Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gemparkan Paris! Mengenal The Sacred Riana: Pesulap Indonesia Pertama yang Raih ‘Oscar Dunia Sulap’

Sabtu, 24 Oktober 2026 16:38 WIB

Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari

Sabtu, 24 Oktober 2026 16:01 WIB

Intip 5 Wisata Curug Hits di Kuningan, Ada yang Punya Pemandian Air Panas Alami!

Sabtu, 24 Oktober 2026 15:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gemparkan Paris! Mengenal The Sacred Riana: Pesulap Indonesia Pertama yang Raih ‘Oscar Dunia Sulap’
  • Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari
  • Intip 5 Wisata Curug Hits di Kuningan, Ada yang Punya Pemandian Air Panas Alami!
  • Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!
  • Stop Sok Ngatur Hidup Orang! Petuah Berkelas Luna Maya di Tengah Kasus Juan Eve
  • Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang
  • Heboh Sindiran ‘KING’ dari Bos Madura United Usai Tundukkan Persib Bandung
  • Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Absen dari Daftar Provinsi Layak Anak 2025, DP3AKB Buka Suara

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 12 Agustus 2025 15:40 WIB2 Mins Read
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tahun ini, Jawa Barat menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa yang tidak berhasil menyandang predikat Provinsi Layak Anak (Provila) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA).

Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan, mengaku pihaknya akan segera mengevaluasi dan mencari tahu penyebab provinsinya absen dari daftar penerima penghargaan tersebut.

“Kita bukan tidak butuh penghargaan, tapi yang penting itu nu karasa, nu karampa, kadelé langsung ke masyarakat. Tetap akan kita benahi, kita cek kenapa tidak masuk kategori, dan koordinasi dengan dinas terkait,” ujar Erwan saat ditemui di DPRD Jabar, Senin (11/8/2025).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar, dr. Siska Gerfianti, kemudian membeberkan alasan di balik kegagalan Jabar meraih predikat Provila.

Baca Juga:  Kota Kecil Berprestasi Besar, Wagub Jabar Kagumi Cimahi di Hadapan ASN

Menurutnya, hal ini bukan karena meningkatnya angka kekerasan terhadap anak, melainkan karena masih ada tiga daerah di Jabar yang belum meraih status Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Baca Juga:  Wagub Jabar Sindir Sekda Herman: Dulu Memelas, Kini Lewati Batas Kewenangan

“Tiga daerah itu adalah Kabupaten Bandung Barat, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Kuningan,” jelas Siska, Selasa (12/8/2025).

Siska menerangkan, Provila hanya bisa disandang jika seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut telah berstatus KLA. Sementara, Jabar memiliki 27 kabupaten/kota, sehingga jika ada satu saja yang belum memenuhi kriteria, otomatis predikat Provila tak bisa diberikan.

“Kalau provinsi itu sifatnya agregat. Semua kabupaten/kota harus KLA, baru provinsi bisa dapat Provila,” ujarnya.

Baca Juga:  Rencana Kerja 2025/2026 Disahkan, DPRD Jabar Siap Tancap Gas

Untuk menjadi KLA, sebuah daerah harus memenuhi lima klaster penilaian: hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; serta perlindungan khusus.

Siska memastikan Pemprov Jabar akan terus mendorong ketiga daerah tersebut agar segera memenuhi indikator KLA.

“Targetnya, semua kabupaten/kota bisa menyandang KLA sehingga Jawa Barat bisa kembali meraih predikat Provila,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Erwan Setiawan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!

Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.