Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

September Jadi Bulan Terakhir! 5 Bansos Ini Masih Berpeluang Cair, Cek Daftarnya

Selasa, 1 September 2026 15:24 WIB

Tak Banyak Gaya, Mariano Peralta Bawa Persib Terbang ke Fase Grup ACL Two

Selasa, 1 September 2026 15:06 WIB

Dikenal Sebagai Pendakwah, Aksi Ustaz Riza di Gym Malah Bikin Netizen Geram! Ada Apa?

Selasa, 1 September 2026 14:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • September Jadi Bulan Terakhir! 5 Bansos Ini Masih Berpeluang Cair, Cek Daftarnya
  • Tak Banyak Gaya, Mariano Peralta Bawa Persib Terbang ke Fase Grup ACL Two
  • Dikenal Sebagai Pendakwah, Aksi Ustaz Riza di Gym Malah Bikin Netizen Geram! Ada Apa?
  • Duet El Nino dan IOD Positif Terjadi, Karhutla di Indonesia Diprediksi Makin Parah
  • Berbekal Gelar Juara Bersama Persib, Ramon Tanque Siap Guncang Super League India
  • Pesawat Militer AS Globemaster III Mendarat di Bandara Husein
  • Pendopo Kota Bandung Ditata Kembali ke Desain Masa Lalu, Bakal Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional Kelas A
  • Pemprov Jabar Siap Bantu Korban Kebakaran, Pengajuan Harus Lewat Pemda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 1 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Duet El Nino dan IOD Positif Terjadi, Karhutla di Indonesia Diprediksi Makin Parah

By Aga GustianaSelasa, 1 September 2026 14:41 WIB2 Mins Read
Karhutla Kalimantan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Indonesia. Dipicu oleh menguatnya fenomena El Nino yang mendatangkan cuaca ekstrem ultra-kering, intensitas titik api di berbagai wilayah diperkirakan bakal kian tak terkendali.

Berdasarkan publikasi terbaru Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) tertanggal 21 Agustus, sekalipun pola kebakaran musiman tahun ini tampak wajar, tingkat keparahannya melonjak tajam dibanding beberapa tahun belakangan.

CAMS mencatat adanya kenaikan emisi karhutla secara signifikan di sejumlah kawasan sepanjang dua pekan terakhir. Lonjakan ini terjadi persis saat masa puncak kemarau Indonesia yang makin parah akibat dorongan El Nino.

“Kebakaran musiman dan kabut asap regional di Indonesia sudah meningkat, konsisten dengan tahun-tahun El Nino sebelumnya, dan kami akan memantau situasi dengan sangat ketat untuk memahami bagaimana kebakaran dan dampaknya terhadap kualitas udara berubah,” kata Mark Parrington, ilmuwan senior di ECMWF yang bekerja untuk CAMS dikutip detikINET, Senin (31/8/2027).

Baca Juga:  Kemarau Panjang, Pemprov Jabar Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Data CAMS merekam amukan si jago merah mulai meluas di pelbagai titik sejak akhir Juli. Kendati polanya selaras dengan siklus musiman, daya tahan api yang terus menyala di tengah upaya penekanan pembakaran lahan dan intervensi pencegahan asap regional menjadi peringatan keras.

Tantangan pencegahan karhutla tahun ini terbilang jauh lebih berat lantaran fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) di Samudra Pasifik ekuatorial tengah berada pada fase kuat. Pemicu ini umumnya membawa dampak kekeringan parah di Tanah Air, terlebih jika berkolaborasi dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Baca Juga:  Gelombang Tinggi Terjang Selatan Jabar hingga DIY, BMKG Imbau Warga Waspada

Hasil analisis CAMS memaparkan bahwa kemunculan IOD positif periode ini hadir berbarengan dengan pesatnya eskalasi El Nino. Meski kedua dinamika iklim tersebut secara matematis dapat berdiri sendiri, konvergensi keduanya dipastikan bakal memperburuk dampak kekeringan.

Saat ini kondisi IOD memang berada pada fase netral, namun diproyeksikan segera merambat ke status positif. Pantauan pemodelan Copernicus menunjukkan konsentrasi titik api di awal musim kemarau berpusat di Pulau Kalimantan, utamanya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah—wilayah dengan hamparan gambut luas yang sangat rentan serta sulit dipadamkan bila terlanjur terbakar.

Baca Juga:  Fenomena Awan Petir di Bandung, BMKG Imbau Warga Waspada

Eskalasi karhutla tak berhenti di Kalimantan. CAMS turut memetakan kebakaran hebat di kawasan Papua Selatan, khususnya pada area Taman Nasional Wasur yang didominasi ekosistem sabana dan lahan basah. Selain itu, sebaran titik api baru dilaporkan mulai terdeteksi merembet ke Pulau Sumatra.

Lonjakan intensitas kebakaran di Indonesia sepanjang 2026 ini dinilai sangat identik dengan histori pola karhutla pada periode El Nino sebelumnya. Kesiapsiagaan penuh menjadi kunci vital demi menekan eskalasi kerugian lingkungan yang lebih parah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG CAMS El Nino Karhutla Kebakaran Hutan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

September Jadi Bulan Terakhir! 5 Bansos Ini Masih Berpeluang Cair, Cek Daftarnya

Pesawat Militer AS Globemaster III Mendarat di Bandara Husein

Pendopo Kota Bandung Ditata Kembali ke Desain Masa Lalu, Bakal Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional Kelas A

Pemprov Jabar Siap Bantu Korban Kebakaran, Pengajuan Harus Lewat Pemda

Lapangan Gasibu Ditutup Mulai Hari Ini, Penataan Ditargetkan Rampung Awal 2027

Ilustrasi isi BBM

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 1 September 2026: Tiga Jenis Non-Subsidi Naik Tajam

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • PN Bandung Tolak Lagi Praperadilan Mantan Pengurus Gereja: Status Tersangka ITE Bambang Soeharto Sah
  • Game Free Fire
    Banjir Item Gratis! Kode Redeem FF 26 Agustus 2026 Siap Klaim, Ada Skin M1887 dan Diamond
  • HMI Cabang Bandung Demo Balai Kota: Desak Pemkot Buka Mata Soal RTH dan Kemiskinan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.