bukamata.id – Warga Kampung Bojong Sempor, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, digemparkan oleh aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi secara mendadak. Seorang suami nekat melukai istrinya sendiri berinisial NK (28) hingga mengalami kondisi kritis.
Peristiwa mengerikan ini berlangsung pada Jumat (16/10/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Yang membuat miris, aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam tersebut meluncur tanpa ada pertengkaran atau adu mulut terlebih dahulu di antara keduanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal kepolisian, depresi atau beban mental akibat persoalan pekerjaan diduga kuat menjadi pemantik tindakan nekat pelaku.
“Keterangan dari pihak korban, memang sebelum kejadian pelaku yang merupakan suaminya sendiri sedang banyak pikiran di kerjaannya,” ungkap Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Tiba-tiba Kalap Main Senjata Tajam
Suasana rumah tangga korban dan pelaku sebenarnya dalam kondisi harmonis serta tanpa perselisihan pada malam kejadian. Namun, situasi damai itu mendadak berubah menjadi mencekam ketika sang suami tiba-tiba mengambil senjata tajam dan mengarahkannya ke tubuh sang istri secara membabi buta.
“Menurut keterangan korban juga, sebelum kejadian tidak ada pertengkaran terlebih dahulu atau ada masalah tertentu. Tapi pelaku yang merupakan suami korban ini tiba-tiba melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam ke arah korban,” imbuh Ade.
Sabetan senjata tajam tersebut mengakibatkan wanita muda tersebut mengalami luka robek sangat parah di area dahi serta bekas luka sayat di bagian leher.
Sempat Ditangani Penanganan Medis Darurat
Melihat kondisi korban yang bersimbah darah, pihak keluarga dan warga sekitar langsung melarikannya ke RSUD Jampang Kulon demi menyelamatkan nyawanya.
Kapolsek Jampang Kulon AKP Muhlis, yang sempat memantau langsung kondisi fisik korban di fasilitas kesehatan tersebut, memverifikasi keparahan luka yang diderita NK.
“Informasi dari rumah sakit memang betul terkait KDRT atau pembacokan itu, namun TKP masuk wilayah Surade. Korban sempat ditangani, dan sebenarnya dokter menyarankan agar dirawat intensif, tapi pihak keluarga memilih membawa pulang yang bersangkutan,” terang Muhlis saat dikonfirmasi terpisah.
Polisi Dalami Kasus dan Kumpulkan Saksi
Saat ini, penanganan hukum atas tragedi penganiayaan berat ini ditangani secara intensif oleh Unit Reskrim Polsek Surade dengan dibantu Satreskrim Polres Sukabumi. Petugas bergerak cepat mengamankan bukti-bukti serta meminta keterangan dari saksi kunci.
“Upaya yang sudah dilakukan yaitu menerima laporan resmi korban, mengumpulkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, dan melaporkan perkembangannya kepada pimpinan,” pungkas Ade Hendra.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











