bukamata.id – Ubi jalar sudah lama menjadi santapan populer masyarakat Indonesia. Mulai dari olahan ubi kukus hangat, gorengan renyah, hingga isian kolak yang manis, makanan serbaguna ini memang selalu sukses menggugah selera.
Di balik kelezatannya, mayoritas orang punya kebiasaan mengupas kulit ubi hingga bersih sebelum diolah. Padahal, tindakan ini justru merugikan karena melenyapkan sebagian besar kandungan zat gizi penting di dalamnya.
Pakar nutrisi Amy Shapiro, MS, RD, CDN, menyarankan agar ubi jalar dikonsumsi utuh bersama lapisan kulit luar untuk memanen khasiatnya secara optimal.
3 Khasiat Utama Kulit Ubi Jalar Bagi Tubuh
Berikut adalah deretan nutrisi penting yang kerap terbuang jika Anda membuang kulit ubi jalar:
1. Gudang Serat Pelancar Pencernaan
Keunggulan utama ubi jalar terletak pada indeks seratnya yang tinggi. Menariknya, porsi terbesar serat tersebut berada tepat di lapisan kulitnya.
“Ubi berukuran sedang mengandung sekitar lima gram serat. Sebagian besar terdapat pada kulitnya. Jadi, mengonsumsi ubi jalar utuh tanpa dikupas dapat membantu pencernaan, membuat kenyang lebih lama, dan menjaga kadar gula darah tetap stabil,” jelas Amy, seperti dikutip dari Real Simple.
2. Perisai Antioksidan Penangkal Radikal Bebas
Kulit ubi jalar merupakan benteng alami yang sarat akan senyawa antioksidan. Senyawa ini bekerja membendung stres oksidatif—yakni ketidakseimbangan radikal bebas yang berisiko memicu peradangan kronis dan penyakit serius.
“Kulit ubi kaya akan senyawa seperti asam klorogenat yang membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh,” ujarnya.
3. Pasokan Kalium Pengontrol Tekanan Darah
Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah, kulit ubi menyimpan cadangan mineral kalium yang cukup tinggi. Mineral ini penting untuk menunjang fungsi otot serta saraf harian.
“Sebagian besar kalium dalam ubi jalar, serta sejumlah kecil mineral lainnya, terdapat tepat di bawah dan di dalam kulitnya,” jelasnya.
Panduan Aman Mengolah Ubi Jalar Tanpa Dikupas
Karena ubi tumbuh di dalam tanah, kebersihan adalah kunci utama sebelum Anda mengolahnya. Ikuti petunjuk berikut agar aman dikonsumsi:
- Bilas dan Gosok Di Air Mengalir: Cuci ubi hingga benar-benar bersih dari sisa tanah dan kotoran. Gunakan sikat khusus bahan makanan untuk menggosok permukaannya, terutama jika menggunakan ubi non-organik.
- Cermati Tanda Kerusakan: Hindari mengonsumsi ubi yang teksturnya sudah melunak, mengalami perubahan warna menjadi kehijauan, atau telah memunculkan tunas baru karena menandakan kualitasnya sudah menurun.
Selama kondisi fisik ubi masih segar dan telah dicuci secara higienis, Anda tak perlu ragu menyantapnya secara utuh!
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











