bukamata.id – Ribuan mahasiswa bersama elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Kota Bandung, Selasa (20/10/2026). Demonstrasi tersebut dipusatkan di kawasan Jalan Asia Afrika dan Gedung DPRD Jawa Barat untuk menyuarakan berbagai tuntutan politik dan sosial sekaligus mengevaluasi dua tahun kepemimpinan nasional.
Aksi yang mengusung seruan “Dua Tahun di Pemerintahan, Satu Suara di Jalan” ini menjadi ajang konsolidasi gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil. Sejumlah aliansi serta organisasi kemahasiswaan telah menyiapkan titik kumpul sebelum bergerak menuju lokasi demonstrasi.
Di kawasan Jalan Asia Afrika, aksi melibatkan kelompok masyarakat dan mahasiswa. Salah satunya Kelompok Setia Rakyat yang menyuarakan kritik terhadap pemerintahan melalui slogan “Prabowo-Gibran Fasis! Boneka Imperialis!”.
Massa tersebut juga membawa spanduk bertuliskan “Bubarkan Rezim Fasis, Tegakkan Kedaulatan Rakyat. Cabut Mandat! Pemerintah Khianat!”. Slogan-slogan itu menjadi bagian dari tuntutan politik yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Kelompok mahasiswa dari PKM UPI juga dijadwalkan berkumpul mulai pukul 10.00 WIB sebelum bergerak menuju Jalan Asia Afrika. Selain menyampaikan orasi, massa di jalur ini mengajak peserta membawa bahan pangan, seperti beras dan telur, untuk dibagikan kepada masyarakat.
Seruan “Bawa Bahan Pangan! (Beras, Telur, dan sebagainya), Kita Berbagi di Jalanan!” menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial yang menyertai demonstrasi. Peserta aksi di rute tersebut diarahkan mengenakan pakaian berwarna-warni atau pakaian non-almamater.
Mahasiswa UIN Bandung Bergerak ke Gedung DPRD Jabar
Sementara itu, sejumlah organisasi mahasiswa berbasis kampus mengonsolidasikan massa untuk bergerak menuju Gedung DPRD Jawa Barat.
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung merencanakan titik kumpul di Kampus 2 pada pukul 13.00 WIB. Peserta aksi diarahkan mengenakan pakaian hitam atau jas almamater.
Konsolidasi juga dilakukan DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Massa dijadwalkan berkumpul di area parkir Kampus 2 mulai pukul 12.00 WIB sebelum bergerak menuju Kantor DPRD Jawa Barat.
Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian demonstrasi untuk menyampaikan evaluasi terhadap dua tahun kepemimpinan nasional. Berbagai tuntutan politik dan sosial dibawa oleh kelompok mahasiswa maupun elemen masyarakat yang terlibat.
Sebelumnya, Mahasiswa UIN Bandung Gelar Aksi di Kampus
Dinamika pergerakan mahasiswa di Bandung juga terlihat melalui aksi yang berlangsung di lingkungan kampus pada awal Oktober 2026.
Pada Selasa (6/10/2026), DEMA Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar unjuk rasa di area belakang Fakultas Ushuluddin mulai pukul 14.00 WIB.
Aksi tersebut mengangkat seruan “Satukan Barisan, Kawal Persoalan, Lawan Normalisasi Pelanggaran!”. Mahasiswa juga menggunakan sejumlah tagar, di antaranya #USUTTUNTAS, #TOLAKKOMERSIALISASIPENDIDIKAN, #LAWANKEKERASANSEKSUAL, dan #KAMPUSMILIKMAHASISWA.
Seruan itu berkaitan dengan penolakan terhadap komersialisasi pendidikan dan kekerasan seksual serta dorongan agar persoalan yang menjadi perhatian mahasiswa ditangani secara tuntas.
Di tengah berlangsungnya demonstrasi pada Selasa (20/10/2026), pengguna jalan di Kota Bandung diimbau memperhatikan kondisi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas. Pengendara juga perlu mempertimbangkan jalur alternatif, terutama jika hendak melintasi kawasan Jalan Asia Afrika dan sekitar Gedung DPRD Jawa Barat.
Informasi mengenai rekayasa lalu lintas dan rute pengalihan kendaraan sebaiknya dipantau melalui pengumuman resmi dari pihak berwenang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








