Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral! Diduga Aniaya Kekasih Selama Bertahun-tahun, Pria Asal Bandung Ini Jadi Buronan

Rabu, 25 Februari 2026 09:15 WIB
Persib

Persib vs Madura United Tanpa Bojan Hodak, Ada Apa di Balik Absennya di GBLA?

Rabu, 25 Februari 2026 09:00 WIB

MBG Ramadan Disorot, Publik Soroti Selisih Anggaran dan Isi Menu

Rabu, 25 Februari 2026 08:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral! Diduga Aniaya Kekasih Selama Bertahun-tahun, Pria Asal Bandung Ini Jadi Buronan
  • Persib vs Madura United Tanpa Bojan Hodak, Ada Apa di Balik Absennya di GBLA?
  • MBG Ramadan Disorot, Publik Soroti Selisih Anggaran dan Isi Menu
  • Pendaftaran TKA SMP 2026 Masih Dibuka: Simak Jadwal, Materi, dan Cara Ikut Simulasi Gratis
  • Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, 25 Februari 2026: Cek Rincian Lengkapnya
  • Link Video Ibu Kos Viral di Halmahera Tengah, Dugaan Aksi Paksa Penghuni Indekos Mencuat
  • Bikin Panik! Jadwal THR Pensiunan PNS Masih Misteri, Pemerintah Belum Rilis Regulasi Resmi
  • Bingung Niat Zakat Fitrah? Ini Bacaan Lengkap untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 25 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dibalik Kematian Bocah di Sukabumi: Rahasia Kelam 4 Tahun ‘Yatim’ Padahal Ibu Kandung Masih Hidup

By Aga GustianaSenin, 23 Februari 2026 09:25 WIB3 Mins Read
Ibu kandung bocah di Sukabumi yang tewas dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamat.id – Tabir gelap yang menyelimuti kematian tragis NS (12), siswa SMP asal Surade, Sukabumi, mulai terkuak satu per satu. Bukan hanya soal luka fisik yang mengerikan, sebuah fakta memilukan terungkap: selama empat tahun terakhir, NS hidup dalam kebohongan besar bahwa ibu kandungnya telah tiada.

Ibu kandung korban, Lisnawati, akhirnya muncul ke publik untuk mengungkap skenario pemutusan komunikasi yang diduga dilakukan oleh mantan suaminya demi menjauhkan sang anak dari dirinya.

Kebohongan Fatal: “Ibumu Sudah Meninggal”

Kuasa hukum Lisnawati, Mira Widyawati, mengungkapkan bahwa kliennya sengaja dihilangkan jejaknya oleh pihak ayah kandung agar NS merasa sebatang kara.

“Selama ini dihembuskan oleh pihak bapaknya seolah-olah Ibu Lisna sudah tidak ada (meninggal), supaya NS merasa tidak punya ibu lagi. Padahal beliau masih hidup dan sehat di Cianjur,” ungkap Mira saat memberikan keterangan kepada wartawan, dikutip Senin (23/2/2026).

Baca Juga:  Viral! Pria di Purwakarta Siksa Anak Kandung demi Ancam Istri, Polisi Turun Tangan

Mira menambahkan bahwa strategi lost contact ini dimulai sejak NS dimasukkan ke sebuah pesantren.

“Berdasarkan pengakuan Ibu Lisna, selama empat tahun belakangan mereka lost contact. Itu terjadi setelah ayahnya membawa NS masuk pesantren. Ternyata selama itu, ayahnya menghembuskan gosip kepada NS bahwa ibunya sudah meninggal dunia, supaya kesannya NS sudah tidak punya ibu lagi,” jelasnya.

Hasil Autopsi: Luka Bakar hingga Organ Membengkak

Bukan hanya penderitaan psikologis, kondisi jenazah NS berdasarkan hasil autopsi tim kedokteran RS Bhayangkara menunjukkan adanya indikasi kekerasan fisik yang luar biasa. Selain kulit yang melepuh, terdapat kerusakan pada bagian organ vital.

Baca Juga:  Armor Toreador Minta Damai, Cut Intan Nabila Tegaskan Tak Ada Rujuk

“Selain luka bakar di permukaan kulit, tim forensik menemukan pembengkakan di beberapa organ dalam seperti jantung dan paru-paru,” kata Mira mengutip temuan medis tersebut.

Saat ini, fokus penyelidikan tertuju pada TR (47), ibu tiri korban. Polisi tengah menunggu hasil uji laboratorium forensik di Jakarta untuk memastikan penyebab kematian klinis sang bocah.

Jejak KDRT Sejak dalam Kandungan

Kemunculan Lisnawati juga membuka tabir perilaku kasar mantan suaminya. Menurut Mira, kekerasan yang dilakukan ayah kandung NS sudah terjadi jauh sebelum korban lahir ke dunia.

“Sejak muda memang dia gemar KDRT. Pernah ada kalimat kasar dalam bahasa Sunda yang kalau diterjemahkan artinya: ‘Ya sudah, kamu mati saja sekalian sama anak kamu dalam kandungan, mati saja’. Itu diucapkan saat NS masih di rahim,” tutur Mira.

Baca Juga:  Link Video Ibu Kos Viral di Halmahera Tengah, Dugaan Aksi Paksa Penghuni Indekos Mencuat

Bantahan Keras Soal Penyakit Autoimun

Tim kuasa hukum juga menepis narasi yang dibangun oleh pihak ayah dan ibu tiri bahwa NS meninggal akibat penyakit autoimun. Berdasarkan catatan asuhan Lisna hingga usia 7 tahun, NS adalah anak yang sangat sehat.

“Nizam (NS) tidak pernah sakit berat sejak kecil. Jadi klaim soal autoimun itu tidak benar, tidak ada riwayat medis seperti itu. Kami menduga narasi sakit itu sengaja diciptakan untuk menutupi jejak penganiayaan,” tegas Mira.

Kini, pihak ibu kandung mendesak Polres Sukabumi untuk menjerat pelaku dengan UU Penghapusan KDRT guna memastikan keadilan bagi almarhum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal Berita Sukabumi Hasil Autopsi Ibu Tiri Kasus Kematian NS KDRT Surade
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral! Diduga Aniaya Kekasih Selama Bertahun-tahun, Pria Asal Bandung Ini Jadi Buronan

MBG Ramadan Disorot, Publik Soroti Selisih Anggaran dan Isi Menu

Bikin Panik! Jadwal THR Pensiunan PNS Masih Misteri, Pemerintah Belum Rilis Regulasi Resmi

Masuk Hari ke-7 Ramadhan! Cek Waktu Imsak Bandung Raya Hari Ini

Catat Tanggalnya! Ini Jadwal dan Lokasi Kas Keliling BI Bandung Jelang Lebaran 2026

Heboh! Kakek Nekat Curi iPhone 17 Pro Max di Toko Sumedang

Terpopuler
  • No Sensor? Link Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Simak Klarifikasinya
  • Viral Tanpa Sensor? Isu Video Teh Pucuk 17 Menit Terbongkar
  • Heboh! Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Ada Link Asli?
  • Video Teh Pucuk Durasi 17 Menit Viral, Ternyata Begini Fakta di Baliknya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Masih Diburu Netizen, Awas Jebakan di Balik Narasi Viral
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.