Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

5 Tempat Makan Pecel Lele Enak di Bandung: Lengkap dengan Harga dan Lokasinya

Sabtu, 17 Oktober 2026 17:15 WIB

Sambangi Bandung Lewat GO! NEXT 2026, FiberStar Kenalkan Solusi Digital Terintegrasi untuk Bisnis

Sabtu, 17 Oktober 2026 16:47 WIB

Dihantam Hujatan Se-Indonesia! Keputusan Drastis Reno Ferdinand Usai Pulang Tanpa Gelar di Mister Global 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 16:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Tempat Makan Pecel Lele Enak di Bandung: Lengkap dengan Harga dan Lokasinya
  • Sambangi Bandung Lewat GO! NEXT 2026, FiberStar Kenalkan Solusi Digital Terintegrasi untuk Bisnis
  • Dihantam Hujatan Se-Indonesia! Keputusan Drastis Reno Ferdinand Usai Pulang Tanpa Gelar di Mister Global 2026
  • Diduga Kalap Akibat Tekanan Kerja, Pria di Sukabumi Tega Bacok Istri Tanpa Cekcok
  • Kabar Gembira Pekerja! BSU 2026 Disalurkan Sekaligus Rp900 Ribu Akhir Tahun, Ini Penjelasan Pemerintah
  • Langit Jakarta dan Jawa Barat Dirayapi Asap Karhutla Kalimantan, Kualitas Udara Mulai Terancam?
  • Bukti Bakat Indonesia Itu Real! Dari Lapangan Semen Kampung, Devina Digodok Pelatih Berlisensi UEFA
  • Usai Debut Manis di ACL Two, Sandy Walsh Siap Tempur di Laga Persib vs Persik Kediri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PGRI Ogah Damai! Kasus Pria Ngaku Wartawan Ngamuk di SD Sukabumi Bakal Dikawal Sampai Pengadilan

By Aga GustianaSelasa, 1 September 2026 19:23 WIB3 Mins Read
Viral pria di Sukabumi ngaku wartwan ngamuk di sekolah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aksi mengejutkan terjadi di lingkungan SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi. Seorang pria berinisial AS (46) yang mengklaim diri sebagai insan pers mengamuk saat menagih biaya berlangganan koran. Ia meluapkan emosi hingga memaki tenaga pendidik di hadapan murid-murid. Usai diciduk aparat kepolisian, hasil tes urine mengonfirmasi AS positif mengonsumsi narkotika.

Insiden tersebut sempat direkam dan viral di jejaring media sosial. Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menaruh perhatian serius lantaran aksi intimidasi tersebut berlangsung di area sekolah dan disaksikan langsung oleh para siswa.

Sekretaris PGRI Sukabumi, Asep Nurrahman, membeberkan kronologi kejadian yang bermula dari kedatangan AS untuk menarik tagihan bulanan. Saat itu, pihak sekolah memberi tahu bahwa anggaran belum cair dan meminta pelaku kembali esok hari. Respons tersebut mendadak memancing amarah AS.

“Oknum tersebut menagih biaya langganan koran, namun saat disampaikan bahwa uangnya belum ada dan diminta datang besok, oknum tersebut mengamuk dan mencak-mencak memarahi kepala sekolah. Kejadian itu bahkan disaksikan langsung oleh para siswa yang berkerumun di depan pintu,” kata Asep saat memberi keterangan di Kantor PGRI Jabar di Kota Bandung, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga:  Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 2,2 Juta Hektare Wilayah Terancam Kebakaran, Sukabumi Paling Luas!

Asep menambahkan, pelaku yang kini berstatus tahanan kepolisian sempat melayangkan permohonan agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, usulan tersebut ditolak mentah-mentah oleh jajaran guru demi menghentikan praktik intimidasi serupa yang berulang.

“Agus kan namanya, itu meminta damai supaya tidak dilanjut. Tapi guru-guru tidak mau seperti itu, karena memang kejadian itu sering muncul,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Siapkan 5.000 Tiket Nonton Piala Dunia U-17 Bagi Siswa SD dan SMP

Kecaman Keras PGRI dan Instruksi Khusus Gubernur

PGRI Jawa Barat bereaksi keras atas dugaan perundungan terhadap pahlawan tanpa tanda jasa ini. Lembaga tersebut menegaskan bahwa lingkungan pendidikan wajib terbebas dari intervensi dan tindakan keji di depan peserta didik.

“Kami mengecam keras dan menyesalkan kejadian tersebut terhadap guru di sekolah yang disaksikan langsung oleh para anak didik. Sementara kami para guru dan insan pendidikan tengah berusaha keras mewujudkan program sekolah ramah anak yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” kata Wakil Ketua V PGRI Jawa Barat, Yayan Taryana.

Baca Juga:  Banjir Kembali Landa Pelabuhanratu, Drainase Buruk Jadi Sebab

Menindaklanjuti kasus yang ditangani Polsek Sukaraja dan Polres Sukabumi ini, PGRI Jabar menerjunkan pendampingan hukum lewat Tim Hukum Jabar Istimewa.

Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso, menegaskan penanganan perkara ini dikawal ketat sesuai arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pihaknya menutup rapat pintu musyawarah atau restorative justice.

“Gubernur menaruh perhatian yang sangat serius karena beliau tahu betul dunia pendidikan yang kerap menjadi ajang intimidasi, pengancaman, dan kriminalisasi oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Kami sudah bersepakat dengan PGRI untuk mengawal kasus ini sampai tuntas di pengadilan. Kami tidak akan menempuh jalur restorative justice agar tercipta efek jera,” ucap Jutek.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

PGRI SD Sukabumi wartawan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sambangi Bandung Lewat GO! NEXT 2026, FiberStar Kenalkan Solusi Digital Terintegrasi untuk Bisnis

Diduga Kalap Akibat Tekanan Kerja, Pria di Sukabumi Tega Bacok Istri Tanpa Cekcok

Langit Jakarta dan Jawa Barat Dirayapi Asap Karhutla Kalimantan, Kualitas Udara Mulai Terancam?

Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga

Geger Dugaan Pelecehan Verbal Dosen UIN Bandung: Mahasiswa Gelar Aksi, Rektor Sampaikan Permohonan Maaf

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.