Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bobotoh Gigit Jari! Persib vs Isenmulang Kalteng FC Tak Disiarkan?

Jumat, 30 Oktober 2026 18:02 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?

Jumat, 30 Oktober 2026 17:24 WIB

Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat

Jumat, 30 Oktober 2026 17:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bobotoh Gigit Jari! Persib vs Isenmulang Kalteng FC Tak Disiarkan?
  • Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?
  • Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat
  • Gugup Berubah Lega, Begini Cerita Debut Gakuto Notsuda di Persib
  • Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg
  • November Neraka! Persib Hadapi 7 Laga di 3 Kompetisi, Ini Jadwal Lengkapnya
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Oknum Guru Ngaji di Cianjur Diduga Cabuli Belasan Santriwati Modus Pengobatan Alternatif

By Aga GustianaSelasa, 13 Mei 2025 16:00 WIB3 Mins Read
Pelecehan Seksual
Kasus pelecehan seksual. Foto: ilustrasi/Shutterstock/Peter Leee
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah dugaan kejahatan seksual yang mencoreng dunia pendidikan agama terkuak di kawasan Puncak, Cianjur, Jawa Barat. Seorang oknum ustaz atau guru ngaji diduga kuat melakukan pencabulan terhadap sejumlah murid perempuannya dengan modus pengobatan alternatif dan kebatinan.

Pengakuan pilu datang dari salah seorang korban yang enggan disebutkan namanya. Ia mengungkapkan bahwa aksi bejat tersebut telah berlangsung sejak tahun 2015. Menurut penuturannya, sang guru ngaji awalnya mendekati korban dengan menanyakan kondisi kesehatan dan menawarkan diri untuk berbagi masalah fisik yang dialaminya.

“Saya awalnya ngaji di tempatnya. Karena memang guru ngaji. Tapi kemudian sering kali nanya ada yang kerasa atau tidak. Ya saya jelasin aja suka sesak karena memang saya ada penyakit lambung,” ujarnya pada Selasa (13/5/2025).

Korban menuturkan, pelaku kemudian menawarkan terapi dengan memijat bagian dada korban. “Memang terkenalnya di sini suka jalanin pengobatan alternatif dan kebatinan gitu. Saya kemudian dipijat. Awalnya dipijat biasa, tapi lama kelamaan jadi meraba bagian dada,” jelasnya dengan nada getir.

Baca Juga:  Gunung Padang Siap Dipugar, Misteri Peradaban Tua di Indonesia Segera Terungkap

Tak berhenti di situ, pelaku terus melancarkan aksinya dengan menanyakan kondisi kesehatan korban, khususnya yang berkaitan dengan sistem reproduksi.

“Bilangnya selalu ada masalah keputihan ya, banyak keputihannya. Atau sering kali syahwat ke lawan jenis. Padahal tidak ada apa-apa di saya,” lanjutnya.

Bahkan, pelaku tega meminta korban untuk menanggalkan pakaian dan hanya mengenakan selembar kain dengan dalih mempermudah proses terapi.

“Jadi memang bukan sekali, dari saya SMP sampai SMK modusnya begitu. Awalnya pakai baju sampai hanya disuruh pakai kain sarung gitu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Janji Bayar Utang, Penagih Malah Dibacok hingga Tewas di Cianjur

Dalam kondisi tersebut, pelaku melakukan pelecehan dengan meraba seluruh tubuh hingga bagian vital korban.

“Yang terakhir alasannya untuk memastikan syahwat supaya tidak melakukan perbuatan yang dilarang dengan lawan jenis. Sampai diraba bagian kelamin. Karena saya masih kecil, jadi tidak berani melawan hanya menurut,” tuturnya.

Keberanian untuk mengungkap trauma ini baru muncul beberapa waktu lalu, saat korban memberanikan diri bercerita kepada keluarganya.

“Dulu takut, tapi kemudian saya beranikan diri buat cerita ke keluarga. Syok semuanya mendengar itu,” ungkapnya.

Pengakuan yang lebih mengejutkan adalah bahwa korban pencabulan diduga tidak hanya dirinya, melainkan juga beberapa teman perempuannya yang sama-sama mengaji di tempat pelaku.

“Saya penasaran nanya ke teman-teman yang lain. Ternyata hampir semua sama, mengalami pelecehan. Bahkan ada yang adik tingkat saya itu tidak hanya diraba tapi sampai diminta untuk oral,” bebernya.

Baca Juga:  Gelombang Protes di SMK Pasundan 2 Bandung, Ratusan Siswa Desak Polisi Tangkap Oknum Guru Cabul

Kini, korban telah melaporkan aksi bejat tersebut kepada pihak kepolisian. “Sudah dilaporkan. Yang mau melapor ada tujuh korban, sisanya masih takut. Kalau dijumlah korbannya bisa lebih dari 20 orang. Tapi masih takut untuk melapor karena sosok guru ngaji ini memang disegani. Saya berharap pelaku bisa diproses hukum dan ada keadilan untuk para korban,” harapnya.

Menanggapi kasus ini, Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto membenarkan pihaknya telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan.

“Laporan sudah kami terima, 7 orang korban sudah kami mintai keterangan. Terlapor sudah diundang untuk dimintai keterangan juga, namun pengacaranya menghubungi tidak bisa hadir dan meminta jadwal ulang. Kami pastikan laporan kasus ini akan diproses,” tegas AKP Tono.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur guru ngaji pencabulan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bobotoh Gigit Jari! Persib vs Isenmulang Kalteng FC Tak Disiarkan?

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?

Mabuk dan Bawa Celurit, Tiga Pria di Soreang Serang Siapa Saja yang Lewat

Belajar Otodidak dari Internet, Pemuda Baleendah Raup Cuan dari Oplos Gas Elpiji 3 Kg

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.