bukamata.id – Pengamat Politik Unpad sebut Prabowo-Gibran belum tentu menang di Jawa Barat meski menggaet para tokoh populer, seperti Ridwan Kamil.
Seperti diketahui, Ridwan Kamil telah resmi dikukuhkan menjadi Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan Capres Prabowo-Gibran.
Selain Ridwan Kamil, TKD Jawa Barat Prabowo-Gibran pun dihuni beberapa tokoh populer seperti, Brigjen (Purn) Taufik Hidayat, Dede Yusuf, Desi Ratnasari, Dedi Mulyadi, dan yang lainnya.
Meski TKD Provinsi Jawa Barat banyak diisi oleh beberapa tokoh populer, Pengamat Politik Unpad, Firman Manan mengatakan, pasangan Prabowo-Gibran belum tentu bisa merebut banyak suara di Jawa Barat.
Hal itu dikarenakan ada beberapa faktor yang berbeda dari tahun sebelumnya. Seperti tidak adanya Partai PKS dalam Prabowo-Gibran.
“Ada yang hilang dari Pak Prabowo hari ini ya , Untuk konteks Jabar, yang pertama tadi mesin politik PKS. Tidak lagi bersama Pak Prabowo. Padahal kalau kita lihat di Pilpres 2019 itu mesin yang kalau menurut saya sangat efektif lah ya,” ujar Firman, Selasa (28/11/2023).
Selain itu, Firman menjelaskan, pada Pilpres 2019 Prabowo banyak mendapatkan suara di Jawa Barat karena ada di oposisi pemerintah saat itu.
“Di 2019 itu Pak Prabowo dalam posisi sebagai figur oposan Terhadap Presiden Jokowi. Hari ini kan justru yang muncul sebagai figure oposan itu adalah Pak Anies Baswedan,” ucapnya.
Kemudian, kemenangan Prabowo di Jawa Barat pada periode lalu juga dipengaruhi dengan kedekatan bersama tokoh islam. Sedangkan saat ini citra islam pada Prabowo Subianto dirasakannya sudah luntur, berbeda dengan tahun sebelumnya.
Dalam kondisi saat ini, citra Islam sendiri ditonjolkan oleh pasangan Anies-Muhaimin (AMIN). Di tambah posisi PKS juga saat ini turut mengusung pasangan nomor satu itu. Sehingga kemungkinkan Prabowo-Gibran meraih banyak suara di Jabar seperti tahun sebelumnya sangat kecil.
“Makanya kembali saya tidak membayangkan (Prabowo) bisa memenangkannya dengan mudah seperti di 2019 Dengan range yang misalnya di atas 50 persen,” katanya.
Selain itu, Firman menambahkan, pada saat 2019 Ridwan Kamil juga turut mendukung Presiden Jokowi di Jawa Barat. Namun hasilnya belum mampu menarik banyak pemilih.
Terkahir, Firman menyampaikan bahwa yang menjadi variabel penting dalam Pilpres itu adalah figur capres-cawapresnya serta isu yang berkembang saat Pemilu.
“Perlu diingat sebetulnya pertarungan Pilpres itu tetap saja variabel utamanya adalah figur yang bertarungnya dalam arenik capres dan cawapresnya termasuk kemudian isu yang muncul di dalam Pilpres,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, sebagai Ketua TKD Jawa Barat, Ridwan Kamil optimis Prabowo-Gibran menang satu putaran, dengan target suara 60 persen.
“Target kita Pak, minimal 60 persen Insya Allah. Kalau ini terjadi, Jabar sebagai penentu ditambah suara dari Pak Jokowi di tempat lain, matematika mengatakan Insya Allah satu putaran,” ujar Ridwan Kamil, Sabtu (25/11/2023)
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











