Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

GBLA BERPESTA! Persib Bandung Gilas Madura United 5-0, Maung Semakin Tak Terbendung di Puncak

Kamis, 26 Februari 2026 22:31 WIB

Link Video Ukhti Mukena Pink Guncang TikTok: Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor?

Kamis, 26 Februari 2026 22:12 WIB
Andini Permata Viral Link

Link Video Andini Permata Kembali Diburu, Kini Tampil Beda dan Makin Dewasa

Kamis, 26 Februari 2026 22:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • GBLA BERPESTA! Persib Bandung Gilas Madura United 5-0, Maung Semakin Tak Terbendung di Puncak
  • Link Video Ukhti Mukena Pink Guncang TikTok: Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor?
  • Link Video Andini Permata Kembali Diburu, Kini Tampil Beda dan Makin Dewasa
  • Babak Pertama Persib vs Madura United: Ramon Tanque Dua Gol, Barros Tambah Skor!
  • Terparkir Berjam-Jam di Pinggir Jalan, Sopir Truk Meninggal Dunia di Tugu Baleendah
  • 10 Pantangan Saat Puasa yang Sering Disepelekan, Padahal Bikin Tubuh Cepat Tumbang
  • Tanpa Thom Haye, Ini Starter Persib Lawan Madura United di GBLA
  • Modus Tak Biasa! Sabu Disembunyikan dalam Cangkang Tutut, Pemuda Lembang Terancam 20 Tahun Penjara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 26 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Balik Pemulangan 12 Korban TPPO: Ternyata Masih Ada 198 Warga Jabar di PUB NTT yang Misterius!

By Aga GustianaKamis, 26 Februari 2026 20:19 WIB3 Mins Read
Ilustrasi TPPO. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Isu perdagangan orang kembali menyentak publik Jawa Barat. Meski 12 warga Jawa Barat yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Sikka, Maumere, telah berhasil dipulangkan, tabir gelap kasus ini nyatanya masih menyisakan teka-teki besar. Ratusan warga Jabar lainnya disinyalir masih berada dalam ekosistem tempat hiburan malam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat ini, 12 penyintas tersebut tengah mendapatkan pendampingan psikologis di rumah aman (safe house) milik UPTD PPA DP3AKB Provinsi Jawa Barat. Namun, kepulangan mereka justru membuka kotak pandora terkait sebaran pekerja asal Jabar di wilayah timur Indonesia.

Ratusan Jiwa dalam Radar Penelusuran

Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso, memaparkan temuan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan koordinasi lintas instansi, angka warga Jawa Barat yang mengadu nasib di tempat hiburan malam atau PUB di seluruh penjuru NTT mencapai ratusan orang.

Data ini bukanlah spekulasi semata, melainkan merujuk pada hasil pendataan otoritas setempat.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Geram Masih Temukan Banyak Anak Jalanan, Pertanyakan Kinerja DP3AKB Jabar

“Masih ada, karena informasi setelah dilakukan pendataan oleh Dir PPO Polda NTT, dan juga Pemerintah Provinsi NTT Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, di data ada 198 warga Jawa Barat yang bekerja di PUB yang ada di seluruh NTT,” beber Jutek saat memberikan keterangan pada Kamis (26/2/2026).

Menakar Legalitas Pekerja di “Negeri Seribu Bukit”

Jutek menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memverifikasi status dari hampir 200 warga Jabar tersebut. Ketidakjelasan status keberangkatan mereka menjadi pintu masuk bagi dugaan praktik eksploitasi atau TPPO yang lebih luas.

Baca Juga:  Jawa Barat Absen dari Daftar Provinsi Layak Anak 2025, DP3AKB Buka Suara

Pihaknya terus melakukan penelusuran mendalam untuk memilah mana pekerja yang berangkat secara mandiri dan legal, dengan mereka yang diberangkatkan melalui jalur gelap atau sindikat.

“Itu hasil pendataan terakhir kemarin yang disampaikan ya. Lalu dari 198 pekerja yang ada di PUB ini apakah mereka legal atau tidak atau ilegal itu kami sedang telusuri,” jelasnya.

Pasutri Pemilik PUB Resmi Jadi Tersangka

Langkah hukum di meja penyidik Polres Sikka pun mulai membuahkan hasil. Sepasang suami istri yang merupakan pemilik PUB tempat 12 korban sebelumnya bekerja, kini telah menyandang status tersangka.

Baca Juga:  Masih Cari Bukti soal Kasus Vina Cirebon, Kuasa Hukum 7 Terpidana Tak Ingin Buru-buru Ajukan PK

Namun, aparat meyakini bahwa jaringan ini tidak hanya melibatkan dua orang tersebut. Penyelidikan masih terus dikembangkan guna memburu aktor-aktor lain yang berperan sebagai perekrut maupun fasilitator pengiriman orang.

“Yang sudah ditetapkan 2 ya, suami istri, pemilik dari PUB sudah ditetapkan jadi tersangka. Kami juga dapat informasi tersangka ini berpotensi bertambah hasil pengembangan Polres Sikka, kita tunggu,” pungkas Jutek.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperketat pengawasan terhadap migrasi tenaga kerja domestik agar warganya tidak berakhir menjadi korban eksploitasi di negeri sendiri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita tppo terbaru DP3AKB Jabar Jutek Bongso perdagangan orang ntt polres sikka tppo jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Terparkir Berjam-Jam di Pinggir Jalan, Sopir Truk Meninggal Dunia di Tugu Baleendah

peredaran narkoba

Modus Tak Biasa! Sabu Disembunyikan dalam Cangkang Tutut, Pemuda Lembang Terancam 20 Tahun Penjara

Pererat Silaturahmi, Hartono Soekwanto Gelar Bukber Bareng Media dan Food Vlogger di Kediamannya

THR PNS 2026 Cair Hari Ini! Simak Nominal Per Golongan sebelum Lebaran

Inspeksi dan Uji Laboratorium Dilakukan Usai Dugaan Keracunan Menu MBG Cimahi

Warga Bandung Wajib Tahu! Ini Jadwal Buka Puasa Kamis 26 Februari 2026

Terpopuler
  • Viral Tanpa Sensor? Isu Video Teh Pucuk 17 Menit Terbongkar
  • Viral Besar! Link Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Diburu Warganet, Benarkah Ada di Telegram?
  • Heboh! Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Ada Link Asli?
  • Viral Panas! Link Video Teh Pucuk 17 Menit Bisa Curi Data Pribadi, Waspada Phishing!
  • Video Viral 17 Menit ‘Teh Pucuk’ Kembali Dicari, Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.