bukamata.id – Perjalanan hidup seorang anak manusia terkadang berputar dalam lintasan yang tidak pernah disangka-sangka. Berawal dari pelataran sekolah dasar beralaskan semen hijau di Deli Serdang, Sumatera Utara, di mana seorang bocah perempuan kelas 3 SD bernama Devina mengolah bola dengan kelincahan luar biasa, kini kisahnya telah menembus batas-batas layar gawai.
Video aksinya saat mendribble bola melewati anak-anak laki-laki seusianya sempat menghebohkan dunia maya. Gelombang kekaguman dari warganet, julukan “Devina vs Everybody”, hingga perhatian langsung dari pelatih kepala Timnas Futsal Putri Indonesia, Coach Luis Estrela, kini bukan sekadar isapan jempol atau interaksi digital semata.
Takdir mempertemukan mereka dalam sebuah momen haru dan membanggakan: Devina akhirnya benar-benar berdiri di lapangan futsal profesional, bersua langsung dengan sang juru taktik, dan merasakan pengalaman emas dilatih langsung oleh pelatih Timnas Futsal Putri Indonesia.
Dari Layar Kaca Menuju Arena Nyata: Sebuah Pertemuan yang Dinanti
Gelombang viral di media sosial memang memiliki kekuatan magis untuk mengubah takdir seseorang dalam sekejap. Ketika video singkat yang diunggah oleh guru PJOK-nya memperlihatkan kepiawaian Devina mengontrol bola dengan gaya yang disamakan warganet seperti perpaduan Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Sergio Ramos, perhatian publik tertuju ke Deli Serdang. Tak tanggung-tanggung, unggahan aksi luar biasa Devina tersebut direspons dan dikomentari langsung oleh Coach Luis Estrela. Melalui akun pribadinya, sang pelatih kepala Timnas Futsal Putri Indonesia memberikan pujian setinggi langit: “Amazing Talent is Devina @pjokbersamayusuf . 👏🏻👏🏻👏🏻💯. Next generation from Timnas 🇮🇩⚽. Need to keep development her skills.”
Pernyataan apresiasi dari pelatih berpaspor Portugal itu menjadi penegas bahwa bakat murni yang dimiliki Devina bukan sekadar viral sesaat, melainkan potensi besar yang perlu dijaga dan dikembangkan untuk menjadi generasi penerus Timnas Futsal Putri Indonesia.
Dalam momen perjumpaan yang terekam penuh kehangatan tersebut, Devina yang mengenakan jersey kombinasi biru-merah serta jilbab hitam khasnya tampak mendatangi sebuah gelanggang olahraga futsal indoor yang megah. Di tempat inilah tengah berlangsung ajang bergengsi, salah satunya terpampang spanduk “Sumut Futsal Championship 2026 Piala Gubernur Sumatera Utara”. Suasana arena yang luas dengan tribun penonton yang tertata rapi kontras dengan lapangan semen tempat ia biasa berlatih, namun senyum ceria dan mata binar penuh semangat tetap terpancar di wajah kecil Devina sejak ia menginjakkan kaki di arena tersebut.
Pengalaman Emas: Merasakan Langsung Sentuhan Tangan Dingin Pelatih Berlisensi UEFA A
Puncak dari impian jutaan pencinta futsal tanah air terjadi ketika Devina tidak hanya sekadar menonton dari bangku penonton, melainkan turun langsung ke tengah lapangan mulus berstandar nasional. Di bawah arahan Coach Luis Estrela—juru taktik asal Portugal yang memiliki rekam jejak mentereng termasuk menakhodai klub raksasa SL Benfica Feminino—Devina mendapatkan kesempatan langka yang jarang dirasakan oleh anak-anak seumurannya.
Dalam sesi latihan khusus tersebut, Coach Luis yang mengenakan pakaian latihan hijau tampak memberikan instruksi langsung. Suasana berubah menjadi kombinasi antara serius dan penuh inspirasi. Devina berdiri di hadapan barisan para pemain timnas putri yang mengenakan jersey merah, menyimak setiap arahan dengan seksama. Tidak berhenti di situ, Devina kemudian memperlihatkan kemampuannya mengolah si kulit bundar di atas lapangan indoor. Ia melakukan dribbling, gocekan-gocekan halus menggunakan telapak kaki, dan berinteraksi langsung dalam simulasi permainan kecil bersama para pemain kakak kelasnya.
Keberanian dan ketenangan mental Devina saat mengolah bola di tengah panggung besar ini tak pelak menuai pujian tinggi dari publik maya yang menyaksikan perkembangannya. “Gokss, mental nya keren sii, ga down lawan yg lebih gede dari dia, semangat terus adek,” puji salah seorang netizen yang kagum dengan nyali sang bocah cilik.
Coach Luis, yang dikenal sangat teliti dan disiplin dalam memantau talenta muda, tampak mengamati setiap pergerakan kaki Devina. Sentuhan-sentuhan magis bocah Deli Serdang ini diuji langsung di hadapan sang pelatih kepala tim nasional. Momen ini bukan sekadar latihan biasa, melainkan sebuah bentuk validasi profesional bahwa bakat alami Devina di pelosok negeri memang memiliki standar kualitas yang diakui oleh mata tajam seorang pelatih berkaliber internasional.
