Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sindir Kepemimpinan Iran, Donald Trump Buat Lelucon Soal Nama ‘Mohammad’ di Panggung Kampanye

Sabtu, 17 Oktober 2026 21:18 WIB

Kaya Serat dan Antioksidan, Ahli Gizi Sarankan Jangan Buang Kulit Ubi Saat Dimasak!

Sabtu, 17 Oktober 2026 21:00 WIB

Imbas Dampak Buruk ChatGPT, OpenAI Dituntut Bayar Ganti Rugi Hingga Hapus Data Pengguna

Sabtu, 17 Oktober 2026 20:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sindir Kepemimpinan Iran, Donald Trump Buat Lelucon Soal Nama ‘Mohammad’ di Panggung Kampanye
  • Kaya Serat dan Antioksidan, Ahli Gizi Sarankan Jangan Buang Kulit Ubi Saat Dimasak!
  • Imbas Dampak Buruk ChatGPT, OpenAI Dituntut Bayar Ganti Rugi Hingga Hapus Data Pengguna
  • Ada Braga Bebas Kendaraan Hingga Persib Day, Ini Agenda Lengkap Kota Bandung Akhir Pekan Ini
  • Jangan Nonton Sendiri! Ini 10 Titik Nobar Persib vs Persik di Bandung & Sekitarnya
  • Prediksi Persib vs Persik Kediri: Unggul Rekor Kandang, Marc Klok Ogah Anggap Remeh Macan Putih
  • Buntut Polusi Udara Lintas Negara, 7 Persusahaan RI Terancam Sanksi Singapura
  • 5 Tempat Makan Pecel Lele Enak di Bandung: Lengkap dengan Harga dan Lokasinya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Imbas Dampak Buruk ChatGPT, OpenAI Dituntut Bayar Ganti Rugi Hingga Hapus Data Pengguna

By Aga GustianaSabtu, 17 Oktober 2026 20:51 WIB2 Mins Read
ChatGPT. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengembang kecerdasan buatan terkemuka, OpenAI, kembali terjerat masalah hukum serius di kawasan Amerika Serikat. Sebanyak delapan pemerintahan negara bagian secara resmi melayangkan gugatan hukum terpisah lantaran menganggap platform ChatGPT berpotensi mengancam keselamatan generasi muda serta mengelabui publik terkait standar keamanan sistem mereka.

Tindakan hukum secara serentak ini diprakarsai oleh otoritas hukum dari Arizona, Arkansas, Idaho, Iowa, Kansas, Montana, Nebraska, dan West Virginia. Dalam pendaftaran gugatan tersebut, OpenAI dituduh telah mengorbankan asas keselamatan penggunanya demi memburu profitabilitas bisnis semata.

“OpenAI telah menyimpang dari misi awalnya sebagai organisasi nirlaba yang mengutamakan kepentingan dan keselamatan publik, menjadi peringatan tentang apa yang bisa terjadi ketika pengembangan teknologi secanggih AI tidak didorong oleh prinsip keselamatan, melainkan pola pikir yang mengejar keuntungan dengan cara apapun yang mengesampingkan perlindungan yang penting,” tulis gugatan dari negara bagian Arizona, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga:  Manuver Kejutan Donald Trump: Israel Terpukul oleh Gencatan Senjata AS-Iran di Tengah Perang

Bungkam Soal Risiko dan Dampak Fatal pada Pengguna

Dalam berkas tuntutannya, kedelapan regulator menilai OpenAI melanggar aturan perlindungan konsumen daerah. Perusahaan dinilai sengaja mencitrakan ChatGPT sebagai layanan AI yang ramah remaja tanpa dibentengi dengan sistem filtrasi serta batas pengamanan yang memadai.

Sejumlah bahaya laten yang disorot meliputi penurunan kemampuan berpikir kritis, timbulnya gangguan paranoid atau delusi, hingga pemberian saran medis yang keliru. Gugatan tersebut turut mencantumkan fakta mengenai:

Baca Juga:  Rangka Dinosaurus 150 Juta Tahun Terlelang Rp100 Miliar
  • Kasus tragis bunuh diri yang melibatkan pengguna usia remaja setelah berinteraksi intensif dengan ChatGPT.
  • Insiden overdosis obat pada pengguna akibat menerima panduan kesehatan yang tidak akurat dari bot.
  • Kerentanan peretasan berbasis agen AI serta dugaan pengerukan data anak di bawah umur tanpa izin legal.

Atas dasar kelalaian tersebut, penggugat mendesak pengadilan untuk menjatuhkan sanksi ganti rugi keuangan, penghentian promosi yang menyesatkan, hingga perintah penghapusan data pribadi pengguna yang dihimpun secara tidak sah.

Tanggapan Resmi Pengembang ChatGPT

Menanggapi tuduhan beruntun tersebut, juru bicara OpenAI Drew Pusateri menegaskan bahwa pihaknya senantiasa memperbarui dan memperketat fitur perlindungan pengguna berdasarkan kelompok umur.

Baca Juga:  Warga Tak Gentar dengan Ancaman Trump Jadikan Gaza Neraka

“Meskipun tidak ada sistem yang sempurna, kami terus bekerja sama dengan para ahli untuk memberi masukan bagi upaya kami dan membangun perlindungan tambahan, seperti kontrol orang tua, pengingat istirahat, dan perlindungan berbasis model sesuai usai yang sudah tersedia saat ini,” kata juru bicara OpenAI.

Pusateri menambahkan bahwa pembentukan regulasi kecerdasan buatan seharusnya tidak bersifat tebang pilih, melainkan menyasar lanskap industri teknologi secara menyeluruh.

“Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai negara bagian dalam memajukan kebijakan AI yang pragmatis yang berlaku bagi seluruh industri AI-bukan hanya untuk satu perusahaan saja,” sambungnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat chatgpt OpenAI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kaya Serat dan Antioksidan, Ahli Gizi Sarankan Jangan Buang Kulit Ubi Saat Dimasak!

Ada Braga Bebas Kendaraan Hingga Persib Day, Ini Agenda Lengkap Kota Bandung Akhir Pekan Ini

5 Tempat Makan Pecel Lele Enak di Bandung: Lengkap dengan Harga dan Lokasinya

Dihantam Hujatan Se-Indonesia! Keputusan Drastis Reno Ferdinand Usai Pulang Tanpa Gelar di Mister Global 2026

BSU cair

Kabar Gembira Pekerja! BSU 2026 Disalurkan Sekaligus Rp900 Ribu Akhir Tahun, Ini Penjelasan Pemerintah

Bukti Bakat Indonesia Itu Real! Dari Lapangan Semen Kampung, Devina Digodok Pelatih Berlisensi UEFA

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.