bukamata.id – Ketegangan antara Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman memanas. Erwan menilai Herman telah bertindak di luar batas kewenangannya sebagai birokrat, bahkan mengaku merasa diabaikan dalam berbagai agenda penting pemerintahan.
Namun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi justru memberikan dukungan penuh kepada Herman. “Sekda Jabar itu cerdas, pandai mengambil keputusan dan eksekutor,” ujar Dedi saat menghadiri HUT Kota Cimahi ke-24 pada Sabtu (21/6/2025).
Menurut Dedi, Herman bukan sekadar pejabat administratif, melainkan figur yang mampu turun langsung ke lapangan dan menjalankan tugas strategis.
Erwan Merasa Terpinggirkan
Dalam sebuah wawancara dengan wartawan di Gedung Sate pada Senin (30/6/2025), Erwan tak menutupi rasa kecewanya terhadap Herman. Ia menyebut Sekda seharusnya lebih banyak berada di kantor untuk mengoordinasikan program dan temuan dari Gubernur serta dirinya di lapangan.
“Pak Gubernur ke lapangan, saya ke lapangan, seharusnya Pak Sekda di kantor, mengkoordinasi dinas-dinas. Fokus ke program Jabar Istimewa,” tegas Erwan.
Erwan juga menyayangkan tidak pernah dilibatkan atau bahkan diberi tahu mengenai pelantikan sejumlah kepala dinas. “Saya sangat kecewa. Beberapa kali ada pelantikan kepala dinas, jangankan dilibatkan, diberi tahu saja tidak,” ujarnya dengan nada tinggi.
Isu Lama Mencuat Lagi
Konflik antara keduanya bukan hal baru. Friksi internal mulai tercium publik saat Erwan menyentil Herman dalam sidang paripurna DPRD Jabar pada 19 Juni lalu. Di depan para anggota dewan, Erwan mempertanyakan keberadaan Sekda yang jarang hadir di rapat paripurna maupun di kantor.
“Selama saya paripurna mewakili Pak Gubernur, belum pernah saudara Sekda hadir. Dan sekarang pun di kantor nggak pernah ada,” ucapnya.
Erwan juga membantah klaim Herman yang menyatakan telah berkomunikasi dengannya. “Demi Allah, tidak ada sampai saat ini. Tidak ada mau telepon atau ngajak ketemu langsung,” tegasnya.
Ia bahkan mengungkap peran dirinya dalam mendukung karier Herman di masa lalu. “Dulu waktu beliau ingin jadi Sekda Sumedang, datang tengah malam ke rumah saya. Saya yang melobi bupati sampai tiga kali,” ungkap Erwan.
Dedi Mulyadi: Sekda Bekerja Sesuai Arahan
Menanggapi ketegangan ini, Gubernur Dedi menjelaskan bahwa Herman menjalankan tugas sesuai dengan arahan dirinya. Termasuk saat ketidakhadiran dalam paripurna, menurut Dedi, karena Herman ditugaskan mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator PMK di lokasi bencana tanah bergerak di Purwakarta.
“Kalau Menko datang, minimal didampingi Sekda. Itu bagian dari menghormati pemerintah pusat. Jadi kita bagi tugas,” ujar Dedi.
Dedi juga menyoroti latar belakang Herman yang dinilai sebagai sosok petarung dan bukan hanya birokrat biasa. Dengan pengalaman semi-militer dari IPDN hingga bertugas sebagai perwira di Kodam IX/Udayana, menurut Dedi, Herman sangat layak berada di posisi strategis pemerintahan.
“Dia bukan hanya orang administratif, tapi juga orang lapangan. Dia petarung,” tuturnya.
Publik Menanti Sikap Gubernur
Meski Dedi sudah memberikan klarifikasi dan pembelaan kepada Herman, Erwan mengaku belum pernah diajak bicara langsung oleh sang Gubernur untuk menyelesaikan polemik ini. “Pak Gubernur belum memanggil saya ataupun Sekda untuk memperjelas persoalan ini,” katanya.
Situasi ini menambah sorotan publik terhadap dinamika internal Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan posisi strategis keduanya—Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai representasi suara rakyat—banyak pihak berharap ada langkah rekonsiliasi yang konkret agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal demi masyarakat Jabar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