Doa dan Apresiasi Warganet: Saksi Perjalanan Sang Calon Bintang
Perjalanan Devina dari pelataran sekolah dasar hingga dilatih oleh pelatih tim nasional tidak lepas dari apresiasi mendalam masyarakat terhadap guru PJOK-nya, Pak Yusuf, yang menjadi sosok kunci dalam mendokumentasikan dan memfasilitasi bakat sang anak. Ungkapan terima kasih dan rasa haru tumpah ruah di kolom komentar media sosial.
Seorang warganet mengisahkan rasa takjubnya saat pertama kali melihat potensi Devina di media sosial: “Minggu lalu tetiba lihat adik ini dikeroyok para pria di lapangan sekolahnya, herannya dia malah superior sendiri gocek bolanya. Saya langsung follow akun pak guru demi melihat video2 devina dan berharap saya salah satu followers yang akan menjadi saksi perjalanan hidup devina menjadi atlit yang sukses kedepannya. Terus semangat Pak guru dan terima kasih, anda juga hebat teruslah menjadi guru yang selalu care dan memberikan ruang berkembang bagi anak2.”
Senada dengan hal tersebut, netizen lain juga ikut menyuarakan apresiasi mendalam atas dedikasi sang guru: “Terimakasih p yusuf yg telah mensuport devina…semangat terus devina…semoga nanti meraih cita citanya dengan sukses…” Dukungan moral ini membuktikan betapa besarnya kepedulian publik agar ekosistem pendidikan dan olahraga di tingkat sekolah dasar terus melahirkan talenta-talenta hebat bagi bangsa.
Kenang-Kenangan Abadi dan Momen Hangat di Luar Lapangan
Pertemuan istimewa tersebut ditutup dengan momen-momen emosional yang sarat akan makna kebersamaan. Devina berkesempatan mengabadikan diri dalam potret kenangan bersama Coach Luis Estrela serta jajaran pelatih dan pemain Timnas Futsal Putri Indonesia. Berdiri berdampingan dengan sang juru taktik asal Eropa, Devina memamerkan senyuman bangganya dengan balutan jersey futsal kebanggaannya.
Sebagai bentuk apresiasi yang mendalam atas bakat istimewanya, sepatu futsal berwarna pink muda yang dikenakan Devina bahkan mendapatkan tanda tangan khusus langsung dari Coach Luis Estrela. Sepatu berhiaskan goresan tinta merah tersebut kini bukan lagi sekadar alas kaki biasa, melainkan sebuah simbol “restu” dan motivasi besar dari pelatih kepala tim nasional agar sang anak terus giat berlatih mengejar mimpi besarnya di masa depan.
Tidak hanya itu, atmosfer di dalam gedung olahraga mendadak hangat ketika para pemain timnas putri dan penonton berebut untuk berfoto bersama Devina. Bocah yang mendadak menjadi “selebritas” lapangan hijau ini melayani setiap jepretan kamera dengan senyum ramah. Usai sesi latihan yang menguras tenaga, keceriaan kembali terpancar ketika Devina menikmati waktu istirahat dengan menyantap semangkuk mie hangat bersama rekan-rekan seperjuangan, melengkapi hari yang penuh sejarah dalam lembaran hidupnya.
Menjaga Asa Menuju Masa Depan Futsal Indonesia
Kisah Devina dari Deli Serdang hingga menginjakkan kaki di pusat latihan bersama Timnas Futsal Putri Indonesia memberikan sebuah pelajaran berharga tentang bagaimana ketulusan bermain, kerja keras, dan kekuatan era digital dapat meruntuhkan batasan geografis. Bakat tersembunyi di pelosok negeri kini memiliki panggung untuk disaksikan oleh para pembuat keputusan di level tertinggi olahraga nasional.
Tentu saja, perjalanan Devina masih amat panjang. Di usianya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD, fokus utamanya tetaplah menikmati masa-masa anak-anak, belajar di sekolah, serta mengasah kemampuan secara bertahap tanpa beban psikologis yang berlebihan. Peran orang tua, guru sekolah, masyarakat Deli Serdang, serta federasi futsal nasional sangat dibutuhkan untuk mengawal pembinaan jangka panjang ini agar berjalan secara terarah dan berkesinambungan.
Pertemuan antara Devina dan Coach Luis Estrela telah menyalakan secercah harapan baru bagi masa depan futsal putri Indonesia. Dari sebuah lapangan semen sederhana di ujung Sumatra hingga berdiri gagah di arena futsal profesional bersama sang pelatih timnas, Devina telah membuktikan bahwa mimpi besar tidak pernah mengenal dari mana kita berasal. Langkah kaki kecil berbalut jilbab hitam itu kini telah menapaki jalan yang benar untuk suatu saat nanti benar-benar mengenakan lambang Garuda di dada dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











