Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Warga Bandung Tak Perlu Jauh-jauh, Husein Sastranegara Siapkan Penerbangan ke Luar Negeri

Senin, 14 September 2026 12:03 WIB

Disentil soal Privilege, Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Video Mindfulness

Senin, 14 September 2026 11:32 WIB

Kesaksian Korban Selamat KM Virgo Transport 8, Banyak Penumpang Wanita Terjebak di Kamar Saat Kapal Terbalik

Senin, 14 September 2026 11:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warga Bandung Tak Perlu Jauh-jauh, Husein Sastranegara Siapkan Penerbangan ke Luar Negeri
  • Disentil soal Privilege, Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Video Mindfulness
  • Kesaksian Korban Selamat KM Virgo Transport 8, Banyak Penumpang Wanita Terjebak di Kamar Saat Kapal Terbalik
  • City Menang 1-0, Gol Haaland Malah Jadi Bumerang? Pro Ref Bongkar Kesalahan VAR
  • Belum Pulih dari Luka SUGBK, Persib Sudah Harus Berperang di Markas FC Seoul
  • 30 Orang Jadi Korban Dugaan Keracunan MBG di KBB, 25 Masih Dirawat
  • Tragedi KM Virgo Transport 8: 23 Warga Garut Jadi Korban, 11 Orang Masih Hilang
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dikritik Atalia soal Kelas Padat, Dedi Mulyadi Balik Sindir Era Ridwan Kamil

By Aga GustianaMinggu, 3 Agustus 2025 07:03 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rizal Fadillah/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi kritik anggota DPR Atalia Praratya soal kepadatan ruang kelas di sekolah negeri Jawa Barat. Namun, dalam responsnya, Dedi justru menyinggung minimnya pembangunan sekolah di masa pemerintahan Ridwan Kamil — suami Atalia sendiri.

Atalia sebelumnya mengungkapkan keprihatinannya setelah menemukan fakta bahwa satu kelas di sejumlah sekolah diisi oleh 43 hingga 50 siswa. Kondisi ini dinilai tidak ideal bagi proses belajar-mengajar.

Menanggapi hal itu, Dedi memberikan penjelasan melalui video di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, dan menyebut persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan pemerintah sebelumnya.

“Kita harus menampung jumlah siswa hampir 800.000 anak. Dan yang terserap sekolah pemerintah tidak semuanya. Hanya 40 persen,” ujar Dedi, dikutip Minggu (3/8/2025).

Baca Juga:  Rafael Situmorang ke KDM: Tata Ruang Boleh Ditegakkan, tapi Kunci Suksesnya Ada di Dialog Sosial dan Solusi Usaha

“Kenapa ini terjadi? Karena di Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2020 sampai saat ini membangun sekolah baru sedikit,” sambungnya.

Dedi Singgung Data Pembangunan Era Ridwan Kamil

Dalam video tersebut, Dedi membeberkan data pembangunan sekolah selama masa jabatan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar, yang dinilai minim dan tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah siswa.

  • 2020: Tidak ada sekolah baru dibangun
  • 2021: Hanya 2 SMA
  • 2022: 1 unit sekolah
  • 2023: 6 sekolah (1 SMA, 3 SMK, 2 SLB)
  • 2024: 5 sekolah (3 SMA, 1 SMK, 1 SLB)

Sebagai perbandingan, Dedi menyebut bahwa pada tahun 2025, pemerintahannya telah membangun 15 sekolah baru yang terdiri dari 11 SMK, 2 SLB, dan 2 SMA.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Buka Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya Angkatan Keenam

“Tahun depan, insya Allah saya akan bangun 50 unit. Agar anak-anak di Jabar bisa sekolah dengan baik,” janji Dedi.

Klarifikasi Terkait Kelas Padat

Terkait temuan Atalia soal kelas dengan lebih dari 40 siswa, Dedi mengklarifikasi bahwa kondisi itu tidak terjadi di seluruh sekolah di Jawa Barat.

“Dan tidak semua, Bu. Hanya 38 sekolah yang merekrut. Itu kami lakukan terpaksa, dibanding dia tidak sekolah padahal rumahnya dekat sekolah. Kalau dia harus bergeser ke tempat jauh, bisa jadi putus sekolah,” jelasnya.

Baca Juga:  Mengingat Lagi 9 Program Unggulan Dedi Mulyadi untuk Membangun Jabar Istimewa

Dedi juga mengimbau agar Atalia tidak membandingkan sekolah negeri dengan “sekolah rakyat” yang kapasitas siswanya lebih kecil, karena sekolah-sekolah tersebut mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah pusat.

“Sekolah rakyat bisa seperti itu karena mendapat atensi dari Presiden Prabowo,” ujarnya.

Penutup dengan Sentuhan Sindiran Halus

Meski sempat menyentil pemerintahan sebelumnya, Dedi tetap menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih atas perhatian Atalia terhadap dunia pendidikan.

“Untuk itu, saya ucapkan terima kasih atas perhatian Ibu yang begitu peduli dunia pendidikan di Jawa Barat. Salam hormat buat Pak RK, semoga Bapak dan Ibu sehat dan bahagia selalu,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Atalia Praratya Dedi Mulyadi pendidikan Jawa Barat ridwan kamil
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Warga Bandung Tak Perlu Jauh-jauh, Husein Sastranegara Siapkan Penerbangan ke Luar Negeri

Kesaksian Korban Selamat KM Virgo Transport 8, Banyak Penumpang Wanita Terjebak di Kamar Saat Kapal Terbalik

Keracunan Makanan

30 Orang Jadi Korban Dugaan Keracunan MBG di KBB, 25 Masih Dirawat

Tragedi KM Virgo Transport 8: 23 Warga Garut Jadi Korban, 11 Orang Masih Hilang

Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di KBB, 14 Orang Alami Mual hingga Diare

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.