Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Drama Injury Time! Persita Taklukkan Persija 3-2, Rekor Sempurna Macan Kemayoran Terhenti

Sabtu, 17 Oktober 2026 21:45 WIB

Sindir Kepemimpinan Iran, Donald Trump Buat Lelucon Soal Nama ‘Mohammad’ di Panggung Kampanye

Sabtu, 17 Oktober 2026 21:18 WIB

Kaya Serat dan Antioksidan, Ahli Gizi Sarankan Jangan Buang Kulit Ubi Saat Dimasak!

Sabtu, 17 Oktober 2026 21:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Drama Injury Time! Persita Taklukkan Persija 3-2, Rekor Sempurna Macan Kemayoran Terhenti
  • Sindir Kepemimpinan Iran, Donald Trump Buat Lelucon Soal Nama ‘Mohammad’ di Panggung Kampanye
  • Kaya Serat dan Antioksidan, Ahli Gizi Sarankan Jangan Buang Kulit Ubi Saat Dimasak!
  • Imbas Dampak Buruk ChatGPT, OpenAI Dituntut Bayar Ganti Rugi Hingga Hapus Data Pengguna
  • Ada Braga Bebas Kendaraan Hingga Persib Day, Ini Agenda Lengkap Kota Bandung Akhir Pekan Ini
  • Jangan Nonton Sendiri! Ini 10 Titik Nobar Persib vs Persik di Bandung & Sekitarnya
  • Prediksi Persib vs Persik Kediri: Unggul Rekor Kandang, Marc Klok Ogah Anggap Remeh Macan Putih
  • Buntut Polusi Udara Lintas Negara, 7 Persusahaan RI Terancam Sanksi Singapura
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sindir Kepemimpinan Iran, Donald Trump Buat Lelucon Soal Nama ‘Mohammad’ di Panggung Kampanye

By Aga GustianaSabtu, 17 Oktober 2026 21:18 WIB2 Mins Read
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu perbincangan publik setelah menyisipkan lelucon mengenai popularitas nama ‘Mohammad’ sewaktu menyinggung kepemimpinan politik di Iran. Kelakar tersebut ia sampaikan di hadapan ribuan pendukungnya saat menggalang suara untuk pemilu sela.

Momen itu terjadi ketika Trump menyampaikan orasi di Bandara Regional Dalton, Georgia, demi menyokong deretan kandidat dari Partai Republik menyongsong pemilu sela pada 3 November mendatang.

“Kalian tahu, jika ragu tentang nama seseorang dari Timur Tengah, panggil saja ‘Mohammad,'” kata Trump dilansir Reuters, Sabtu (17/10/2026).

“Peluangnya benar sekitar 65%. ‘Halo, Mohammad.’ Saya sudah melakukannya bertahun-tahun. Tidak pernah salah,” imbuhnya.

Baca Juga:  Manuver Kejutan Donald Trump: Israel Terpukul oleh Gencatan Senjata AS-Iran di Tengah Perang

Singgung Kepemimpinan di Iran

Dalam aksinya di atas panggung, Trump memperagakan adegan pura-pura bertanya kepada figur berinisial Mohammad mengenai ketertarikan mereka menjabat posisi presiden di Iran. Kendati demikian, respons dari deretan pendukung yang hadir tampak relatif dingin.

Pernyataan tersebut kemudian ia sambung dengan kalimat sindiran terkait dinamika pemerintahan di Teheran.

“Iran adalah satu-satunya negara di mana tidak ada orang yang ingin menjadi presiden,” lanjut Trump.

Baca Juga:  Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas

Gaya Retorika yang Menuai Gelombang Kritik

Gaya bahasa serta lelucon yang dilayangkan Trump bukanlah kali pertama mengundang polemik. Sejumlah organisasi advokasi Muslim dan pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) secara konsisten melayangkan kritik atas narasi politik Trump yang dianggap mendiskreditkan umat Islam, kelompok imigran, hingga etnis minoritas.

Memasuki masa pemilu sela, intensitas retorika bernada serupa dinilai makin meningkat. Beberapa figur publik keturunan Muslim maupun asal Somalia turut menjadi sasaran perbincangan, di antaranya kandidat Senat AS asal Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, serta anggota DPR AS dari Minnesota, Ilhan Omar.

Baca Juga:  Gencatan Senjata AS-Iran di Ujung Tanduk, Ketegangan Timur Tengah Kian Membara

Kondisi ini sejalan dengan temuan laporan tahunan Council on American-Islamic Relations (CAIR) yang dirilis awal tahun ini. Lembaga tersebut mencatat adanya kenaikan sentimen Islamofobia di kawasan AS, yang salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan ketat imigrasi serta penanganan aksi pro-Palestina selama periode kedua kepemimpinan Trump.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Donald Trump Iran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Polusi Udara Lintas Negara, 7 Persusahaan RI Terancam Sanksi Singapura

Sambangi Bandung Lewat GO! NEXT 2026, FiberStar Kenalkan Solusi Digital Terintegrasi untuk Bisnis

Diduga Kalap Akibat Tekanan Kerja, Pria di Sukabumi Tega Bacok Istri Tanpa Cekcok

Langit Jakarta dan Jawa Barat Dirayapi Asap Karhutla Kalimantan, Kualitas Udara Mulai Terancam?

Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga

Geger Dugaan Pelecehan Verbal Dosen UIN Bandung: Mahasiswa Gelar Aksi, Rektor Sampaikan Permohonan Maaf

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.