Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Performa Gemilang Beckham Putra di FIFA Series 2026: Penantian Panjang yang Berbuah Manis

Sabtu, 28 Maret 2026 07:36 WIB
Kode Redeem FF

Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up

Sabtu, 28 Maret 2026 06:00 WIB

Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?

Sabtu, 28 Maret 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Performa Gemilang Beckham Putra di FIFA Series 2026: Penantian Panjang yang Berbuah Manis
  • Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up
  • Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?
  • Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah
  • Persib Wajib Waspada! Guillermo Fernandez Siap Jadi Mimpi Buruk di Padang
  • Terbongkar Rahasia Gelap di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Konten Luar Negeri?
  • AWAS JEBAKAN! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Umpan Hacker Curi Data Pribadi, Jangan Klik!
  • Dulu Viral, Sekarang Abadi! Kisah Dibalik Patung ‘Rantai Manusia’ di Kazakhstan yang Bikin Haru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Di Tengah Dominasi Platform Digital, Diskominfo Jabar Pilih Iklan Lewat Media Massa

By Aga GustianaSelasa, 10 Februari 2026 20:13 WIB2 Mins Read
Adi Komar
Kadiskominfo Jabar, Adi Komar. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah derasnya arus platform digital berbasis kecerdasan buatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memilih tetap menaruh kepercayaan pada media massa. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat menilai keberlangsungan pers profesional tak bisa dilepaskan dari dukungan konkret, salah satunya melalui alokasi belanja iklan.

Kepala Diskominfo Jawa Barat, Adi Komar, menegaskan media massa masih memegang peran strategis dalam menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kehadiran pers menjadi penyeimbang di tengah ekosistem informasi yang kini semakin dipenuhi konten instan tanpa proses verifikasi yang ketat.

Berbeda dengan arus informasi di media sosial yang dapat diproduksi siapa saja dan kapan saja, media massa tetap berpegang pada prinsip akurasi dan disiplin jurnalistik. Nilai inilah yang dinilai tak tergantikan oleh teknologi berbasis AI, sekalipun semakin canggih.

Atas dasar itu, Diskominfo Jawa Barat secara konsisten menyalurkan belanja iklan pemerintah kepada perusahaan media, baik lokal maupun nasional. Kebijakan tersebut bukan sekadar strategi komunikasi, tetapi juga bentuk keberpihakan terhadap keberlanjutan industri pers.

Baca Juga:  Guncangan di Pemprov Jabar: Wagub Kecewa, Gubernur Dukung Sekda

“Kami ingin media massa terus sehat dan profesional untuk masyarakat,” ujar Adi dalam peringatan Hari Pers Nasional, Senin (9/2/2026).

Hingga kini, Pemprov Jawa Barat belum menjalin kerja sama langsung dalam penayangan iklan dengan raksasa teknologi berbasis AI seperti Meta, Google, atau TikTok. Penempatan iklan di platform digital pun dilakukan melalui perusahaan media massa, bukan melalui kontrak langsung dengan perusahaan teknologi.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Relokasi Anggaran 2025 hingga Rp4 Triliun untuk Program Prioritas

Adi menilai keputusan tersebut didasarkan pada keunggulan media massa yang tak hanya menyajikan informasi akurat, tetapi juga menghadirkan liputan mendalam yang mampu membangun literasi publik. Menurutnya, nilai edukatif inilah yang sulit ditemukan dalam konten algoritmik media sosial.

Kebijakan Diskominfo Jawa Barat ini sejalan dengan seruan Dewan Pers yang menyoroti ketimpangan distribusi belanja iklan antara media massa dan platform digital. Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mendorong adanya intervensi pemerintah agar belanja iklan tidak tersedot mayoritas ke media sosial.

Baca Juga:  Pemprov Jabar dan Direksi BIJB Gencarkan Beragam Strategi Demi Tingkatkan Kinerja Bisnis

Persaingan antara perusahaan media dan platform teknologi global kian tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kemudahan penargetan iklan di media sosial membuat banyak pengiklan beralih, yang berdampak langsung pada menyusutnya pendapatan media massa.

“Kami mengharapkan campur tangan pemerintah agar terjadi keadilan iklan, agar tidak tersedot mayoritas kepada media sosial tapi juga ikut mempertahankan tegaknya sumbernya pers,” kata Komaruddin.

Menurut Komaruddin, keberlanjutan media massa bukan sekadar persoalan bisnis, melainkan menyangkut kepentingan publik. Di tengah banjir disinformasi, pers dinilai tetap menjadi rujukan utama masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ai belanja iklan pemerintah Dewan Pers Diskominfo Jabar Hari Pers Nasional 2026 media massa Pemprov Jabar platform digital
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Dramatis! Polisi dan Korban Kompak Jebak Maling Motor di Ujungberung

Mencekam! Langit Israel Dipenuhi Gagak Saat Konflik Timur Tengah Memanas

Kecelakaan Maut di Nagreg, Satu Orang Tewas Usai Tertabrak Mobil Boks

Dua Pelajar Terseret Ombak di Pangandaran, Satu Selamat Satu Masih Hilang

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Turun Tajam! Kini Rp 2,81 Juta per Gram, Ini Daftarnya

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.