Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siap-siap! Gaji ke-13 Cair Juni 2026, Intip Bocoran Nominal untuk Pensiunan dan ASN

Rabu, 13 Mei 2026 11:09 WIB

NASIB TRAGIS MC SHINDY! Dipecat, Diboikot, hingga Digugat ke Pengadilan Usai Rendahkan Siswa SMAN 1 Pontianak

Rabu, 13 Mei 2026 09:48 WIB

Krisis Pilar Maung Bandung: Persib Pincang Jelang Laga Krusial Lawan PSM Makassar

Rabu, 13 Mei 2026 08:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siap-siap! Gaji ke-13 Cair Juni 2026, Intip Bocoran Nominal untuk Pensiunan dan ASN
  • NASIB TRAGIS MC SHINDY! Dipecat, Diboikot, hingga Digugat ke Pengadilan Usai Rendahkan Siswa SMAN 1 Pontianak
  • Krisis Pilar Maung Bandung: Persib Pincang Jelang Laga Krusial Lawan PSM Makassar
  • Update Harga Emas Hari Ini 13 Mei 2026: Antam dan UBS Kompak Melejit!
  • Pupus Harapan Persib! Ole Romeny Dipastikan Bertahan di Oxford United, Batal ‘Mudik’ Musim Depan
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Siswa 6 Menit, Netizen Ramai Cari Versi Full Tanpa Sensor
  • Momen Sejarah! Persib Berpeluang Hat-trick Juara Liga Indonesia
  • Menit ke-2 Viral! Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Paling Dicari Warganet
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Guru Besar Unpad: Dua Opsi Redam Amarah Publik, Kapolri Mundur atau Dicopot Presiden

By Aga GustianaSabtu, 30 Agustus 2025 13:34 WIB3 Mins Read
Demo DPRD Jabar
Demo di depan gedung DPRD Jabar. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tragedi yang menimpa pengemudi ojek online (Ojol), Affan Kurniawan, yang meninggal usai terlindas mobil taktis Brimob saat demonstrasi di depan DPR RI, Kamis (28/8/2029), memicu gelombang kemarahan publik. Peristiwa itu memantik solidaritas mahasiswa dan elemen masyarakat yang kemudian turun ke jalan dalam aksi besar-besaran.

Di Kota Bandung, situasi sempat tidak terkendali. Ribuan massa meluapkan amarah dengan membakar sejumlah fasilitas, termasuk aset MPR RI di Jalan Diponegoro, sebuah restoran, pos polisi, hingga puluhan kendaraan roda dua dan empat, Jumat (29/8/2025) malam. Aksi baru bisa diredam sekitar pukul 03.00 WIB, setelah sebelumnya massa terus melakukan tindakan anarkis di pusat kota.

Dalam aksi itu, terdengar pula tuntutan keras agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera diganti.

Analisis Akademisi: Cermin Kekecewaan Publik

Prof. Muradi Clark, Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (Unpad), menilai aksi besar ini bukan sekadar respons spontan, tetapi akumulasi kekecewaan terhadap kinerja kepolisian dan kondisi politik nasional.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Pilih Dua Sapi Raksasa dari Bandung Barat untuk Kurban Idul Adha 2025

“Di mata publik polisi dianggap tidak cukup baik dengan berbagai dinamika yang ada. Nah, itu yang kemudian pada akhirnya mendorong proses demonstrasi. Kan gini, publik enggak akan seberani itu kalau kemudian polisi kan baik-baik saja,” kata Muradi, Sabtu (30/8/2025).

Ia menilai persoalan utama justru ada di tubuh kepolisian itu sendiri, khususnya di era kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit yang sudah berjalan lima tahun. Muradi menyoroti absennya regenerasi kepemimpinan dan pendekatan baru dalam menjaga keamanan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kemudian ada kebaruan pendekatan yang dilakukan oleh kepolisian. Hari ini saya kira pendekatan dilakukan normatif banget. Itu very-very basic police rule ya kalau istilah saya. Di mana kemudian itu ada selemah-lemahnya iman lah,” ujarnya.

Baca Juga:  Mutasi Polri Terbaru: Rotasi 60 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Diganti

Hukuman Dinilai Hanya Menyasar Bawahan

Polri diketahui telah memeriksa tujuh anggotanya terkait tewasnya Affan. Namun, menurut Muradi, langkah itu belum cukup menenangkan masyarakat.

“Publik enggak akan cukup dengan mengadili tujuh orang tadi ya. Publik enggak akan nyaman itu. Karena dianggap itu cuman level paling bawah banget gitu,” tegasnya.

Ia bahkan membandingkan dengan tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, di mana permintaan maaf kepolisian tak cukup memulihkan luka masyarakat.

“Artinya memang ada satu tanggung jawab yang lebih. Ini bukan lagi level mohon maaf,” tambah Muradi.

Dua Opsi Jalan Keluar

Muradi menilai, hanya ada dua cara untuk meredam gelombang kekecewaan publik: Presiden Prabowo mencopot Kapolri, atau Jenderal Listyo Sigit memilih mundur dengan kesatria.

“Saya kira pilihannya cuma dua opsi. Pertama adalah Pak Sigit itu mundur sebagai kesatria, artinya dia mundur karena merasa gagal melaksanakan tugas-tugas fungsi kepolisian selama kurun waktu seminggu ini. Dan yang kedua adalah dia dicopot Pak Prabowo,” jelasnya.

Baca Juga:  Aksi Pekerja Wisata Dikabarkan Berlanjut ke Tol Pasteur, Lalu Lintas Bandung Terancam Lumpuh

Suara Ojol: Solidaritas Tak Bisa Dibendung

Tuntutan Muradi sejalan dengan aspirasi massa di Bandung. Andri (37), seorang pengemudi ojol asal Arcamanik, mengaku rela turun ke jalan demi solidaritas sesama profesi.

“Tujuan solidaritas sesama Ojol kemarin meningal di Jakarta. Kalau diam gak bakal ditangani. Mudah-mudahan pejabat Polri diganti. Kapolri juga diganti,” ucapnya.

Andri mengaku peristiwa ini sangat menyakitkan, terlebih korban tewas saat menjalankan pekerjaannya mengantar pesanan.

“Ojol aja dilindas dari mobil hasil pajaknya, saya sedih walaupun gak di sana saya ngerasain. Saya gak berharap minta kerjaan, kami jalan nyari orderan driver gak ikut demo dia nganter pesanan dan dilindas. Harapanya polisi jangan gitu, dijagain yang demo,” tambahnya dengan nada getir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demo Bandung Kapolri Presiden Prabowo Subianto Prof Muradi Clark Tragedi Ojol Affan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

NASIB TRAGIS MC SHINDY! Dipecat, Diboikot, hingga Digugat ke Pengadilan Usai Rendahkan Siswa SMAN 1 Pontianak

DULU PAKAI TONGKAT, SEKARANG ANGKAT BEBAN! Kisah Ajaib Nenek 61 Tahun yang Bikin Netizen Melongo!

Polisi Ungkap Jaringan Anarko di Balik Ricuh May Day Bandung

Retak Pasca-Muktamar XIV Pemuda Persis: Suara Kekecewaan Kader Akar Rumput Mulai Mencuat

Bandung Jadi Pilot Project ‘Perintis Berdaya Connect’, Dongkrak UMKM Naik Kelas

Strategi Baru PPDB Bandung 2026: Wali Kota Farhan Tekankan Transparansi dan Sistem Digital

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
  • Heboh! Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Full Durasi Ramai Dicari Netizen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.