Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bakal Hadapi 3 Raksasa Asia, Ini Jadwal Lengkap Perjuangan Persib di ACL Two

Selasa, 1 September 2026 17:19 WIB

Geger Bandung! Mayat Wanita Ditemukan dalam Kardus di Babakan Ciparay

Selasa, 1 September 2026 16:00 WIB

Antisipasi Karhutla Musim Kemarau, Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Sementara

Selasa, 1 September 2026 15:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bakal Hadapi 3 Raksasa Asia, Ini Jadwal Lengkap Perjuangan Persib di ACL Two
  • Geger Bandung! Mayat Wanita Ditemukan dalam Kardus di Babakan Ciparay
  • Antisipasi Karhutla Musim Kemarau, Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Sementara
  • September Jadi Bulan Terakhir! 5 Bansos Ini Masih Berpeluang Cair, Cek Daftarnya
  • Tak Banyak Gaya, Mariano Peralta Bawa Persib Terbang ke Fase Grup ACL Two
  • Dikenal Sebagai Pendakwah, Aksi Ustaz Riza di Gym Malah Bikin Netizen Geram! Ada Apa?
  • Duet El Nino dan IOD Positif Terjadi, Karhutla di Indonesia Diprediksi Makin Parah
  • Berbekal Gelar Juara Bersama Persib, Ramon Tanque Siap Guncang Super League India
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 1 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Antisipasi Karhutla Musim Kemarau, Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Sementara

By Aga GustianaSelasa, 1 September 2026 15:49 WIB3 Mins Read
Gunung Ciremai. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mengambil langkah tegas dengan menutup seluruh akses pendakian menuju puncak gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut. Kebijakan ini tertuang resmi dalam pengumuman bernomor PG.20/T.33/TU/KSA.02.02/B/08/2026 sebagai upaya pencegahan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sepanjang musim kemarau 2026.

Penutupan aktivitas pendakian di lapangan mulai diberlakukan secara efektif pada 6 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Meski demikian, sistem pemesanan tiket secara online telah dihentikan terlebih dahulu sejak 1 September 2026.

Bagi calon pendaki yang sudah memegang tiket dan melakukan pembayaran sebelum 6 September, pihak pengelola menyediakan layanan penyesuaian jadwal (reschedule) dengan menghubungi layanan pusat bantuan di nomor 081313504355.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor: SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/08/2026 serta Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 116/KH.02.04.03/ASDA EKBANG terkait larangan aktivitas pendakian selama kemarau.

Baca Juga:  Duet El Nino dan IOD Positif Terjadi, Karhutla di Indonesia Diprediksi Makin Parah

Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana, menjelaskan bahwa pendaki yang terlanjur melakukan booking sebelum 1 September untuk jadwal hingga 5 September masih diperkenankan mendaki di bawah pengawasan ketat petugas.

“Jadi dari orang yang sudah terlanjur booking sampai sebelum tanggal 1 untuk pelaksanaan sebelum tanggal 6, itu masih diperbolehkan dengan pengawasan petugas. Adapun yang telah melakukan booking sebelum tanggal 6, nah nanti bisa menghubungi admin untuk pengaturan reschedule atau penyesuaian tanggal untuk pengganti booking online-nya. Untuk membuka kembali, tentu ada beberapa tahapan yang harus kita lakukan, mengikuti perkembangan dan kebijakan yang ada,” tutur Eska, Selasa (1/9/2026).

Eska menegaskan bahwa penghentian operasional ini semata-mata demi keselamatan pengunjung dan kelestarian kawasan konservasi dari ancaman kebakaran.

“Untuk meminimalisir risiko terjadinya kebakaran hutan akibat dampak musim kemarau, serta menjaga keutuhan ekosistem dan keselamatan pengunjung. Ada SE Dirjen KSDAE, yang secara jelas menyebutkan beberapa Taman Nasional, termasuk TNGC, itu harus ditutup jalur pendakiannya. Di SE Dirjen itu harus disebut per tanggal 1 September. Ditambah juga ada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 116 tanggal 30 Agustus juga demikian. Nah, makanya dari dua dasar itu, Pak Kepala Balai menerbitkan surat pengumuman,” tutur Eska.

Baca Juga:  Kasus Karhutla di Indonesia Kian Parah, Titik Api September 2 Kali Lipat Agustus

Selama periode kemarau tahun ini, pihak TNGC mencatat telah terjadi 2 hingga 3 kali insiden kebakaran lahan di kawasan taman nasional. Kasus terbesar melahap sekitar 15 hektare lahan di area Pasawahan akibat imbasan aktivitas manusia di area yang berbatasan dengan lahan milik warga.

“Nah, untuk tahun ini alhamdulillah ada mungkin 2 sampai 3 kali lah kejadian kebakaran itu. Dan luasannya juga kecil-kecil. Paling luas itu 15 hektare terjadi di Pasawahan. Indikasinya mungkin dari aktivitas manusia atau human error. Banyak faktor, karena memang kawasan kita berbatasan dengan tanah milik masyarakat jadi apinya merembet ke kawasan,” tutur Eska.

Baca Juga:  Kemarau Panjang, Pemprov Jabar Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Guna mencegah insiden serupa berulang, pihak pengelola meminta kerja sama masyarakat sekitar serta pengunjung kawasan wisata alam di sekitar lereng Gunung Ciremai untuk selalu waspada.

“Kami dari Taman Nasional Gunung Ciremai senantiasa menghimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan, untuk senantiasa bekerja sama dengan Taman Nasional dalam rangka memaksimalkan pencegahan kebakaran hutan. Bagi para pengunjung wisata, untuk tetap menjaga keamanan di dalam kawasan. Khususnya yang berkemah ataupun yang mendaki, diminimalisir untuk tidak membuat perapian ataupun membuat hal lain yang bisa memantik terjadinya kebakaran,” pungkas Eska.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gunung Ciremai Karhutla Pendakian Ditutup TNGC
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Bandung! Mayat Wanita Ditemukan dalam Kardus di Babakan Ciparay

September Jadi Bulan Terakhir! 5 Bansos Ini Masih Berpeluang Cair, Cek Daftarnya

Duet El Nino dan IOD Positif Terjadi, Karhutla di Indonesia Diprediksi Makin Parah

Pesawat Militer AS Globemaster III Mendarat di Bandara Husein

Pendopo Kota Bandung Ditata Kembali ke Desain Masa Lalu, Bakal Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional Kelas A

Pemprov Jabar Siap Bantu Korban Kebakaran, Pengajuan Harus Lewat Pemda

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • PN Bandung Tolak Lagi Praperadilan Mantan Pengurus Gereja: Status Tersangka ITE Bambang Soeharto Sah
  • Game Free Fire
    Banjir Item Gratis! Kode Redeem FF 26 Agustus 2026 Siap Klaim, Ada Skin M1887 dan Diamond
  • HMI Cabang Bandung Demo Balai Kota: Desak Pemkot Buka Mata Soal RTH dan Kemiskinan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.