Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 20:02 WIB

Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 19:47 WIB

Bikin Ngiler! 3 Tempat Makan di Subang dengan Menu Beragam dan Suasana Nyaman

Rabu, 21 Oktober 2026 19:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah
  • Bikin Ngiler! 3 Tempat Makan di Subang dengan Menu Beragam dan Suasana Nyaman
  • Niat Bersihkan Kebun, Petani Lansia di Tasikmalaya Tewas Terjebak Kobaran Api
  • Banyak yang Kaget! Usai Dibuang Anak ke Panti, Tampilan Baru Mbah HS Disebut Mirip Ulama Kharismatik!
  • Buntut Bentrok Suporter di Stadion, Ini Rincian Sanksi Komdis PSSI untuk Persija dan Persita
  • Diduga Keruk APBD Rp 18,7 Miliar, Wabup Indramayu Resmi Ditahan Kejati Jabar
  • Madura United vs Persib Bandung: Marc Klok Buka-bukaan Soal Kesiapan Fisik Tim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kembali Gelar Aksi di DPRD Jabar, Mahasiswa Bawa Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

By Mulki AlbarRabu, 21 Oktober 2026 19:47 WIB3 Mins Read
Mahasiswa Universitas Langlangbuana kembali menggelar aksi di DPRD Jawa Barat, Rabu (21/10/2026). Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Langlangbuana (Unla) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (21/10/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa tiga tuntutan utama yang menyoroti persoalan lingkungan, penegakan hukum, demokrasi, hingga kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para mahasiswa duduk di tengah jalan dan membentuk lingkaran besar. Mereka menyampaikan orasi secara bergantian menggunakan pengeras suara untuk menyuarakan aspirasi.

Sejumlah personel kepolisian juga bersiaga mengamankan jalannya demonstrasi. Penjagaan di lokasi terlihat lebih ketat dibandingkan aksi sebelumnya.

Dalam rilis yang diterima, mahasiswa menilai kondisi ekonomi saat ini belum mampu membawa masyarakat menuju kesejahteraan. Mereka menyoroti kebijakan fiskal yang dinilai agresif, rencana dan implementasi kenaikan pajak di tengah stagnasi upah riil, serta gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri.

Baca Juga:  DPRD Jabar Dorong Pelajar SMA Aktif Politik lewat Program Bulanan

Selain persoalan ekonomi, mahasiswa menyoroti penegakan hukum yang mereka nilai kehilangan marwah akibat kompromi politik dan korupsi struktural. Mereka juga mempertanyakan respons serta pernyataan para pemangku kebijakan dalam menghadapi berbagai persoalan publik.

Mahasiswa turut menilai kebebasan berpendapat dan iklim demokrasi semakin tergerus. Ruang digital yang seharusnya menjadi wadah pertukaran gagasan, menurut mereka, kini dibayangi rasa takut.

Adapun tiga tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut meliputi:

  1. Hentikan Kerusakan Ekologis dan Selesaikan Konflik Agraria

Mahasiswa mendesak pemerintah memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari pencegahan dini, pengelolaan lahan gambut, kesiapsiagaan wilayah rawan, keterbukaan data, hingga perlindungan masyarakat terdampak.

Mereka juga menuntut penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran. Tuntutan tersebut mencakup pemulihan ekosistem serta pengawasan terhadap pemegang izin.

Baca Juga:  6.957 Kasus Scam di Jawa Barat, DPRD Jabar Minta Pemerintah Tak Tutup Mata

Dalam persoalan agraria, mahasiswa meminta penyelesaian konflik secara adil, perlindungan hak masyarakat atas tanah dan ruang hidup, serta evaluasi kebijakan penguasaan dan pemanfaatan lahan yang berpotensi menimbulkan ketimpangan.

  1. Selamatkan Hukum, Konstitusi, dan Ruang Demokrasi

Pada tuntutan kedua, mahasiswa mendesak penghormatan terhadap konstitusi, supremasi hukum, independensi penegakan hukum, serta prinsip kesetaraan di hadapan hukum tanpa tebang pilih.

Mereka menolak segala bentuk pembatasan kebebasan berpendapat, berekspresi, berkumpul, dan menyampaikan aspirasi secara damai. Mahasiswa juga meminta negara menjamin ruang demokrasi serta melindungi gerakan masyarakat sipil.

Selain itu, mereka mendesak evaluasi terhadap kebijakan dan tindakan penyelenggara negara yang dinilai berpotensi melemahkan mekanisme pengawasan, keseimbangan kekuasaan, dan perlindungan hak konstitusional masyarakat.

  1. Pertanggungjawaban Politik atas Krisis Kepemimpinan dan Kegagalan Tata Kelola
Baca Juga:  Barakuda Siaga, BEM SI dan Mahasiswa Bandung Bersatu Turun ke Jalan

Tuntutan ketiga diarahkan pada evaluasi menyeluruh dan terbuka terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Mahasiswa menyoroti sejumlah bidang, mulai dari penanganan krisis ekologis, konflik agraria, penegakan hukum, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan kepentingan rakyat.

Mereka juga meminta evaluasi kebijakan ekonomi berdasarkan dampaknya terhadap daya beli masyarakat, biaya hidup, kesempatan kerja, kualitas pekerjaan, ketimpangan kesejahteraan, serta kemampuan warga memenuhi kebutuhan dasar.

Menurut tuntutan tersebut, arah kebijakan ekonomi pemerintah tidak seharusnya hanya berorientasi pada indikator pertumbuhan, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi dan kesejahteraan masyarakat.

Terakhir, mahasiswa mendesak pertanggungjawaban politik para penyelenggara negara melalui mekanisme konstitusional yang berlaku. Mereka menekankan bahwa pertanggungjawaban tersebut harus didasarkan pada evaluasi kinerja, bukti yang dapat diuji, serta perlindungan kepentingan publik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aksi mahasiswa Bandung demo mahasiswa DPRD Jabar demonstrasi Bandung DPRD Jawa Barat Mahasiswa Unla tuntutan mahasiswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

Niat Bersihkan Kebun, Petani Lansia di Tasikmalaya Tewas Terjebak Kobaran Api

Banyak yang Kaget! Usai Dibuang Anak ke Panti, Tampilan Baru Mbah HS Disebut Mirip Ulama Kharismatik!

Diduga Keruk APBD Rp 18,7 Miliar, Wabup Indramayu Resmi Ditahan Kejati Jabar

Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos

Begal Berpistol Rampas HP Bocah di Garut, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.