! Balai Kota Dibakar hingga Butik Mewah Dijarah
  • Greg Bongkar Dugaan Staf Persib Tak Digaji 3–4 Bulan, Eks Staf: 10 Tahun Tak Pernah Telat Gajian!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 18 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada

By SusanaMinggu, 18 Oktober 2026 14:09 WIB5 Mins Read
Kakek 78 tahun asal Gresik diserahkan anak dan menantunya ke Griya Lansia Malang. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di usianya yang sudah 78 tahun, Mbah HS masih bisa berjalan sendiri. Ingatannya masih utuh, tidak pikun.

Namun, satu hal yang tak pernah ia mengerti hingga kini: apa kesalahannya hingga anak kandungnya sendiri memilih menyerahkannya ke panti jompo.

“Saya sendiri gak pernah tau saya tuh salahnya dimana, meskipun saya merasa tidak pernah salah, tapi saya terus berulang kali meminta maaf,” tutur Mbah HS usai diserahkan ke panti.

Kakek asal Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, itu diserahkan anak kandung dan menantunya ke Griya Lansia Husnul Khatimah di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Penyerahan dilakukan secara total, disertai satu permintaan yang membuat publik terenyuh: keluarga tak perlu dikabari jika sang ayah meninggal dunia.

Kisah ini viral di media sosial sejak Selasa (13/10/2026) dan memicu gelombang simpati sekaligus kecaman dari warganet.

Diserahkan Total, Bahkan Tak Mau Dikabari Saat Meninggal

Ketua Yayasan Griya Lansia, Arief Camra, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, saat proses penyerahan, sang anak membuat pernyataan tertulis yang menyatakan menyerahkan perawatan ayahnya sepenuhnya kepada yayasan. Dalam pernyataan itu, keluarga juga bersedia untuk tidak dikabari sama sekali jika sang ayah meninggal di kemudian hari.

Artinya, seluruh tanggung jawab atas Mbah HS, termasuk pemakamannya kelak, kini berada di tangan pihak panti.

Arief menyayangkan keputusan tersebut. Apalagi, Griya Lansia sejatinya diprioritaskan bagi lansia yang benar-benar tidak punya siapa-siapa.

“Kami sangat menyayangkan sikap anak dan menantunya. Griya Lansia ini sebenarnya kami prioritaskan untuk lansia telantar, kaum dhuafa, atau mereka yang benar-benar sebatang kara dan tidak punya keluarga. Namun, karena kondisinya mendesak dan sang ayah telantar, akhirnya kami sepakat untuk merawatnya,” ujar Arief.

Tawaran Solusi Ditolak Keluarga

Sebelum menerima Mbah HS, pihak yayasan sempat berupaya memediasi. Mereka menawarkan sejumlah alternatif agar keluarga tetap menjaga hubungan dan komunikasi dengan sang ayah.

Namun, semua tawaran itu ditolak secara halus. Pasangan suami istri tersebut bersikukuh menyerahkan sang ayah secara penuh. Hal itu juga tergambar dalam keterangan unggahan yang beredar di media sosial.

“Disuruh merawat gak mau, Jalur wakaf gak mau, maunya secara total. Bersedia dengan syarat yang berat; kalau meninggal nggak perlu di kabari,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Hingga kini, alasan di balik keputusan keluarga tersebut belum diketahui.

Detik-detik Perpisahan yang Jadi Sorotan

Momen penyerahan Mbah HS turut terekam dan beredar luas. Dalam unggahan yang viral, ekspresi sang anak di detik-detik terakhir penyerahan menjadi sorotan. Tak tampak tangis perpisahan di wajahnya. Unggahan itu menggambarkan sang anak seolah tak lagi peduli pada ayahnya.

Berbeda dengan sang anak, Mbah HS justru menerima keputusan itu dengan lapang dada. Ia hanya bisa pasrah, meski tak pernah tahu di mana letak kesalahannya. Ia bahkan mengaku sudah berulang kali meminta maaf.

Saat ditanya soal kemungkinan tutup usia tanpa kehadiran keluarga, Mbah HS menjawab dengan tenang.

