Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Minggu, 27 September 2026 18:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Guru Besar Unpad: Dua Opsi Redam Amarah Publik, Kapolri Mundur atau Dicopot Presiden

By Aga GustianaSabtu, 30 Agustus 2025 13:34 WIB3 Mins Read
Demo DPRD Jabar
Demo di depan gedung DPRD Jabar. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tragedi yang menimpa pengemudi ojek online (Ojol), Affan Kurniawan, yang meninggal usai terlindas mobil taktis Brimob saat demonstrasi di depan DPR RI, Kamis (28/8/2029), memicu gelombang kemarahan publik. Peristiwa itu memantik solidaritas mahasiswa dan elemen masyarakat yang kemudian turun ke jalan dalam aksi besar-besaran.

Di Kota Bandung, situasi sempat tidak terkendali. Ribuan massa meluapkan amarah dengan membakar sejumlah fasilitas, termasuk aset MPR RI di Jalan Diponegoro, sebuah restoran, pos polisi, hingga puluhan kendaraan roda dua dan empat, Jumat (29/8/2025) malam. Aksi baru bisa diredam sekitar pukul 03.00 WIB, setelah sebelumnya massa terus melakukan tindakan anarkis di pusat kota.

Dalam aksi itu, terdengar pula tuntutan keras agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera diganti.

Analisis Akademisi: Cermin Kekecewaan Publik

Prof. Muradi Clark, Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (Unpad), menilai aksi besar ini bukan sekadar respons spontan, tetapi akumulasi kekecewaan terhadap kinerja kepolisian dan kondisi politik nasional.

Baca Juga:  Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung

“Di mata publik polisi dianggap tidak cukup baik dengan berbagai dinamika yang ada. Nah, itu yang kemudian pada akhirnya mendorong proses demonstrasi. Kan gini, publik enggak akan seberani itu kalau kemudian polisi kan baik-baik saja,” kata Muradi, Sabtu (30/8/2025).

Ia menilai persoalan utama justru ada di tubuh kepolisian itu sendiri, khususnya di era kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit yang sudah berjalan lima tahun. Muradi menyoroti absennya regenerasi kepemimpinan dan pendekatan baru dalam menjaga keamanan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kemudian ada kebaruan pendekatan yang dilakukan oleh kepolisian. Hari ini saya kira pendekatan dilakukan normatif banget. Itu very-very basic police rule ya kalau istilah saya. Di mana kemudian itu ada selemah-lemahnya iman lah,” ujarnya.

Baca Juga:  Pasca Kericuhan Demo DPRD Jabar, Jalanan dan Fasilitas Umum Rusak

Hukuman Dinilai Hanya Menyasar Bawahan

Polri diketahui telah memeriksa tujuh anggotanya terkait tewasnya Affan. Namun, menurut Muradi, langkah itu belum cukup menenangkan masyarakat.

“Publik enggak akan cukup dengan mengadili tujuh orang tadi ya. Publik enggak akan nyaman itu. Karena dianggap itu cuman level paling bawah banget gitu,” tegasnya.

Ia bahkan membandingkan dengan tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, di mana permintaan maaf kepolisian tak cukup memulihkan luka masyarakat.

“Artinya memang ada satu tanggung jawab yang lebih. Ini bukan lagi level mohon maaf,” tambah Muradi.

Dua Opsi Jalan Keluar

Muradi menilai, hanya ada dua cara untuk meredam gelombang kekecewaan publik: Presiden Prabowo mencopot Kapolri, atau Jenderal Listyo Sigit memilih mundur dengan kesatria.

“Saya kira pilihannya cuma dua opsi. Pertama adalah Pak Sigit itu mundur sebagai kesatria, artinya dia mundur karena merasa gagal melaksanakan tugas-tugas fungsi kepolisian selama kurun waktu seminggu ini. Dan yang kedua adalah dia dicopot Pak Prabowo,” jelasnya.

Baca Juga:  Upayakan Tengahi Kasus Rempang Eco-City, Kapolri Tambah Kompi Polisi

Suara Ojol: Solidaritas Tak Bisa Dibendung

Tuntutan Muradi sejalan dengan aspirasi massa di Bandung. Andri (37), seorang pengemudi ojol asal Arcamanik, mengaku rela turun ke jalan demi solidaritas sesama profesi.

“Tujuan solidaritas sesama Ojol kemarin meningal di Jakarta. Kalau diam gak bakal ditangani. Mudah-mudahan pejabat Polri diganti. Kapolri juga diganti,” ucapnya.

Andri mengaku peristiwa ini sangat menyakitkan, terlebih korban tewas saat menjalankan pekerjaannya mengantar pesanan.

“Ojol aja dilindas dari mobil hasil pajaknya, saya sedih walaupun gak di sana saya ngerasain. Saya gak berharap minta kerjaan, kami jalan nyari orderan driver gak ikut demo dia nganter pesanan dan dilindas. Harapanya polisi jangan gitu, dijagain yang demo,” tambahnya dengan nada getir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demo Bandung Kapolri
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.