Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Drama Injury Time! Persita Taklukkan Persija 3-2, Rekor Sempurna Macan Kemayoran Terhenti

Sabtu, 17 Oktober 2026 21:45 WIB

Sindir Kepemimpinan Iran, Donald Trump Buat Lelucon Soal Nama ‘Mohammad’ di Panggung Kampanye

Sabtu, 17 Oktober 2026 21:18 WIB

Kaya Serat dan Antioksidan, Ahli Gizi Sarankan Jangan Buang Kulit Ubi Saat Dimasak!

Sabtu, 17 Oktober 2026 21:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Drama Injury Time! Persita Taklukkan Persija 3-2, Rekor Sempurna Macan Kemayoran Terhenti
  • Sindir Kepemimpinan Iran, Donald Trump Buat Lelucon Soal Nama ‘Mohammad’ di Panggung Kampanye
  • Kaya Serat dan Antioksidan, Ahli Gizi Sarankan Jangan Buang Kulit Ubi Saat Dimasak!
  • Imbas Dampak Buruk ChatGPT, OpenAI Dituntut Bayar Ganti Rugi Hingga Hapus Data Pengguna
  • Ada Braga Bebas Kendaraan Hingga Persib Day, Ini Agenda Lengkap Kota Bandung Akhir Pekan Ini
  • Jangan Nonton Sendiri! Ini 10 Titik Nobar Persib vs Persik di Bandung & Sekitarnya
  • Prediksi Persib vs Persik Kediri: Unggul Rekor Kandang, Marc Klok Ogah Anggap Remeh Macan Putih
  • Buntut Polusi Udara Lintas Negara, 7 Persusahaan RI Terancam Sanksi Singapura
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kaya Serat dan Antioksidan, Ahli Gizi Sarankan Jangan Buang Kulit Ubi Saat Dimasak!

By Aga GustianaSabtu, 17 Oktober 2026 21:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi ubi. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ubi jalar sudah lama menjadi santapan populer masyarakat Indonesia. Mulai dari olahan ubi kukus hangat, gorengan renyah, hingga isian kolak yang manis, makanan serbaguna ini memang selalu sukses menggugah selera.

Di balik kelezatannya, mayoritas orang punya kebiasaan mengupas kulit ubi hingga bersih sebelum diolah. Padahal, tindakan ini justru merugikan karena melenyapkan sebagian besar kandungan zat gizi penting di dalamnya.

Pakar nutrisi Amy Shapiro, MS, RD, CDN, menyarankan agar ubi jalar dikonsumsi utuh bersama lapisan kulit luar untuk memanen khasiatnya secara optimal.

3 Khasiat Utama Kulit Ubi Jalar Bagi Tubuh

Berikut adalah deretan nutrisi penting yang kerap terbuang jika Anda membuang kulit ubi jalar:

Baca Juga:  Memiliki Visual yang Menarik, Berikut Manfaat Membaca Komik

1. Gudang Serat Pelancar Pencernaan

Keunggulan utama ubi jalar terletak pada indeks seratnya yang tinggi. Menariknya, porsi terbesar serat tersebut berada tepat di lapisan kulitnya.

“Ubi berukuran sedang mengandung sekitar lima gram serat. Sebagian besar terdapat pada kulitnya. Jadi, mengonsumsi ubi jalar utuh tanpa dikupas dapat membantu pencernaan, membuat kenyang lebih lama, dan menjaga kadar gula darah tetap stabil,” jelas Amy, seperti dikutip dari Real Simple.

2. Perisai Antioksidan Penangkal Radikal Bebas

Kulit ubi jalar merupakan benteng alami yang sarat akan senyawa antioksidan. Senyawa ini bekerja membendung stres oksidatif—yakni ketidakseimbangan radikal bebas yang berisiko memicu peradangan kronis dan penyakit serius.

Baca Juga:  Puasa Bikin Kulit Sehat, Ini 5 Manfaatnya yang Jarang Diketahui

“Kulit ubi kaya akan senyawa seperti asam klorogenat yang membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh,” ujarnya.

3. Pasokan Kalium Pengontrol Tekanan Darah

Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah, kulit ubi menyimpan cadangan mineral kalium yang cukup tinggi. Mineral ini penting untuk menunjang fungsi otot serta saraf harian.

“Sebagian besar kalium dalam ubi jalar, serta sejumlah kecil mineral lainnya, terdapat tepat di bawah dan di dalam kulitnya,” jelasnya.

Panduan Aman Mengolah Ubi Jalar Tanpa Dikupas

Karena ubi tumbuh di dalam tanah, kebersihan adalah kunci utama sebelum Anda mengolahnya. Ikuti petunjuk berikut agar aman dikonsumsi:

  • Bilas dan Gosok Di Air Mengalir: Cuci ubi hingga benar-benar bersih dari sisa tanah dan kotoran. Gunakan sikat khusus bahan makanan untuk menggosok permukaannya, terutama jika menggunakan ubi non-organik.
  • Cermati Tanda Kerusakan: Hindari mengonsumsi ubi yang teksturnya sudah melunak, mengalami perubahan warna menjadi kehijauan, atau telah memunculkan tunas baru karena menandakan kualitasnya sudah menurun.
Baca Juga:  Ini Manfaat Konsumsi Air Kelapa saat Sahur dan Berbuka Puasa

Selama kondisi fisik ubi masih segar dan telah dicuci secara higienis, Anda tak perlu ragu menyantapnya secara utuh!

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gizi manfaat ubi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Imbas Dampak Buruk ChatGPT, OpenAI Dituntut Bayar Ganti Rugi Hingga Hapus Data Pengguna

Ada Braga Bebas Kendaraan Hingga Persib Day, Ini Agenda Lengkap Kota Bandung Akhir Pekan Ini

5 Tempat Makan Pecel Lele Enak di Bandung: Lengkap dengan Harga dan Lokasinya

Dihantam Hujatan Se-Indonesia! Keputusan Drastis Reno Ferdinand Usai Pulang Tanpa Gelar di Mister Global 2026

BSU cair

Kabar Gembira Pekerja! BSU 2026 Disalurkan Sekaligus Rp900 Ribu Akhir Tahun, Ini Penjelasan Pemerintah

Bukti Bakat Indonesia Itu Real! Dari Lapangan Semen Kampung, Devina Digodok Pelatih Berlisensi UEFA

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.