“Alhamdulillah, lillahitaala,” ungkapnya.

Kini Tampil Lebih Segar di Griya Lansia

Kini, Mbah HS menjalani hari-harinya di bawah perawatan para relawan Griya Lansia Malang. Di sana, ia mendapatkan kebutuhan hidup sehari-hari, perawatan kesehatan, serta bimbingan keagamaan.

Begitu tiba di panti, Mbah HS langsung dirawat. Rambut dan jenggotnya dicukur rapi, membuat penampilannya kini terlihat lebih segar.

Kisah Mbah HS mengundang ribuan reaksi. Di kolom komentar unggahan Instagram @ariefcamra, banyak warganet mendoakan sang kakek agar betah dan tenang menjalani hari tuanya.

“Mbahnya wajahnya teduh sekali, terlihat bliau orang baik, insyaaAllah di griya lansia lebih enak ya mbak, bisa fokus ibadah,” tulis akun @sha***.

Ada pula yang menyebut wajah Mbah HS mengingatkannya pada sosok ulama kharismatik.

“Wajah dan alisnya mirip dengan Kyai Maimoen Zubair , insya Allah Mbah nya kerasan , ibadah bisa tenang dan akhir yg Husnul khatimah,” tulis akun @nam***.

Sebagian warganet tak bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap sikap anak dan menantu sang kakek.

“Pak @ariefcamra jangan sering di up mbh nya,nanti anak nya kesenengen.. kalo kangen orang tua nya,bisa liat ig udah bisa liat bapak nya😢😢..kan perjanjian gak boleh jenguk dan tau kabar bapak nya kan..kok aku jadi jahat begini..,” tulis akun @tri***.

Yang lain meyakini, di balik ketabahannya, Mbah HS menyimpan kesedihan mendalam.

“Yakin dalam hati kecil nya pasti mbah kung sediiih bgt atas perlakuan anak mantu nya. Ga bisa di bohongi. Sehat2 mbahkung, bahagia disana banyak teman dn yg sayang,” tulis akun @put***.

Pengingat bagi Kita Semua

Apa yang sebenarnya terjadi di balik keputusan keluarga Mbah HS mungkin hanya mereka yang tahu. Setiap keluarga menyimpan cerita, pergulatan, dan luka yang tak selalu tampak dari luar. Karena itu, kisah ini tak semestinya berhenti pada kecaman semata.

Namun, ada satu hal yang tak terbantahkan dari kisah ini: di usia senja, orang tua tak hanya membutuhkan tempat tinggal, makanan, dan perawatan. Mereka membutuhkan kehadiran, kabar, dan kasih sayang dari anak-anak yang dulu mereka besarkan.

Mbah HS kini memang tak lagi telantar. Ia punya tempat bernaung, teman sebaya, dan para relawan yang merawatnya dengan tulus. Doa dari ribuan warganet pun terus mengalir untuknya.

Meski begitu, ketenangan yang ia tunjukkan lewat ucapan “Alhamdulillah, lillahitaala” menyisakan pertanyaan yang menggantung bagi siapa pun yang mendengarnya. Mungkin kita tak akan pernah tahu jawabannya. Tapi kisah ini bisa menjadi alasan untuk menelepon orang tua kita hari ini, sebelum kesempatan itu tak lagi ada.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arief Camra Griya Lansia Husnul Khatimah lansia diserahkan ke panti lansia Gresik panti jompo Malang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN bisa WFA

Kronologi ASN Pemkot Bandung Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Hamili Pelajar Magang

Detik-detik Gas Kaleng Meledak di Gerobak Bakso, Pedagang Alami Luka Bakar

Demo Biaya Hidup di Perancis Rusuh! Balai Kota Dibakar hingga Butik Mewah Dijarah

Jangan Ditiru! Niat Hati Ajak Anak Mendaki, Malah Berakhir Petaka dan Kecaman Satu Indonesia

Sindir Kepemimpinan Iran, Donald Trump Buat Lelucon Soal Nama ‘Mohammad’ di Panggung Kampanye

Buntut Polusi Udara Lintas Negara, 7 Persusahaan RI Terancam Sanksi Singapura

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.