Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27

Rabu, 12 Agustus 2026 20:02 WIB

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Rabu, 12 Agustus 2026 19:46 WIB

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

Rabu, 12 Agustus 2026 19:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bisa Daftarkan Skuad Baru untuk Musim 2026/27
  • Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra
  • Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Guru Besar Unpad: Dua Opsi Redam Amarah Publik, Kapolri Mundur atau Dicopot Presiden

By Aga GustianaSabtu, 30 Agustus 2025 13:34 WIB3 Mins Read
Demo DPRD Jabar
Demo di depan gedung DPRD Jabar. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tragedi yang menimpa pengemudi ojek online (Ojol), Affan Kurniawan, yang meninggal usai terlindas mobil taktis Brimob saat demonstrasi di depan DPR RI, Kamis (28/8/2029), memicu gelombang kemarahan publik. Peristiwa itu memantik solidaritas mahasiswa dan elemen masyarakat yang kemudian turun ke jalan dalam aksi besar-besaran.

Di Kota Bandung, situasi sempat tidak terkendali. Ribuan massa meluapkan amarah dengan membakar sejumlah fasilitas, termasuk aset MPR RI di Jalan Diponegoro, sebuah restoran, pos polisi, hingga puluhan kendaraan roda dua dan empat, Jumat (29/8/2025) malam. Aksi baru bisa diredam sekitar pukul 03.00 WIB, setelah sebelumnya massa terus melakukan tindakan anarkis di pusat kota.

Dalam aksi itu, terdengar pula tuntutan keras agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera diganti.

Analisis Akademisi: Cermin Kekecewaan Publik

Prof. Muradi Clark, Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (Unpad), menilai aksi besar ini bukan sekadar respons spontan, tetapi akumulasi kekecewaan terhadap kinerja kepolisian dan kondisi politik nasional.

“Di mata publik polisi dianggap tidak cukup baik dengan berbagai dinamika yang ada. Nah, itu yang kemudian pada akhirnya mendorong proses demonstrasi. Kan gini, publik enggak akan seberani itu kalau kemudian polisi kan baik-baik saja,” kata Muradi, Sabtu (30/8/2025).

Ia menilai persoalan utama justru ada di tubuh kepolisian itu sendiri, khususnya di era kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit yang sudah berjalan lima tahun. Muradi menyoroti absennya regenerasi kepemimpinan dan pendekatan baru dalam menjaga keamanan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kemudian ada kebaruan pendekatan yang dilakukan oleh kepolisian. Hari ini saya kira pendekatan dilakukan normatif banget. Itu very-very basic police rule ya kalau istilah saya. Di mana kemudian itu ada selemah-lemahnya iman lah,” ujarnya.

Hukuman Dinilai Hanya Menyasar Bawahan

Polri diketahui telah memeriksa tujuh anggotanya terkait tewasnya Affan. Namun, menurut Muradi, langkah itu belum cukup menenangkan masyarakat.

“Publik enggak akan cukup dengan mengadili tujuh orang tadi ya. Publik enggak akan nyaman itu. Karena dianggap itu cuman level paling bawah banget gitu,” tegasnya.

Ia bahkan membandingkan dengan tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, di mana permintaan maaf kepolisian tak cukup memulihkan luka masyarakat.

“Artinya memang ada satu tanggung jawab yang lebih. Ini bukan lagi level mohon maaf,” tambah Muradi.

Dua Opsi Jalan Keluar

Muradi menilai, hanya ada dua cara untuk meredam gelombang kekecewaan publik: Presiden Prabowo mencopot Kapolri, atau Jenderal Listyo Sigit memilih mundur dengan kesatria.

“Saya kira pilihannya cuma dua opsi. Pertama adalah Pak Sigit itu mundur sebagai kesatria, artinya dia mundur karena merasa gagal melaksanakan tugas-tugas fungsi kepolisian selama kurun waktu seminggu ini. Dan yang kedua adalah dia dicopot Pak Prabowo,” jelasnya.

Suara Ojol: Solidaritas Tak Bisa Dibendung

Tuntutan Muradi sejalan dengan aspirasi massa di Bandung. Andri (37), seorang pengemudi ojol asal Arcamanik, mengaku rela turun ke jalan demi solidaritas sesama profesi.

“Tujuan solidaritas sesama Ojol kemarin meningal di Jakarta. Kalau diam gak bakal ditangani. Mudah-mudahan pejabat Polri diganti. Kapolri juga diganti,” ucapnya.

Andri mengaku peristiwa ini sangat menyakitkan, terlebih korban tewas saat menjalankan pekerjaannya mengantar pesanan.

“Ojol aja dilindas dari mobil hasil pajaknya, saya sedih walaupun gak di sana saya ngerasain. Saya gak berharap minta kerjaan, kami jalan nyari orderan driver gak ikut demo dia nganter pesanan dan dilindas. Harapanya polisi jangan gitu, dijagain yang demo,” tambahnya dengan nada getir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demo Bandung Kapolri Presiden Prabowo Subianto Prof Muradi Clark Tragedi Ojol Affan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hilang 12 Hari, Warga Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Sumur Tua yang Dihuni King Kobra

Goreng Saham Pakai Uang Umat? Polemik Panas Wakaf Istiqlal Masuk Bursa

gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.