Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Minggu, 14 Juni 2026 14:39 WIB

Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo

Minggu, 14 Juni 2026 14:07 WIB
Persib

Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24

Minggu, 14 Juni 2026 13:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Mantan Kiper Timnas U-23 Nuri Agus Wibowo Hilang Misterius! Keluarga Ungkap Dugaan Mengejutkan
  • Persib Gagal Dekati Tommaso Cassandro? Jurnalis Italia Ungkap Fakta Sebenarnya
  • Harga Emas Hari Ini Mengejutkan! Antam Naik Tipis Tembus Rp2,82 Juta per Gram
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dikritik Atalia soal Kelas Padat, Dedi Mulyadi Balik Sindir Era Ridwan Kamil

By Aga GustianaMinggu, 3 Agustus 2025 07:03 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi kritik anggota DPR Atalia Praratya soal kepadatan ruang kelas di sekolah negeri Jawa Barat. Namun, dalam responsnya, Dedi justru menyinggung minimnya pembangunan sekolah di masa pemerintahan Ridwan Kamil — suami Atalia sendiri.

Atalia sebelumnya mengungkapkan keprihatinannya setelah menemukan fakta bahwa satu kelas di sejumlah sekolah diisi oleh 43 hingga 50 siswa. Kondisi ini dinilai tidak ideal bagi proses belajar-mengajar.

Menanggapi hal itu, Dedi memberikan penjelasan melalui video di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, dan menyebut persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan pemerintah sebelumnya.

“Kita harus menampung jumlah siswa hampir 800.000 anak. Dan yang terserap sekolah pemerintah tidak semuanya. Hanya 40 persen,” ujar Dedi, dikutip Minggu (3/8/2025).

Baca Juga:  Mengingat Lagi 9 Program Unggulan Dedi Mulyadi untuk Membangun Jabar Istimewa

“Kenapa ini terjadi? Karena di Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2020 sampai saat ini membangun sekolah baru sedikit,” sambungnya.

Dedi Singgung Data Pembangunan Era Ridwan Kamil

Dalam video tersebut, Dedi membeberkan data pembangunan sekolah selama masa jabatan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar, yang dinilai minim dan tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah siswa.

  • 2020: Tidak ada sekolah baru dibangun
  • 2021: Hanya 2 SMA
  • 2022: 1 unit sekolah
  • 2023: 6 sekolah (1 SMA, 3 SMK, 2 SLB)
  • 2024: 5 sekolah (3 SMA, 1 SMK, 1 SLB)

Sebagai perbandingan, Dedi menyebut bahwa pada tahun 2025, pemerintahannya telah membangun 15 sekolah baru yang terdiri dari 11 SMK, 2 SLB, dan 2 SMA.

Baca Juga:  Temu Kader Prabowo di Bandung Membludak, Ridwan Kamil: Tanda Kecintaan pada 02

“Tahun depan, insya Allah saya akan bangun 50 unit. Agar anak-anak di Jabar bisa sekolah dengan baik,” janji Dedi.

Klarifikasi Terkait Kelas Padat

Terkait temuan Atalia soal kelas dengan lebih dari 40 siswa, Dedi mengklarifikasi bahwa kondisi itu tidak terjadi di seluruh sekolah di Jawa Barat.

“Dan tidak semua, Bu. Hanya 38 sekolah yang merekrut. Itu kami lakukan terpaksa, dibanding dia tidak sekolah padahal rumahnya dekat sekolah. Kalau dia harus bergeser ke tempat jauh, bisa jadi putus sekolah,” jelasnya.

Baca Juga:  Gelontorkan Rp1 Miliar untuk Bonus Persib, Dedi Mulyadi Akui Jual Sapi

Dedi juga mengimbau agar Atalia tidak membandingkan sekolah negeri dengan “sekolah rakyat” yang kapasitas siswanya lebih kecil, karena sekolah-sekolah tersebut mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah pusat.

“Sekolah rakyat bisa seperti itu karena mendapat atensi dari Presiden Prabowo,” ujarnya.

Penutup dengan Sentuhan Sindiran Halus

Meski sempat menyentil pemerintahan sebelumnya, Dedi tetap menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih atas perhatian Atalia terhadap dunia pendidikan.

“Untuk itu, saya ucapkan terima kasih atas perhatian Ibu yang begitu peduli dunia pendidikan di Jawa Barat. Salam hormat buat Pak RK, semoga Bapak dan Ibu sehat dan bahagia selalu,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Atalia Praratya Dedi Mulyadi kelas padat pendidikan Jawa Barat polemik pendidikan Politik Jabar ridwan kamil sekolah negeri
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.